Ach Rifai
Uin Sunan Kalijaga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hukum Berdakwah Dalam Perspektif Al-Qur’an Surah Ali Imran Ayat 104 Ach Rifai
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum berdakwah dalam perspektif Al-Qur'an, khususnya Surah Ali Imran ayat 104, merupakan sebuah tuntunan yang menegaskan pentingnya peran umat Islam dalam menyebarkan ajaran Islam dan memperjuangkan kebaikan dalam masyarakat. Ayat ini memberikan landasan hukum dan moral bagi praktik dakwah dalam Islam. Tujuan dari penelitian ini, tidak lain hanyalah untuk mengathaui pada hukum berdakwah dalam perspektif al-qur’an surah ali imran ayat 104. Metode penelitian yang dilakukan dalam penlitian ini, menggunakan penlitian yang bersifat library riset, sehingga data yang diperlukan terbagi mnejadi dua bagian. Pertama data primer yang diperoleh dari al-Qur’an serta tafsirnya. Kedua data sekunder, yaitu sebuah pendukung yang meliputi pada jurnal, buku, dan lain-lainya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa hukum dakwah bersifat kondisonal, jika pada ssuatu tempat tidak ada sama sekali personal, yang melakukan aktivitas dakwah. Maka dakwah tersebut hukumnya fardu ain. Namun jika pada tempat tersebut ada satu saja personal yang melakukan aktivitas dakwah. Maka hukum dari pada dakwah menjadi fardu kifayah. Demikian juga hukum dakwah menjadi fardu ain meski sudah terdapat personal yang sudah melakukan aktivitas dakwah, apabila kemungkaran masih meraja lela pada suatu tempat.
Komunikasi sebagai Sarana Membangun Kepercayaan Masyarakat Ach Rifai
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vqw65391

Abstract

Communication is a crucial aspect of social life, playing a significant role in building harmonious relationships and fostering public trust. This study aims to analyze the role of communication as a means of building public trust in social life, organizations, and government. The research method used was a qualitative approach with a descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis employed the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that effective, open, honest, and responsible communication can increase public trust in individuals, organizations, and the government. Good communication also contributes to creating harmonious social relations, strengthening social solidarity, increasing public participation, and building a positive image of an institution. Furthermore, professional and humane communication can minimize social conflict and foster social stability in society. In the digital era, communication also faces challenges in the form of the spread of hoaxes and disinformation, which can impact public trust. Therefore, ethical, transparent, and public-interest-oriented communication is necessary to maintain public trust. Thus, communication plays a strategic role as a means of building public trust and creating a harmonious, peaceful, and cooperative social life. Abstrak Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial yang memiliki peranan besar dalam membangun hubungan harmonis dan menciptakan kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi sebagai sarana membangun kepercayaan masyarakat dalam kehidupan sosial, organisasi, maupun pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif, terbuka, jujur, dan bertanggung jawab mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap individu, organisasi, maupun pemerintah. Komunikasi yang baik juga berkontribusi dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis, memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun citra positif suatu lembaga. Selain itu, komunikasi yang dilakukan secara profesional dan humanis dapat meminimalkan konflik sosial serta menciptakan stabilitas sosial dalam kehidupan masyarakat. Di era digital, komunikasi juga menghadapi tantangan berupa penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang etis, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik agar kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga. Dengan demikian, komunikasi memiliki peranan strategis sebagai sarana membangun kepercayaan masyarakat dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan penuh kerja sama.