Manita Rahma Hasibuan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Komunikasi Antarpribadi Perspektif Islam: Implementasi “Qaulan Karima” dalam Interaksi Dosen-Mahasiswa di Perguruan Tinggi Manita Rahma Hasibuan; Najwa El-Khoir Hasibuan; Ahmad Tamrin Sikumbang; Junaidi Junaidi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai etika komunikasi antarpribadi dalam perspektif Islam, khususnya konsep Qaulan Karima (perkataan yang mulia), pada interaksi antara dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana prinsip Qaulan Karima yang menekankan pada tutur kata yang santun, penuh hormat, empati, dan kemaslahatan, diaplikasikan dalam komunikasi kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Qaulan Karima terwujud dalam penggunaan diksi yang sopan, intonasi yang lembut, serta upaya menghindari perkataan yang menyakitkan, menghakimi, atau merendahkan, yang pada gilirannya menciptakan suasana belajar yang kondusif, saling menghargai, dan memperkuat hubungan pendagogis. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi Islami bukan hanya sekadar norma kesopanan, tetapi merupakan fondasi penting bagi terciptanya interaksi edukatif yang berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan karakter mulia di kalangan akademisi.
Agama dan Perubahan Sosial: Perspektif Sosiologis dalam Pengkajian Islam Kontemporer Nadia Putri Amanda; Manita Rahma Hasibuan; Syawaluddin Nasution
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.491

Abstract

Perubahan sosial yang berlangsung secara masif di era globalisasi memunculkan pertanyaan mendasar mengenai posisi Islam di tengah arus transformasi tersebut. Penelitian ini mengkaji relasi dialektis antara agama khususnya Islam dan perubahan sosial dalam bingkai perspektif sosiologis kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pisau analisis teori sosiologi agama dari Max Weber, Émile Durkheim, hingga Peter L. Berger, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai Islam berinteraksi dengan modernitas, industrialisasi, digitalisasi, dan pluralisme budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak hadir sebagai variabel pasif dalam perubahan sosial, melainkan sebagai agen aktif yang mampu mendorong transformasi sekaligus menjadi penyeimbang (stabilizer) dari dampak negatif modernisasi. Islam terbukti mampu menjadi motor penggerak perubahan kebijakan publik, pemberdayaan ekonomi umat, dan demokratisasi, sekaligus menjadi penangkal anomie sosial melalui nilai-nilai keadilan, persaudaraan, dan amanah. Di era digital, Islam menghadapi tantangan baru berupa radikalisasi daring dan disinformasi keagamaan, namun juga menemukan peluang baru melalui dakwah digital yang lebih inklusif dan partisipatif. Temuan ini menegaskan bahwa pengkajian Islam kontemporer tidak dapat dilepaskan dari pendekatan sosiologis yang holistik dan interdisipliner.