Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Sekolah Smk Maju Secanggang Desa Teluk Aisyah Rafiqah Azla Siregar; Nur Afni Pulungan; Abu Syahrin; Vania Daffa Y Daulay; Yusriani Yusriani; Deviana Sari; Dede Hariyansyah
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol. 1 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.3795

Abstract

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan formal, seperti yang ditemukan di sekolah atau perguruan tinggi, tidak selalu menjadi sumber pendidikan. Baik pendidikan nonformal maupun informal turut andil dalam pembentukan kepribadian seseorang, khususnya pada remaja atau pelajar. Kementerian Agama, khususnya, didorong oleh situasi unik Indonesia terkait suku, agama, dan ras untuk terus berupaya menjaga kerukunan umat beragama dan persatuan Indonesia dengan membangun konsep "Moderasi Beragama". Gagasan moderasi agama adalah menjaga keharmonisan komunitas agama. Desa Teluk yang berada di Kecamatan Secanggang, Kabupaten langkat merupakan desa dengan tingkat mayoritas masyarakat beragama Islam. Kelompok KKN 173 UINSU 2024 meninjau adanya perbedaan suku dan agama di sekolah SMK Maju Secanggang, dengan tingkat minoritas umat Kristiani yang berada di wilayah Muslim. Adanya perbedaan yang sangat signifikan di SMK Maju Secanggang Desa Teluk, membuat kelompok KKN 173 UINSU 2024 berupaya untuk menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat kecil antar agama di Desa Teluk, tepatnya di SMK Maju Secanggang. Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan, kelompok KKN 173 UINSU 2024 menyimpulkan bahwa sebagian besar pemahaman siswa/i yang baik terkait tentang moderasi beragama. Namun, masih ada beberapa siswa yang sulit membedakan antara toleransi dan toleransi yang berlebihan. Selain itu, guru agama masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam pembelajaran.
Perlindungan Hak Siar Pertandingan Sepak Bola dalam Perspektif Haq Maliyah dan Haq Al-Intifa’ : Studi Kasus Situs Yandex Dede Hariyansyah; Syafruddin Syam
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qiyas.v11i2.12508

Abstract

Abstracts: The development of digital technology has changed the way people access soccer match broadcasts. However, this convenience has also created problems involving the access and distribution of match broadcasts through websites that do not have official authorization from the broadcasting rights holders. This study aims to analyze the position of soccer broadcasting rights as an object of ownership from the perspective of Haq Maliyah and Haq Al-Intifa’, examine the legality of accessing unlicensed broadcasts through the Yandex search engine, and analyze the legal protection measures for broadcasting rights based on the principles of fiqh muamalah. This study employs normative legal research using conceptual and statutory approaches. The results show that soccer broadcasting rights have economic value and can be categorized as Haq Maliyah because they arise from the creativity, intellectual effort, and investment of the rights holders. Broadcasting rights also contain elements of Haq Al-Intifa’ because they provide legitimate economic benefits to the rights holders through the lawful use and utilization of the broadcasts. Accessing unlicensed broadcasts through links found using the Yandex search engine has the potential to reduce the economic benefits of the rights holders when conducted without authorization. Legal protection can be implemented through preventing unauthorized distribution, strengthening technological protection systems, blocking infringing links, and providing compensation for parties that cause economic losses. From the perspective of Islamic economic law, such protection is consistent with the principles of justice, the prohibition of causing harm, and ḥifẓ al-māl as an effort to protect property. Keywords: Broadcasting Rights, Haq Maliyah, Haq Al-Intifa’, Islamic Economic Law, Yandex   Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pola masyarakat mengakses tayangan pertandingan sepak bola. Di sisi lain, kemudahan tersebut menimbulkan persoalan berupa akses dan penyebaran siaran pertandingan melalui situs yang tidak memiliki izin resmi dari pemegang hak siar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hak siar pertandingan sepak bola sebagai objek kepemilikan dalam perspektif Haq Maliyah dan Haq Al-Intifa’, menganalisis legalitas akses terhadap siaran yang tidak berlisensi melalui situs Yandex, serta mengkaji upaya perlindungan hak siar berdasarkan asas-asas fiqh muamalah. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak siar pertandingan sepak bola memiliki nilai ekonomi dan dapat dikategorikan sebagai Haq Maliyah karena lahir dari kreativitas, usaha intelektual, serta investasi pemegang hak. Hak siar juga memiliki unsur Haq Al-Intifa’ karena memberikan manfaat ekonomi kepada pemegang hak melalui penggunaan dan pemanfaatan siaran secara sah. Akses terhadap siaran yang tidak berlisensi melalui tautan yang ditemukan menggunakan mesin pencari Yandex berpotensi mengurangi manfaat ekonomi pemegang hak siar apabila dilakukan tanpa izin. Perlindungan hak siar dapat dilakukan melalui pencegahan penyebaran siaran tanpa izin, penguatan perlindungan teknologi, pemblokiran terhadap tautan yang melanggar, serta penerapan ganti rugi terhadap pihak yang menimbulkan kerugian. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, perlindungan tersebut sejalan dengan prinsip keadilan, larangan menimbulkan kemudaratan, dan ḥifẓ al-māl sebagai upaya menjaga harta. Kata kunci: Hak Siar, Haq Maliyah, Haq Al-Intifa’, Hukum Ekonomi Syariah, Yandex.