Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of International Multidisciplinary Research

Gambaran Pengetahuan Pasien Tentang Pembedahan Dan Kecemasan Pre Operasi Di Ruang Melati Rumah Sakit Marten Indey Jayapura Pasaribu, Pamela; Fitriani; Pasangka, Oktliana; Astuti Nurfa'izah, Diyah; G.Liufeto, Koherista
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 5 (2024): Mei 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr792

Abstract

Operasi dapat menyebabkan stres, sebab seseorang merasakan ancaman keutuhan jiwa dan raganya, sehingga mengakibatkan munculnya rasa cemas. Tujuan dari penelitian ini tetang Gambaran Tingkat Pengetahuan dengan kecemasan pada pasien pre operasi di ruang melati RS Marthen Indey dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel pasien pre operasi berdasarkan hasil kusioner di ruang melati RS Marthen Indey sebanyak 40 responden. Hasil penelitian dimana sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu 30 orang (75%) dan setengah responden dengan kecemasan ringan sebanyak 26 orang (65%). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dengan tingat kecemasan ringan.  
Deteksi Dini Neuropati pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan MNSI, IpTT, dan MT di Jayapura Titi Iswanti Afelya; Fitriani Fitriani
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1228

Abstract

Neuropati diabetika merupakan komplikasi serius pada penyandang diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan akibat ulserasi, amputasi, dan gangguan mobilitas. Skrining dini sangat penting untuk mendeteksi neuropati lebih awal dan mencegah komplikasi. Namun, masih banyak kasus neuropati diabetika yang tidak terdeteksi di Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei analitik. Responden adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Jayapura, RS Dian Harapan, PKM Abepura dan PKM Kotaraja.  yang dipilih secara purposive sampling. Deteksi dini neuropati dilakukan menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), Ipswich Touch Test (IpTT), dan Monofilament Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan perangkat lunak statistik sederhana. Dari 91 responden yang diperiksa, sebagian besar mengalami gejala neuropati perifer yang meliputi kram otot, kelemahan, rasa tertusuk dan terbakar, nyeri seperti terbakar, serta kulit kering dan pecah-pecah. Hanya 24 responden yang sebelumnya telah diinformasikan oleh dokter mengenai neuropati diabetika. Pada Monofilament Test, hampir setengah dari responden tidak merasakan sentuhan pada beberapa titik, menunjukkan neuropati perifer. Skrining IpTT mengidentifikasi 75 responden mengalami neuropati, dengan beberapa di antaranya tidak dapat merasakan hingga enam sentuhan. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi neuropati perifer pada penyandang DM tipe 2 di Jayapura, yang sebagian besar belum terdeteksi sebelumnya. Skrining dini dengan MNSI, IpTT, dan Monofilament Test efektif dalam mengidentifikasi neuropati diabetika, sehingga dapat membantu intervensi lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.