Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan menulis teks eksplanasi pascabencana pada murid kelas V yang mengikuti tiga perlakuan pembelajaran, yaitu Think Talk Write (TTW), TTW Berdiferensiasi, dan TTW Berdiferensiasi dengan Teknik Permodelan di Kabupaten Solok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain tiga kelompok posttest-only, dengan kelompok TTW sebagai kelompok pembanding aktif. Sampel berjumlah 56 murid yang dipilih secara purposif, terdiri atas kelompok TTW (n=11), TTW Berdiferensiasi (n=28), dan TTW Berdiferensiasi dengan Teknik Permodelan (n=17). Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja menulis teks eksplanasi dengan konteks pascabencana dan dinilai menggunakan rubrik analitik yang mencakup isi, struktur teks, unsur kebahasaan, kosakata dan kalimat efektif, serta ejaan. Analisis meliputi statistik deskriptif, Shapiro–Wilk, Levene, One-Way ANOVA, dan uji post-hoc Tukey–Kramer berdasarkan statistik ringkasan yang tersedia. Rata-rata skor posttest masing-masing kelompok adalah 69,09; 83,04; dan 89,12. Perhitungan ulang dari statistik ringkasan menghasilkan F(2,53)=14,98, p<0,001, dengan η²=0,361. Uji post-hoc menunjukkan perbedaan signifikan antara TTW dan TTW Berdiferensiasi (selisih=13,95; p<0,001) serta antara TTW dan TTW Berdiferensiasi dengan Teknik Permodelan (selisih=20,03; p<0,001). Perbedaan antara TTW Berdiferensiasi dan TTW Berdiferensiasi dengan Teknik Permodelan sebesar 6,08 poin tidak signifikan (p=0,105). Hasil tersebut menunjukkan bahwa perbedaan omnibus terutama terkait dengan perbedaan kelompok TTW terhadap dua kelompok lainnya.