Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Bahasa Inggris Menyenangkan untuk Anak Sekolah Dasar melalui Program PKM di Taman Sari Hijau Leil Badrah Zaki; Theodesia Lady Pratiwi; Pandu Prasodjo; Nurlaily; Tetti; David Sutan; Hardy Christ; Nifaila Najwa Inayah; Olivia Museng
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4592

Abstract

Abstract: The purpose of this service program (PKM) that we have held in Taman Sari Hijau Housing aims to study the extent of the ability or competence of elementary school children in English in the housing. With a quota of 30 students, we came to the conclusion that most of the students, apart from the lack of access to English content, we also found a lack of interest in English, so the PKM that we conducted was not only about studying partner problems, but also introducing them to English and teaching with more effective methods, and the results showed that children do need a more "fun" approach than memorizing standard vocabulary, so they can use the vocabulary they have learned with more confidence. Keywords: community service; english language proficiency; interest in learning; fun learning methods Abstrak: Program pengadian kepada masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Perumahan Taman Sari Hijau berdasarkan pada kebutuhan dan peningkatan kemauan belajar dan juga minat dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di lingkungan tersebut. Terdapat 30 anak-anak pada jenjang Sekolah Dasar yang menjadi peserta kegiatan ini. Berdasarkan hasil obeservasi awal ditemukan bahwa masih kurangnya akses terhadap konten pembelajaran berbahasa Inggris dan juga masih kurangnya minat anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan mempelajari permasalahan mitra dan kemudian memperkenalkan dan mengimplemnetasikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah Total Physical Response (TPR) yang diterapkan melalui tahapan kegiatan yang terstruktur, dimulai dari pengenalan kosakata sederhana, demonstrasi gerakan oleh pengajar, hingga praktik langsung oleh siswa melalui permainan edukatif (games). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak memang membutuhkan pendekatan yang lebih “menyenangkan” dari pada penghafalan kosakata yang baku, sehingga mereka dapat menggunakan kosakata yang telah mereka pelajari dengan lebih percaya diri. Kata kunci: pengabdian kepada Masyarakat (PKM); kemampuan bahasa inggris; minat belajar; metode pembelajaran menyenangkan
Pencegahan Perilaku Perundungan Sosialisasi Pencegahan Bullying Sebagai Upaya Charlie Luckyano Tambunan; Putri Sinta Safira; Rubby Marally; Roy Vincent; Nealson Nealson; Nifaila Najwa Inayah; Melissa Yingfanie; Muhammad Rafli Alamsyah; Febry Effendy; Eviana Octovia; Maria Puteri Rahman; Fernando Fernando; Novelia Talita Putri; Jessinta Jessinta; Muhammad Raihan
Journal of Citizen Research and Development Vol. 1 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3605

Abstract

Bullying atau perundangan menjadi masalah yang tidak dapat dihindari terutama pada anak-anak. Kasus bullying ini tidak hanya terjadi dalam lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengingatkan dan mencegah terjadinya bullying pada anak. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan adanya sosialisasi materi singkat mengenai bullying kepada anak-anak panti asuhan. Hasil penelitian yang didapatkan sangat positif bahwa setelah dilaksanakan sosialisasi, anak-anak  mempraktekkan hal positif yang dapat mencegah terjadinya bullying, seperti melaporkan kepada pihak yang berwenang jika mereka mengalami bullying. Dengan demikian, program sosialisasi bullying ini sangat penting untuk dilaksanakan kedepannya untuk mengatasi masalah terjadinya bullying.