Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antituberkulosis Lichen Usnea sp.: Phytochemical Screening and Antitubercular Activity of Lichen Usnea sp. Riga, Riga; Agustini, Dewi Meliati; Shidiq, Gin Gin Ash; Ikhsan, Muhammad Habibul
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2381

Abstract

This research aims to identify fractions inhibiting the growth of M. tuberculosis. The sample in this study was Usnea sp. dissolved in methanol followed by extraction with EtOAc. Antituberculosis testing was carried out using the Microscopic Observation Drug Susceptibility (MODS) method on both extracts (methanol and ethyl acetate) with media as negative control and media and Polymyxin, Amphotericin B, Nalidixic acid, Trimethoprim and Azlocillin (PANTA) as positive control. Observations of them were carried out until the 14th day using a microscope. The observation results showed that the EtOAc extract had a strong minimum killing power against M. tuberculosis isolate H37Rv, while the methanol extract showed a moderate minimum killing power against M. tuberculosis isolate H37Rv at a concentration of 250 ppm. Interestingly, the antitubercular activity using MODS method from Usnea sp. extract. Was firstly studied in this research. Keywords:          Lichen, M. Tuberculosis, MODS, Usnea sp.   Abstrak Tujuan studi ini yaitu untuk mengidentifasi fraksi yang dapat menginhibisi pertumbuhan bakteri M. tuberculosis. Sampel yang diujikan adalah ekstrak pekat Lichen Usnea sp. yang dilarutkan dengan metanol yang selanjutnya diekstraksi dengan etil asetat. Aktivitas antituberkulosis ditentukan dengan metode Microscpy Observation Drug Susceptibility (MODS) terhadap kedua ekstrak (metanol dan etil asetat). Media kosong digunakan sebagai kontrol negatif dan kontrol positif berupa media dan Polymyxin, Amphotericin B, Nalidixic acid, Trimethoprim and Azlocillin (PANTA). Isolat bakteri yang digunakan adalah M. tuberculosis isolat H37Rv. Pengamatan dilakukan sampai hari ke-14 menggunakan mikroskop. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki daya bunuh minimum yang kuat terhadap M. tuberculosis isolat H37Rv, sementara ekstrak metanol menunjukkan daya bunuh minimum yang sedang terhadap M. tuberculosis isolat H37Rv pada konsentrasi 250 ppm. Menariknya, penelitian uji aktivitas antituberkular menggunakan metode MODS dari ekstrak Usnea sp. pertama kali dilakukan pada penelitian ini. Kata Kunci:         Lichen, M. Tuberculosis, MODS, Usnea sp.
UJI ANTIOKSIDAN FUNGI ENDOFITIK BS-1 YANG BERASOSIASI PADA BUNGA SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) DENGAN BERAS MERAH SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN Oktria, Wandi; Riga, Riga; Ikhsan, Muhammad Habibul; Agustini, Dewi Meliati
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v11i1.5545

Abstract

Andrographis paniculata (Sambiloto) adalah anggota famili Acanthaceae yang memproduksi beragam metabolit sekunder dan berpotensi sebagai senyawa antioksidan.  Disamping dari tumbuhan alaminya, senyawa antioksidan dari A. paniculata juga dapat diperoleh melalui jamur yang berkolonisasi di dalam jaringannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat antioksidan dan komponen fitokimia pada jamur endofitik BS-1 yang berkolonisasi dalam jaringan bunga A. paniculata menggunakan beras merah sebagai media pertumbuhan. Metode penelitian terdiri dari beberapa tahapan yang dimulai dari inokulasi, optimasi, kultivasi, maserasi, analisis antioksidan dan analisis metabolit sekunder dari jamur endofitik BS-1 pada bunga A. paniculata. Analisis antioksidan pada ekstrak EtOAc jamur endofitik BS-1 dilakukan mengikuti metode DPPH. Nilai IC50 yang didapatkan adalah 91,56 ppm menunjukkan ekstrak EtOAc jamur endofitik BS-1 mempunyai aktivitas antioksidan dengan kateorgi kuat.