Hari Wahyudi
Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Spiritualitas Hidup Melalui Pujian: Pembinaan Rohani Kelompok Kategorial Dewasa Gereja-Gereja Di Kalimantan Barat Melalui Kegiatan Borneo Bermazmur Sekolah Tinggi Teologi Abdi Tuhan Injili (ATI) Blegur, Romelus; Gading, Nico Pabayo; Wahyudi, Hari; Karo, Dinar Br; Sinaga, Rajokiaman; Kotte, Yohanis; Sugihyarto, Sugihyarto; Polan, Sevior Sampe; Warni, Rosma
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i2.567

Abstract

Spiritual development is a fundamental aspect of the church aimed at fostering a strong spiritual life to face contemporary challenges that threaten the character of God's people. This is particularly significant for the adult catechetical groups of churches in West Kalimantan, as reflected in the ministry reports from Sekolah Tinggi Theologia Abdi Tuhan Injili (STT ATI) Pontianak. The objective of the community service program (PkM) through the Borneo Bermazmur initiative of STT ATI is to enhance the spirituality of adult church members around West Kalimantan through the praxis and meaningful interpretation of worship songs. Worship can inspire God's people to reflect on God's goodness, transform their lives, and positively impact the broader community. The methods employed in this activity include monologue sermons, lectures, and interactive discussions. The results indicate that the PkM activities through Borneo Bermazmur had a positive impact by addressing the participants' spiritual needs. Furthermore, participants showed great enthusiasm for the PkM program and warmly embraced its implementation. This is evident from the survey results, which reflect highly positive responses, with participants feeling blessed by the event.Keywords: spirituality; worship; spiritual developmentAbstrakPembinaan rohani merupakan hal yang mendasar bagi gereja guna meningkatkan spiritualitas hidup yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman yang mengancam karakter umat Allah. Hal ini penting bagi kelompok ketegorial dewasa gereja-gereja di Kalimantan Barat, sebab berdasarkan hasil laporan pelayanan Sekolah Tinggi Theologia Abdi Tuhan Injili (STT ATI) Pontianak. Tujuan kegiatan PkM melalui Borneo Bermazmur STT ATI yaitu meningkatkan spiritualitas kelompok dewasa gereja-gereja di sekitar Kalimantan Barat melalui praksis dan pemaknaan puji-pujian, sebab pujian dapat mendorong umat Allah untuk menghayati kebaikan Allah, mengubah hidup, serta berdampak bagi masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah khotbah yang bersifat monolog, serta ceramah dan diskusi yang bersifat dialog. Hasil dari kegiatan tersebut adalah bahwa, kegiatan PkM melalui Borneo Bermazmur (BBMz) berdampak baik melalui materi-materi yang menjawab kebutuhan spiritual peserta. Selain itu, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan PkM, serta menyambut dengan baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal tersebut tampak melalui hasil survei terhadap kegiatan PkM yang menunjukkan tanggapan yang sangat baik dan para peserta merasa diberkati dengan kegiatan tersebut.Kata Kunci: spiritualitas; pujian; pembinaan rohani
Persoalan Hermeneutis tentang Konsep Allah Kaum Feminis Berdasarkan Perspektif Teologi Injili Parimpasa, Samuel; Blegur, Romelus; Kotte, Yohanis; Wahyudi, Hari
Missio Ecclesiae Vol 13 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i2.316

Abstract

Teologi Feminis merupakan teologi yang dibangun berdasakan perspektif kaum Perempuan yang berdampak pada cara tefsir terhadap Alkitab. Prinsip hermeneutik atau penafsiran yang digunakan bertolak pada pengalaman konteks, sehingga otoritas teks Alkitab tidak dimutlakkan melainkan terbuka bagi kritik. Dari upaya tersebut, Allah pun kemudian ditafsir dari perspektif gender. Masalah inilah yang menjadi tujuan penelitian, sebab berdampak juga pada kekeliruan berteologi khususnya dari kalangan kaum Injili. Masalah yang disoroti di sini adalah terkait persoalan hermeneutis yang turut memengaruhi cara berteologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa hermeneutik kaum feminis telah menyebabkan kekeliruan berteologi melalui metode pendekatan terhadap Alkitab yang tidak kredibel. Teologi feminis juga memakai Alkitab sebagai sumber yang mendukung asumsi teologi mereka, namun tidak dengan tujuan mempertahankan otoritasnya. Sebaliknya teks Alkitab dibiarkan terbuka bagi kemungkinan baru melalui kritik demi melayani kepentingan konteks. Feminisme menempatkan Alkitab dibawah perspektif pengalaman manusia, sehingga mendistorsi kewibawaannya. Hal tersebut bertolak belakang dengan kaum injili yang memegang teguh kemutlakan Alkitab sebagai firman Allah.