Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMODELAN MOLEKUL DAN MOLEKULAR DINAMIK PUTIK BUNGA SAFRON (Crocus sativus L.) SEBAGAI KANDIDAT OBAT ANTIKANKER PAYUDARA Pitaloka Ria Indah Kusuma; Kesuma Dini; Azminah Azminah
Pharmacoscript Vol. 6 No. 2 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i2.1391

Abstract

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang berkembang tanpa terkendali. Doxorubicin merupakan antibiotik golongan antrasiklin yang banyak digunakan untuk kemoterapi pada kanker payudara namun menyebabkan kardiotoksisitas. Tujuan penelitian ini adalah menemukan senyawa sebagai kandidat obat antikanker payudara yang berasal dari metabolit sekunder putik bunga saffron (Crocus sativus L) secara in silico. Analisis metabolit sekunder dilakukan dengan prediksi druglikeness, ADME-Tox, dan uji aktivitas metabolit sekunder dengan metode molecular docking menggunakan program AutoDock Vina dengan reseptor SIRT1 (PDB: 4I5I). Tahap selanjutnya dilakukan uji stabilitas dengan molecular dynamic menggunakan program CHARMM-GUI dan GROMACS yang terdiri dari RMSD, RMSF, jari-jari girasi, SASA dan ikatan hydrogen. Hasil molecular docking menunjukkan metabolit sekunder terbaik putik bunga saffron (Crocus sativus L) yaitu Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside (ΔG = -11,53 kkal/mol) terhadap senyawa pembanding doxorubicin (ΔG = -9,46 kkal/mol). Hasil interaksi ikatan senyawa Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside dengan reseptor 4I5I menunjukkan adanya ikatan hydrogen pada asam amino ASP A:348; ILE A:347; ikatan hidrofobik pada asam amino PHE A:273; PHE A:297. Senyawa Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside selama simulasi menunjukkan hasil RMSD yang relatif stabil dengan selisih nilai RMSD pada kisaran 0,15-0,3 Å; nilai RMSF; nilai jari-jari girasi; nilai SASA, ikatan hidrogen yang relatif stabil tanpa adanya fluktuasi selama waktu simulasi berjalan hingga 20ns. Diharapkan pada penelitian lebih lanjut dilakukan uji in vitro terhadap senyawa Scutellarein 7-methyl ether 6-glucoside yang berpotensi sebagai aktivator SIRT1.
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN NILAM DAN JAHE DENGAN METODE HUGELKULTUR BAGI MASYARAKAT DESA JATIJEJER Marisca Evalina Gondokesumo; Azminah Azminah; Dwie Retna Suryaningsih; Grace Felicia Djayapranata
PAKEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.6.3.498-504

Abstract

Limited water availability during the dry season poses a challenge for the cultivation of essential oil-producing crops in Jatijejer Village, Trawas District, Mojokerto Regency. Environmentally friendly and sustainable cultivation practices are also crucial for maintaining soil fertility in agricultural areas. These conditions necessitate the adoption of cultivation technologies that utilize local resources while enhancing water-use efficiency and the fertility of the growing medium. This community service initiative aimed to improve the knowledge and skills of farmers in Jatijejer Village regarding ginger and patchouli cultivation using the Hügelkultur technique—an organic and sustainable farming model. The activities comprised lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring, covering the selection of local organic materials, construction of Hügelkultur beds, preparation of planting materials, planting of ginger and patchouli, organic fertilization, and crop maintenance. The results demonstrated an improvement in the farmers' understanding and skills in applying the Hügelkultur technique, evidenced by an increase in evaluation scores from 73% in the pre-test to 98% in the post-test. Skill improvement was also reflected in the participants' ability to independently select and utilize available organic materials to construct beds, as well as to plant and maintain ginger and patchouli crops. Participants achieved a 100% skill proficiency rate in the final evaluation. Thus, this activity has successfully enhanced the farmers' capacity to implement Hügelkultur cultivation techniques utilizing local organic materials.