M. Amin Umar
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KHILAFIYAH DAN PERBEDAAN MAZHAB St. Nurfadillah. A; A. Dwi Mulyana; Zubair; Andi Farras Abbiyu; M. Amin Umar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10975

Abstract

Differences of opinion (khilafiyah) and the diversity of legal schools (madhhab) are inseparable realities within the Islamic intellectual tradition. These differences emerge from the dynamic process of ijtihad undertaken by Muslim scholars in interpreting and understanding the Qur’an and the Sunnah, particularly in matters of furū‘iyyah that lack definitive (qaṭ‘ī) textual evidence. This article aims to examine the concept of khilafiyah and the diversity of Islamic legal schools, as well as to analyze Muhammadiyah’s perspective in responding to these phenomena. This study employs a qualitative method with a library research approach by examining classical fiqh literature, scholarly works, and official Muhammadiyah documents. The findings indicate that khilafiyah and differences among legal schools represent a form of Islamic intellectual richness, reflecting the flexibility and comprehensiveness of Islamic law. Muhammadiyah views these differences as an inevitable reality that should be managed in a scholarly, moderate, and tolerant manner through a return to the Qur’an and the Sunnah, the application of manhaj tarjīḥ, collective ijtihad (ijtihād jamā‘ī), and the rejection of excessive madhhab fanaticism. Through this approach, khilafiyah is not a source of conflict but a means of strengthening Islamic brotherhood and advancing progressive Islamic thought. This study is expected to contribute theoretically to a more proportional understanding of madhhab differences and to promote inclusive and constructive religious attitudes amid the plurality of the Muslim community. Keywords: Khilafiyah, Madhhab Differences, Islamic Jurisprudence, Ijtihad, Muhammadiyah
TUJUAN DAN FUNGSI FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM Ummi Khairi Putri; Rifda Nur Irwani; M. Ridwan Hamzah; M. Amin Umar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan proses pembinaan manusia secara menyeluruh yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan spiritual, moral, dan sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam memerlukan landasan filosofis yang kuat agar arah, tujuan, dan praktik pendidikannya tetap selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tujuan dan fungsi filsafat dalam pendidikan Islam serta menganalisis relevansinya dalam menghadapi tantangan pendidikan modern yang ditandai oleh sekularisasi, materialisme, dan krisis moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis terhadap sumber primer dan sekunder yang meliputi karya ulama dan pemikir Islam klasik serta kontemporer dalam bidang filsafat pendidikan Islam. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) menggunakan pendekatan filosofis untuk mengkaji konsep, tujuan, dan fungsi filsafat pendidikan Islam secara sistematis dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki tujuan utama membentuk insan kamil, yaitu manusia yang seimbang antara aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial, serta mampu menjalankan perannya sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi. Selain itu, filsafat pendidikan Islam memiliki fungsi normatif sebagai landasan nilai, fungsi teoretis dalam perumusan konsep pendidikan, fungsi kritis dalam mengevaluasi kelemahan sistem pendidikan modern, fungsi praktis dalam memberikan solusi atas problem pendidikan umat, serta fungsi integratif dalam menyatukan ilmu agama dan ilmu umum. Artikel ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjaga identitas pendidikan Islam dan menjadi pijakan konseptual yang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi.