Fadzil Latifah
Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN STATUS GIZI, SERTA EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN KLOROFIL DAUN KATUK Suparmi Suparmi; Minidian Fasitasari; Fadzil Latifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20334

Abstract

Abstrak: Katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak ditanam di taman obat tradisional keluarga (TOGA) di Indonesia. Akan tetapi, pemanfaatan daun katuk sebagai suplemen untuk mencegah anemia masih perlu ditingkatkan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia dengan pemanfaatan daun katuk bagi warga Perumahan Sembungharjo Permai (RW 8) Sembungharjo, Semarang. Selain itu juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan status gizi untuk mengetahui Indeks Masa Tubuh (IMT), tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb). Evaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan dieveluasi menggunakan kuesioner. Kegiatan diikuti oleh warga RW VIII yang terdiri dari 72 orang, 55,6% perempuan dan 44,4% laki-laki, dengan rentang usia terbanyak 41-50 tahun. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti senam jantung sehat yang dipimpin oleh instruktur. Hasil pemeriksaan status kesehatan berdasarkan IMT menunjukkan bahwa 38.57% peserta memiliki IMT kategori obesitas dan 35.71% kategori IMT normal. Berdasarkan hasil tekanan darah sebanyak 50.91% peserta dalam kategori pra hipertensi, dimana rerata kadar Hb peserta sebesar 12.2 g/dL (9.5-14.0 g/dL) termasuk dalam kategori normal. Rerata tingkat pengetahuan peserta edukasi tentang nutrisi dan manfaat daun katuk untuk anemia sebesar 63.4%. Edukasi tentang penggunaan daun katuk diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan anemia dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang ditanam di sekitar rumah.Abstract: Katuk (Sauropus androgynus) is a traditional medicinal plants, particularly in Indonesia's planted family medicine gardens (TOGA). Nevertheless, utilizing katuk leaves as a supplementary measure for anemia prevention should be explored in more efforts. Community service aims to enhance endeavors to prevent anemia utilizing katuk leaves among the residents of Sembungharjo Permai Housing (RW 8) in Semarang. Furthermore, a comprehensive assessment of health and nutrition is conducted to ascertain the Body Mass Index (BMI), blood pressure, and hemoglobin (Hb) levels. Assessment of enhanced public knowledge following education conducted using a questionnaire. The inhabitants of RW VIII participated in the event, with 72 individuals. Among the attendees, 55.6% were women and 44.4% were males. Notably, the age group with the highest representation was individuals between 41 and 50, accounting for 48.6% of the participants. The community exhibited high enthusiasm in their active engagement with the healthy heart workout, which the teacher expertly facilitated. The findings from the health status assessment utilizing the BMI indicated that 38.57% of the individuals surveyed fell into the obese classification. In comparison, 35.71% were categorized as having a normal BMI. According to the findings from the blood pressure measurements, it was observed that 50.91% of the participants fell under the pre-hypertension classification. Additionally, the participants' average Hb level was also determined. The typical range for the category in question is 12.2 g/dL, with a reference range of 9.5-14.0 g/dL. The educational participants' degree of knowledge regarding the nutrition and benefits of katuk leaves for anemia was 63.4%. The dissemination of knowledge about the utilization of katuk leaves is anticipated to enhance endeavors in anemia prevention through the utilization of familial medicinal plants (TOGA) cultivated in the vicinity of residential dwellings.
PEMBERDAYAAN PKK DALAM PENGEMBANGAN KLOROFIL DAUN KATUK SEBAGAI MINUMAN HERBAL UNTUK ANEMIA Suparmi Suparmi; Fadzil Latifah; Atina Hussana; Ratnawati Ratnawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26637

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan tanaman obat di Taman Tanaman Obat Tradisional (TOGA) merupakan salah satu realisasi dari program pangan, kesehatan, dan perencanaan sehat dari kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader PKK dalam mengolah daun katuk sebagai minuman herbal pencegah anemia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: sosialisasi tentang manfaat klorofil daun katuk dalam mencegah anemia dan pelatihan pembuatan minuman herbal dari daun katuk. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang kader PKK RW 08 Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Evaluasi keberhasilan program dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Dampak pelatihan terhadap pencegahan anemia diamati berdasarkan pengukuran kadar hemoglobin warga RW 08 sebanyak 70 orang sebelum dan sesudah PkM. Tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader PKK RW 08 mengenai pemanfaatan daun katuk meningkat dari 60% menjadi 90%. Hasil pengukuran kadar hemoglobin menunjukkan terdapat penurunan jumlah warga yang mengalami anemia dari yang semula 27% menjadi 19,4%. Hasil PkM ini diharapkan dapat mendukung kemandirian penyediaan minuman herbal antianemia bagi keluraga dengan memanfaatkan daun katuk.Abstract: The utilization of medicinal plants in the Traditional Medicinal Plant Garden (TOGA) is one realization of the food, health, and wellness planning program led by Family Welfare Empowerment (PKK) cadres. This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of PKK cadres in processing katuk leaves into an herbal drink to prevent anemia. The methods of the activity include: educating participants about the benefits of katuk leaf chlorophyll in preventing anemia and training them to make herbal drinks from katuk leaves. Fifteen PKK cadres from RW 08, Sembungharjo Village, Genuk District, Semarang City, participated in this program. Program success was evaluated through questionnaires measuring knowledge and skills before and after the training. The impact of the training on anemia prevention was observed based on hemoglobin measurements of 70 RW 08 residents before and after the community service activity. The knowledge and skills level of RW 08 PKK cadres regarding the use of katuk leaves increased from 60% to 90%. Hemoglobin measurements showed a decrease in the number of residents with anemia, from 27% to 19.4%. The results of this community service activity are expected to support the self-sufficiency of families in providing anti-anemia herbal drinks by utilizing katuk leaves.