Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kompres Hangat dan Relaksasi Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Sangalla Kabupaten Tana Toraja Gita Masyita; Erni; Widya Astuti
Media Publikasi Penelitian Kebidanan Vol. 6 No. 1: MARET 2023
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Bisnis Graha Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kompres air hangat dan relaksasi ini sangat efektif dalam menurunkan nyeri menstruasi (dismenore) atau spasme otot. Pemberian Peningkatan suhu dapat melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah lokal. Oleh karena itu, peningkatan suhu disalurkan melalui kompres hangat dapat meredakan nyeri menstruasi (dismenore) dengan menyingkirkan produk inflamasi, seperti bradikinin, histamin dan prostaglandin yang akan menimbulkan rasa nyeri lokal.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dan relaksasi terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMP Negeri 1 Sangalla Kabupaten Tana Toraja. Metode : yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Eksperiment dengan rancangan One group pre test –post test. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 20 siswi mengalami dysmenorrhea dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 orang diberi kompres hangat dan 10 orang diberi relaksasi. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri haid pa da remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh relaksasi terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Kesimpulan : Diharapkan kepada pihak sekolah agar senantiasa bekerja sama dengan petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan kepada remaja putri dalam memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai dismenorhea.
Deteksi Dini Kelainan Sistem Reproduksi Wanita Dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Irfana Irfana; Sri handayani Bakri; Suriani Tahir; Endri Nisa; Siti Hadijah; Erni Erni; Titin Sariani Sahid; Jalifah Jalifah; Umy Chalsum Sopalatu
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.362

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kelainan sistem reproduksi wanita dengan metode pemeriksaan IVA dan SADARI di dusun Bonto Boddia Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan IVA dan SADARI, demonstrasi pemeriksaan SADARI dan pemeriksaan IVA gratis oleh tim PKM prodi D III Kebidanan FKIK Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan TIM IVA Puskesmas Bajeng. Peserta kegiatan terdiri dari wanita usia subur (WUS) yang ada di lingkungan dusun Bonto Boddia sebanyak 20 orang.  Tahapan awal kegiatan dimulai dengan registrasi, pre tes screening, pemeriksaan IVA, penyuluhan kesehatan sekaligus demonstrasi SADARI dan diakhiri pengisian kuesioner post tes screening. Kegiatan ini berlangsung dengan baik berkat respon positif dan antusiasme dari peserta. Tindak lanjut kegiatan dengan mengkoordinasikan hasil penemuan pemeriksaan IVA positif untuk dilakukan pemeriksaan Papsmear oleh TIM IVA Puskesmas Bajeng.
Hubungan Paritas Terhadap Sikap Ibu Hamil dalam Mendeteksi Dini Komplikasi Kehamilan Nurlina Nurlina; Nurbiah Eka Susanty; Erni Erni; Nurdiana Eka Nurdiana
Voice of Midwifery Vol 13 No 1 (2023): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy complications are obstetric emergencies that can cause death to the mother and baby. The existence of complications in pregnancy will have an impact on the health of the fetus and the risk for complications at birth, neonatal complications, impaired growth and development of toddlers. Parity is one of the determinants of the welfare of the mother and fetus during pregnancy and childbirth. This study aims to determine the relationship between parity and attitudes of pregnant women in early detection of pregnancy complications. This research is a cross sectional study, which was carried out from 01 to 30 November 2022 at the Kassi-Kassi Health Center in Makassar City. The sampling method was purposive sampling with a total of 30 respondents. Data processing used SPSS and data analysis was performed using the Spearman correlation test. Based on the results of the correlation test with Spearman, a correlation coefficient of 0.558 (p > 0.05) was obtained so that it can be concluded that parity has no significant relationship to maternal attitudes in early detection of pregnancy complications. There is no parity relationship with the mother's attitude in early detection of pregnancy complications. It is suggested that further researchers can examine other variables.
Optimalisasi Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Melalui Pelayanan Imunisasi Di Klinik Bkia Rakyat Kota Makassar Irfana Irfana; Nurbiah Eka susanty; Erni Erni; Nurlina Nurlina; Nurdiana Nurdiana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.938

Abstract

: Imunisasi dasar lengkap merupakan upaya preventif yang sangat penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas bayi serta balita akibat penyakit menular yang dapat dicegah. Namun, kesenjangan cakupan imunisasi masih terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Kota Makassar, akibat faktor pengetahuan, akses dan persepsi masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Klinik BKIA Rakyat Kota Makassar dengan tujuan meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap melalui pelayanan langsung dan edukasi kepada orang tua. Metode yang digunakan adalah one-group pretest–posttest yang melibatkan 18 bayi yang belum lengkap imunisasinya. Kegiatan mencakup verifikasi status imunisasi, pemberian vaksin, konseling, dan evaluasi pascapelayanan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah edukasi dan seluruh peserta memperoleh imunisasi lengkap tanpa adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Program ini menunjukkan efektivitas intervensi berbasis komunitas dalam mempercepat pencapaian cakupan imunisasi dasar lengkap.
KELOMPOK PENDAMPING REMAJA SEHAT NASYIATUL 'AISYIYAH KABUPATEN GOWA Nurdiana Nurdiana; Erni Erni; Zulkifli Zulkifli; Irfana Irfana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23779

Abstract

Abstrak: Pelayanan kesehatan reproduksi remaja bertujuan untuk mencegah dan melindungi remaja dari perilaku seksual berisiko yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi. Kurangnya edukasi dapat memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, diantaranya penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang dapat mengakibatkan morbiditas bahkan mortalitas ibu. Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi melalui pembentukan kelompok Pendamping Remaja Sehat Nasyiatul ‘Aisyiyah kabupaten Gowa. Metode yang digunakan dengan ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik konseling. Mitra kegiatan adalah pimpinan daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Gowa berjumlah 45 orang. Metode evaluasi yang digunakan adalah dengan mengukur tingkat pengetahuan peserta dengan memberikan pertanyaan melalui angket. Hasil evaluasi disimpulkan telah terbentuk 2 Kelompok Pendamping Remaja Sehat dan terdapat peningkatan pengetahuan kader dimana sebelumnya didapatkan gambaran pengetahuan peserta berada di kategori kurang sejumlah 21 peserta (47%), kategori cukup 18 peserta (40%) dan kategori baik 6 peserta (13%) tetapi setelah pemberian materi meningkat yakni di ketegori pengetahuan baik sebanyak 28 orang (62%), cukup sebanyak 15 orang (33%) dan 2 peserta dengan kategori kurang (5%).Abstract: Adolescent reproductive health services aim to prevent and protect adolescents from risky sexual behavior that can affect reproductive health. Lack of education can trigger undesirable things, including sexually transmitted diseases, pregnancy at a young age, and abortion which can result in maternal morbidity and even mortality. The activity aims to increase adolescent knowledge about reproductive health by forming the Nasyiatul 'Aisyiyah Healthy Adolescent Assistance group in the Gowa district. The methods used is lecture, question and answer, discussion, and counseling practice. The activity partners are 45 regional leaders of Nasyiatul 'Aisyiyah, Gowa Regency. The evaluation method used is to measure the participant's level of knowledge by asking questions through a questionnaire. The results of the evaluation concluded that 2 Healthy Youth Assistance Groups had been formed and there was an increase in cadre knowledge where previously it was found that the knowledge of participants was in the poor category with 21 participants (47%), 18 participants (40%) in the sufficient category and 6 participants in the good category (13%) but after providing the material it increased, namely in the good knowledge category as many as 28 people (62%), as many as 15 people (33%) and 2 participants in the poor category (5%). 
Pendampingan kader melalui pembuatan crinkle cookies ubi ungu sebagai upaya pencegahan anemia remaja putri Rismawati Rismawati; Nurqalbi Sampara; Hardyanty Subair; Erni Erni
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.4281

Abstract

Background: Stunting remains a pressing issue that requires resolution. The government has undertaken various efforts to address rising stunting rates across all levels of society, including in rural communities. Anemia is one factor potentially contributing to stunting. Anemia can be prevented through the consumption of foods rich in vitamins and minerals that support red blood cell formation. Purple sweet potato, which is rich in carbohydrates, vitamins, and minerals, holds great potential for use in food products designed to address nutritional issues, including anemia prevention. Purpose: To empower community health volunteers by enhancing their knowledge and skills regarding anemia screening and the production of purple sweet potato crinkle cookies as a nutritional source. Method: This community service activity was conducted at the Romang Polong Urban Village Hall in Gowa Regency. The initiative aimed to equip *Posyandu* (Integrated Health Post) volunteers with the knowledge and skills to process local purple sweet potatoes into crinkle cookies, serving as an alternative strategy for anemia prevention, particularly among adolescents. Twenty volunteers participated in the activity, accompanied by five adolescents as participating subjects. Participants' knowledge and understanding were assessed using a one-group pre-test and post-test design, utilizing questionnaires administered before and after the educational session. The evaluation results were analyzed descriptively to assess the success of the educational activity and the training on making purple sweet potato crinkle cookies as an alternative nutritional option for adolescents. Results: The findings indicate that prior to the educational activity, participant knowledge levels were categorized as good for 1 participant (5.0%), fair for 5 participants (25.0%), and poor for 14 participants (70.0%); following the activity, there was a proportional improvement, with 17 participants (85.0%) reaching the "good" category and 3 participants (15.0%) the "fair" category. Regarding participant proficiency in hemoglobin (Hb) testing and the technique for processing purple sweet potatoes into crinkle cookies, improvements were observed post-training, with all participants (100.0%) achieving the "good" category. Descriptively, the evaluation results also demonstrate a significant improvement in both knowledge and skills. Conclusion: This community service activity was conducted smoothly and effectively, enhancing community knowledge regarding anemia and providing skills aligned with community needs. The activity also motivated the community and fostered awareness regarding anemia prevention through the use of local food products to meet nutritional needs. Improved community knowledge and skills concerning nutrition will positively impact public health quality. Suggestion: It is hoped that this service activity can be continued through collaborative efforts aimed at preventing anemia among adolescents. Support from local government or relevant agencies is needed to enable the training to be conducted on a wider scale and over a longer period. Keywords: Adolescent girls; Anemia; Crinkle cookies; Health volunteers; Purple sweet potato Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan yang harus dituntaskan saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi peningkatan angka penderita stunting pada semua tingkatan termasuk pada masyarakat pedesaan. Salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan stunting adalah anemia. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang menunjang pembentukan sel darah merah. Ubi ungu yang kaya akan karbohidrat, vitamin dan mineral sangat potensial digunakan dalam pembuatan produk yang dapat membantu mengatasi masalah gizi, termasuk pencegahan anemia. Tujuan: Pemberdayaan kader untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan mengenai anemia serta pembuatan crinkle cookies dari ubi ungu sebagai sumber gizi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Romang Polong Kabupaten Gowa. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan pada kader Posyandu dalam pengolahan pangan lokal ubi ungu menjadi crinkle cookies sebagai alternatif upaya pencegahan anemia khususnya pada remaja. Kegiatan diikuti oleh 20 kader untuk menjadi partisipan dan 5 remaja sebagai subyek penyerta. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group posttest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (posttest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk menilai keberhasilan kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan crinkle cookies ubi ungu sebagai salah satu alternatif pemenuhan gizi pada remaja. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan partisipan sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 1 partisipan (5.0%) baik, sebanyak 5 partisipan (25.0%) cukup, dan sebanyak 14 partisipan (70.0%) kurang, sedangkan setelah kegiatan edukasi mengalami peningkatan secara proporsional menjadi sebanyak 17 partisipan (85.0%) baik dan sebanyak 3 partisipan (15.0%) cukup. Sedangkan untuk tingkat kemampuan partisipan dalam pemeriksaan Hb dan teknik pengolahan ubi ungu menjadi crinkle cookies mengalami peningkatan setelah kegiatan pelatihan menjadi seluruh partisipan dalam kategori baik (100.0%). Secara deskriptif hasil evaluasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dari aspek pengetahuan dan kemampuan. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana dengan lancar dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai anemia dan juga memberikan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan motivasi dan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat dalam mencegah anemia dengan menggunakan olahan bahan pangan lokal sebagai pemenuhan kebutuhan gizi. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang pemenuhan gizi akan memberikan dampak positif pada perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Saran: Diharapkan untuk kegiatan pengabdian ini dapat dilanjutkan sebagai kegiatan kerjasama dalam upaya pencegahan anemia pada remaja. Perlunya bantuan pelaksanaan dari pemerintah setempat atau instansi terkait agar pelaksanaan pelatihan dapat dilaksanakan dalam lingkup yang lebih luas serta jangka waktu yang lebih lama.