Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Kurikulum pendidikan agama Kristen yang inklusif dan solider: Respons etika solidaritas Kristen terhadap fragmentasi sosial era woke culture Tjandra, Daniel Sudibyo
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.987

Abstract

Woke Culture and Cancel Culture present new ethical challenges in the digital society, including within Christian Religious Education in Indonesia. The resulting social fragmentation—driven by confrontational justice narratives—demands a more dialogical and solidaristic curriculum. This study employs a constructive-theological approach to formulate a responsive model of Christian Religious Education curriculum, grounded in Rebecca Todd Peters’ Christian ethic of solidarity. Her framework rejects individualistic morality and symbolic violence, emphasizing the cultivation of dialogical spaces (brave spaces), solidarity with the marginalized, and the integration of orthodoxy, orthopathy, and orthopraxy. The findings reveal that a solidaristic and contextual curriculum can form learners into agents of justice who are compassionate, critically engaged, and dialogically capable in pluralistic societies. Such a curriculum functions not merely as doctrinal instruction, but as a transformative space of faith formation, relevant both theologically and ethically.   Abstrak Woke Culture dan Cancel Culture menghadirkan tantangan etis baru dalam masyarakat digital, termasuk dalam pendidikan agama Kristen di Indonesia. Fragmentasi sosial yang diakibatkan oleh nilai-nilai keadilan yang konfrontatif menuntut kurikulum yang lebih dialogis dan solider. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktif-teologis untuk merumuskan model kurikulum Pendidikan Agama Kristen yang responsif ter-hadap tantangan era woke, dengan menjadikan etika solidaritas Kristen dari Rebecca Todd Peters sebagai fondasi utama. Etika ini menolak mora-litas individualistik dan kekerasan simbolik, serta menekankan pembentukan ruang dialogis (brave space), keberpihakan pada yang tertindas, dan integrasi antara ortodoksi, ortopati, dan ortopraksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang solider dan kontekstual dapat mem-bentuk peserta didik menjadi agen keadilan yang penuh kasih, kritis terhadap ketidakadilan, dan mampu berdialog dalam masyarakat plural. Kurikulum ini menjadi sarana formasi iman yang relevan, tidak hanya secara doktrinal, tetapi juga secara sosial dan etis.
Dari absolutisme menuju dialog: Transformasi pedagogis etika Kristen dalam konteks postmodernitas dan multikulturalisme Tjandra, Daniel Sudibyo
KURIOS Vol. 11 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i2.1115

Abstract

This article examines the pedagogical transformation in Christian ethics education that occurred due to the paradigm shift from absolutism to a dialogical approach in the context of postmodernity and multiculturalism. This study uses a critical analysis method of contemporary educational theology literature and case studies of pedagogical implementation in various Christian educational institutions. The findings indicate that this pedagogical transformation necessitates an epistemological reconstruction that does not compromise theological authority but instead opens up space for critical engagement with a plurality of perspectives. The practical implication is the development of a more inclusive, contextual, and dialogical pedagogical model in Christian ethics education.   Abstrak Artikel ini mengkaji transformasi pedagogis dalam pendidikan etika Kristen yang terjadi akibat pergeseran paradigma dari absolutisme menuju pendekatan dialogis dalam konteks postmodernitas dan multikulturalisme. Penelitian ini menggunakan metode analisis kritis terhadap literatur teologi pendidikan kontemporer dan studi kasus implementasi pedagogis di berbagai institusi pendidikan Kristen. Temuan menunjukkan bahwa transformasi pedagogis ini memerlukan rekonstruksi epistemologis yang tidak mengorbankan otoritas teologis namun membuka ruang untuk keterlibatan kritis dengan perspektif pluralitas. Implikasi praktisnya adalah pengembangan model pedagogi yang lebih inklusif, kontekstual, dan dialogis dalam pendidikan etika Kristen.