Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Molecular Docking and Pharmacoinformatics Study of Bioactive Compounds in Sweet Flag (Acorus calamus L.) as Antidiabetic Agents Targeting α-Glucosidase Nasution, Rani Sakila; Dewata, Indang; Yuhelman, Nofri; Sandrawati, Neny; Kusnanda, Arif Juliari
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 4 (2025): Special Issue
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i4.8994

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder whose prevalence continues to rise, necessitating safer and more effective therapeutic alternatives. This study aims to explore the potential of active compounds from the calamus plant (Acorus calamus L.) as candidates for α-glucosidase enzyme inhibitors using an in silico approach. Pharmacokinetic screening, toxicity prediction, and Lipinski's Rule of Five screening were conducted to assess the pharmacological suitability of the compounds, followed by molecular docking using MOE 2022 software. The results of the study showed that several compounds from the jeringau plant (Acorus calamus L.), such as galgravin and veraguensin, have strong binding affinity to the α-glucosidase enzyme with docking scores of −8.40 kcal/mol and −8.37 kcal/mol, respectively. Pharmacokinetic prediction results indicate that the test compounds have good absorption and meet druglikeness criteria. This study suggests that active compounds from jeringau have potential for development as natural-based antidiabetic agents. However, this research is limited to computational analysis without experimental data support, and compound selection is based on GC-MS results without further isolation or characterization. Further studies through in vitro and in vivo testing, as well as molecular dynamics simulations and ADMET predictions, are required to validate these findings comprehensively.
Studi Molecular Docking dan Farmakoinformatika Senyawa Kurkumin dan Arturmeron pada Tumbuhan Kunyit (Curcuma Longa Linn.) Sebagai Antihipertensi: Molecular Docking and Pharmacoinformatics Study of Curcumin and Arturmeron Compounds in Turmeric Plants (Curcuma Longa Linn.) as Antihypertensive Agustian, Dede Rahman; Syafrizayanti, Syafrizayanti; Alfath, Yuma Nur; Riga, Riga; Kusnanda, Arif Juliari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2287

Abstract

Content Angiotensin Converting Enzyme (ACE) is an enzyme that is able to convert the peptide angiotensin 1 into angiotensin 2 which plays a role in the process that causes hypertension. Curcumin and artumeron are a group of chemical compounds that are widely contained in the turmeric plant (Curcuma Longa Linn.) which are reported to have the potential to inhibit ACE in vitro. The aim of this research is to predict the binding interactions of the curcumin and artumeron compound groups with the amino acids in ACE and using the native ligand captopril as the standard ligand. The method used was pharmacokinetic screening of active compounds in the curcumin and artumeron groups using ADMET predictions, Lipinski Rule of five and molecular docking simulations with the MOE program. Based on the results of screening and molecular docking simulations, it shows that the curcumin compound can bind to the ACE enzyme with a binding affinity of -6.032 kcal.mol-1 with a binding site with the amino acid Leu 342 better than captopril which has a binding affinity value of 4.427 kcal.mol-1 with binding sites with the amino acids Glu 342, Pro 344 and Thr 345. These results showed the curcumin compound potential used as a candidate for natural ingredients in antihypertensive treatment because according to in silico predictions it has abilities that are not much different from captopril. Keywords:          ACE, antihypertensive, in silico, Curcuma Longa Linn.   Abstrak Angiotensin Converting Enzyme (ACE) merupakan enzim yang mampu merubah peptida angiotensin 1 menjadi angiotensin 2 yang berperan dalam proses penyebab hipertensi. Senyawa kurkumin dan artumeron merupakan golnngan senyawa kimia yang banyak terkandung dalam tumbuhan Kunyit (Curcuma Longa Linn.) dilaporkan mempunyai potensi dalam menghambat ACE secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk prediksi interaksi penambatan golongan senyawa kurkumin dan artumeron  dengan asam-asam amino pada ACE dan menggunakan ligan native kaptopril sebagai ligan standarnya. Metode yang digunakan berupa skrining senyawa aktif golongan kurkumin dan artumeron secara farmakokinetika dengan prediksi ADMET, Lipinski Rule of Five dan simulasi penambatan molekul dengan program MOE. Berdasarkan hasil skrining dan simulasi penambatan molekul menunjukkan bahwa senyawa curcumin dapat berikatan dengan enzim ACE dengan afinitas pengikatan sebesar -6,032 kcal.mol-1 dengan situs pengikatan dengan asam amino Leu 342 lebih baik dibandingkan dengan captopril yang mempunyai nilai afinitas pengikatan sebesar 4,427 kcal.mol-1 dengan situs pengikatan dengan asam amino Glu 342, Pro 344 dan Thr 345. Hasil ini menunjukkan senyawa curcumin  dapat dijadikan sebagai kandidat bahan alami dalam pengobatan antihipertensi karena secara prediksi in silico memiliki kemampuan yang tidak berbeda jauh dengan kaptopril. Kata Kunci:         ACE, antihipertensi, in silico, Curcuma Longa Linn.
Pengembangan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai Alternatif Pengganti Pupuk Kimia pada Pertanian di Kenagarian Sariak Laweh Kusnanda, Arif Juliari; Ikhsan, Fajri; Stiadi, Della Rosalynna; Nasra, Edi; Away, Romy Dwipa Yamesa; Riga, Riga; Putra, Ahadul; Fitri, Bali Yana; Lata, Iqbal; Uzumaki, Mitra
Pelita Eksakta Vol 9 No 1 (2026): Pelita Eksakta, Vol. 9, No. 1
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol9-iss1/326

Abstract

Nagari Sariak Laweh terletak di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat, dengan luas wilayah 21,36 km² atau 22,66% dari luas Kecamatan Akabiluru. Masyarakatnya mayoritas bergerak di sektor pertanian dan peternakan, terutama dalam budidaya tnaman sayur, kopi dan jagung. Namun, limbah dari aktivitas ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi besar sebagai bahan baku pupuk organik. Seiring meningkatnya kebutuhan pupuk dalam sektor pertanian, penggunaan pupuk kimia menjadi dominan. Meski efektif, pupuk kimia berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan tanah. Oleh karena itu, pengembangan pupuk organik cair (POC) menjadi solusi ramah lingkungan yang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga memanfaatkan limbah organik secara produktif.Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada petani di Nagari Sariak Laweh mengenai pengolahan limbah pertanian dan sampah organik rumah tangga menjadi POC yang murah, ramah lingkungan, dan berkualitas. Kegiatan meliputi pemaparan materi tentang dampak negatif pupuk kimia, manfaat limbah organik, teknik pembuatan POC, hingga strategi pemasaran produk. Praktik langsung pembuatan POC menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Petani diajarkan cara memilih bahan, proses fermentasi, serta aplikasi pupuk ke lahan pertanian. Diharapkan, produk yang dihasilkan dapat digunakan sendiri maupun dijual, sehingga meningkatkan keuntungan petani sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim pelaksana dari Departemen Kimia dengan Pemerintahan Nagari Sariak Laweh. Tujuannya tidak hanya menghasilkan produk POC, tetapi juga memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan Nagari Sariak Laweh dapat menjadi percontohan dalam pemanfaatan limbah organik untuk pertanian berkelanjutan. Selain memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani, penggunaan POC juga menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pertanian di wilayah tersebut..