Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Customer Satisfaction and Repurchase Intention in Terms of E-Commerce Logistics Service Quality and Recovery Service Amma Fazizah; Antin Rakhmawati; Eko Agus Alfianto; Dewi Nikmatul Husnah

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jsb.v11i1.4150

Abstract

Abstract The shift from traditional markets to digital markets makes the community's need for expedition services very high. The increasing number of business competitors in electronic services requires companies to always pay attention to consumer needs and try to meet consumer expectations by providing quality electronic services that can create customer satisfaction. This study aims to determine the effect of E-Service Quality and E-Recovery Service on Repurchase Intention through Customer Satisfaction as a mediating variable. The type of research used is explanatory research with a quantitative approach. The sample is 100 respondents who are J&T Express Indonesia customers who have submitted complaints to the X @jntexpressid. Data analysis used is PLS- SEM analysis with mediating effect. The results showed that: the E-Service Quality had a significant direct and indirect effect on Repurchase Intention through Customer Satisfaction;variable E-Recovery Service is not a significant direct effect on Repurchase Intention but an indirect significant effect on Repurchase Intention through Customer Satisfaction; Customer Satisfaction as a mediating variable significant effect on Repurchase Intention. Abstrak Pergeseran pasar tradisional ke pasar digital menjadikan kebutuhan masyarakat akan jasa ekspedisi sangat tinggi. Meningkatnya jumlah pesaing bisnis dalam layanan elektronik menuntut perusahaan untuk selalu memperhatikan kebutuhan konsumen serta berusaha memenuhi harapan konsumen dengan memberikan kualitas pelayanan elektronik yang dapat menciptakan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh E-Service Quality dan E-Recovery Service terhadap Repurchase Intention melalui Customer Satisfaction sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 100 responden yang merupakan pelanggan J&T Express Indonesia yang pernah mengajukan keluhan kepada akun X @jntexpressid. Analisis data yang digunakan adalah analisis PLS-SEM dengan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: variabel E-Service Quality berpengaruh signifikan secara langsung dan tidak langsung terhadap Repurchase Intention melalui Customer Satisfaction; variabel E-Recovery Service tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Repurchase Intention namun berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap Repurchase Intention melalui Customer Satisfaction; Customer Satisfaction sebagai variabel mediasi berpengaruh signifikan terhadap Repurchase Intention.
Pengaruh Trust, Servant Leadership, Kompetensi SDM, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan: Studi pada KUD Sembada Kecamatan Puspo dalam Perspektif Resource-Based View Habibatur Rochmah; Nuraeni Nuraeni; Eko Agus Alfianto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 5 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i2.8589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh trust, servant leadership, kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan studi kasus pada Koperasi Unit Desa (KUD) Sembada Kecamatan Puspo. Lembaga koperasi seperti KUD memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi pedesaan, namun pengelolaan sumber daya manusia di dalamnya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menerapkan pendekatan kepemimpinan dan lingkungan kerja yang mendukung kinerja optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trust, servant leadership, kompetensi SDM, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Di antara keempat variabel, servant leadership merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong peningkatan kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang mengedepankan pelayanan, dukungan moral, dan pengembangan individu mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan perspektif Resource-Based View (RBV)untuk menjelaskan bagaimana keempat variabel tersebut dapat berfungsi sebagai sumber daya strategis (VRIN) dalam membangun keunggulan kompetitif koperasi melalui peningkatan kinerja karyawan. Implikasi praktis dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan pengelolaan SDM koperasi berbasis nilai-nilai kepemimpinan melayani, kompetensi, kepercayaan, dan lingkungan kerja yang sehat.
Pengaruh Burnout, Beban Kerja, Dan Budaya Kerja Terhadap Motivasi Karyawan di PT. EASTERNTEX Eko Agus Alfianto; Musdolifah
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh burnout, beban kerja, dan budaya kerja terhadap motivasi karyawan di PT. Easterntex. Penelitian menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dengan populasi 658 karyawan departemen produksi. Sampel sebanyak 249 responden ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi karyawan (β = -0,494; sig. = 0,000). Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi karyawan (β = -0,414; sig. = 0,000). Sebaliknya, budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi karyawan (β = 0,287; sig. = 0,000). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap motivasi karyawan (F = 330,213; sig. = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,799 menunjukkan bahwa 79,9% variasi motivasi karyawan dapat dijelaskan oleh burnout, beban kerja, dan budaya kerja, sedangkan 20,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat kelelahan kerja dan beban kerja yang lebih tinggi berkaitan dengan motivasi karyawan yang lebih rendah, sedangkan budaya kerja yang lebih kuat berkaitan dengan motivasi karyawan yang lebih tinggi.