Luh Yesi Angga Natalia Dewi
STIKes Buleleng

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI BANJAR TEGAL DESA KUBUTAMBAHAN Ari Permana Putra; Ivans Panduwiguna; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.1

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan sikap peduli, empati mahasiswa dan kondisi keberadaan masyarakat terhadap pemenuhan obat tradisional yang berasal dari tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan akan dilaksanakan dengan menggunakan perpaduan antara metode pemberdayaan masyarakat, diklat dan pendampingan dengan melibatkan Mahasiswa dan Warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan dan Pendampingan kepada warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Selanjutnya kelompok masyarakat di Banjar Tegal Desa Kubutambahan diberikan pelatihan pemanfaatan Tanaman Obat Keluraga (TOGA). Tahapan berikutnya adalah upaya dalam Pembuatan Jamu instant di sertai dalam pengawasan penggunaan jamu instant terhadap warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan Target akhir dari kegiatan ini adalah melakukan pemberdaayan warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga yang sudah ada untuk dijadikan sebagai basis ekonomi dan peningkatan kualitas hidup.
PENYULUHAN TENTANG PENYALAGUNAAN OBAT (NARKOBA) DI BANJAR TEGAL DESA KUBUTAMBAHAN Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Abdul Rahman; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.2

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan sikap peduli, empati mahasiswa dan kondisi keberadaan masyarakat terhadap penyalagunaan obat. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan perpaduan antara metode pemberdayaan masyarakat, diklat dan pendampingan dengan melibatkan Mahasiswa dan Warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemberdayaan dan Pendampingan kepada warga kampus. Target akhir dari kegiatan ini adalah melakukan pemberdaayan warga Banjar Tegal Desa Kubutambahan dengan menyadari penyalagunaan obat dapat membahayakan kesehatan jiwa dan rohani, serta memberikan langkah-langkah dalam pencegahan terjadinya penyalagunaan obat (narkoba) dikalangan masyarakat, sehingga dapat peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN PROBIOTIK KEKINIAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS PADA KELOMPOK PKK DESA GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Luh Putu Desy Puspaningrat; Made Raningsih; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.24

Abstract

Minuman probiotik merupakan minuman yang baik untuk kesehatan dengan banyak mengandung sejumlah bakteri probiotik yaitu bakteri asam laktat (BAL) yang bermanfaat bagi saluran pencernaan untuk mneingkatkan keseimbangan di dalam mikroflora/scoby (Symbiotic Culture of Bakteri and Yeast), kefir, water kefir. Produk minuman probiotik kekinian nan sehat secara luas sudah dikenal oleh masyarakat, namun masih banyak yang belum mengetahui manfaat dan teknik pembuatan secara sederhana dalam skala rumah tangga oleh masyarakat. Padahal minuman tersebut memiliki nilai gizi yang tinggi untuk meningkatkan imun tubuh bagi kesehatan. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan secara rumah tangga asalkan dibuat dalam teknologi yang benar dan nanttinya bisa dijadikan sebagai usaha untuk menambah pendapatan bagi kelompok ibu-ibu PKK. Penyampaian pengetahuan dan pelatihan minuman probiotik antara lain minuman kombucha, kefir, dan water kefir ini dapat direalisasikan melalui program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Prodi S1 Farmasi Stikes Buleleng. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu PKK yang terletaknya di Desa Gitgit. Program ini dilaksanakan meliputi kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil yang diperoleh dari program ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan soft skill dan hard skill ibu-ibu PPK dalam rangka meningkatan kualitas hidup, dan peluang kewirausahaan.
PENYALAHGUNAAN OBAT NAPZA UNTUK ANTIINFLAMASI DI MASYARAKAT Lestari Nugrahini; Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Abdul Rahman; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.25

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, sehingga hal tersebut dijadikan masalah nasional. Korban penyalahgunaan narkotika tidak saja merambah daerah perkotaan, wilayah pedesaan juga tidak luput menjadi sasaran. Peredaran narkotika juga tidak memandang usia, strata sosial bahkan jenis kelamin. Tidak jarang sasaran utama peredaran narkotika adalah para generasi muda, hal ini jelas menjadi persoalan bagi seluruh elemen yang ada di Indonesia, mengingat generasi muda adalah tonggak harapan suatu negara. Menanganai masalah penyalahgunaan narkotika diperlukan kerjasama dari pihak pemerintah dan masyarakat. Permasalahan penyalahgunaan narkotika saat ini menjadi momok yang menakutkan. Secara universal penyalahgunaan narkotika dapat mengancam dan merusak masa depan penggunanya, bahkan dapat menimbulkan kejahatankejahatan lainnya sebagai akibat sindroma ketergantungan terhadap zat kimia narkotika atau obat-obatan terlarang. Sebab secara sosiologis mereka dapat mengganggu masyarakat dengan melakukan perbuatan-perbuatan abnormal atau kriminalitas di luar kesadaran mereka. Dengan adanya penyalahgunaan ini akan berakibat memicu terjadinya tindak kejahatan baik itu pencurian, pemerasan, penipuan, penggelapan peredaran obatobat terlarang, penganiayaan dan lain sebagainya. Dengan kata lain, akan tergangggunya kelangsungan kehidupan bangsa
PENYULUHAN DAN PELATIHAN MINUMAN INSTAN DARI BAHAN DASAR JAHE (Zingiber Officinale Rosc.) DESA GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Ari Permana Putra; Rizka Aisyah; Boy Yunaidy; Silvia Anggraeni; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.26

Abstract

Pendemi covid 19 yang terjadi telah memberikan kekhawatiran kepada ibu rumah tangga untuk menjaga kesehatan keluarga melalui konsumsi makan yang sehat dan sederhana sehigga meningkatkan imun tubuh. Salah satu jenis jenis minuman herbal yang diminati oleh masyarakat saat ini adalah jahe (Zingiber Officinale Rosc.). Jahe (Zinger officinale Roxb) merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan rimpangnya karena memiliki rasa dan aroma yang khas terutama aromaterapi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar dalam membuat obat. Pada saat ini, sebagian besar pemanfaatan jahe oleh Masyarakat Banjar Pumahan Desa Gitgit sebagai bumbu masakan dan minuman herbal dengan cara merebus jahe. Rasa pedas yang dimiliki jahe menyebabkan rimpang ini digunakan sebagai campuran minuman dan dapat menghangatkan tubuh. Minuman jahe sering dikonsumsi dalam keadaan jahe segar tanpa adanya pengawetan. minuman jahe segar akan mengalami penurunan stabilitas bau dan warna dlam jangka waktu 1 hari dengan suhu 40 C. Penurunan kualitas disebabkan tidak adanya penambahan bahan pengawet sehingga memudahkan tumbuhnya mikroorganisme.
SWAMEDIKASI NYERI DI DESA GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Iyan Hardiana; Ivans Panduwiguna; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu; Retno Lisnawati; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.27

Abstract

Nyeri merupakan suatu kejadian yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan atau yang berpotensi untuk rusak. Unsur utama yang harus ada untuk dikatakan nyeri adalah rasa tidak menyenangkan. Persepsi nyeri sangat bersifat subjektif yang ditentukan oleh pengalaman dan status emosional (Anesthesiologists 2012). Nyeri dapat dikategorikan sebagai tanda-tanda vital kelima oleh The American Pain Society. Berdasarkan hal tersebut dinyatakan bahwa keluhan nyeri harus dinilai pada semua pasien karena mereka mempunyai hak untuk dikaji dan diberikan penatalaksanaan nyeri secara tepat. Nyeri akut yang tidak berkurang dapat menyebabkan pasien mengalami debilitation (kelemahan tenaga/ kehilangan motivasi), dapat menghambat kualitas hidup, dan bahkan dapat menyebabkan depresi. Solusi permasalahan yang akan dilakukan yaitu sosialisasi swamedikasi yang aman dan efektif untuk mengobati nyeri. Adanya program edukasi kesehatan ini, masyarakat sangat mendukung dan antusias jika edukasi ini bisa terealisasikan, sehingga tingkat terjadinya penyakit nyeri di masyarakat bisa diatasi sendiri.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIKA DI RT 09 KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Reza Ismail Abdul Rahman; Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Apriana Apriana; Rizka Aisyah; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/fe9ygm77

Abstract

Ketidakpatuhan penggunaan antibiotik rasional masih tinggi, penyebabnya tingkat pengetahuan masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh profil tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional berdasarkan jenis kelamin, rentang umur, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan. Pengukuran tingkat pengetahuan pada Maret-Juli 2023 di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang metode observasional menggunakan kuesioner. Diklasifikasikan menjadi 4 kategori sangat baik (86-100%), baik (70-84%), cukup (55-69%) dan kurang (0-54%). Data dianalisis deskriptif kuantitatif. Tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional rerata nilai 71,62% kategori “Baik”. Berdasarkan jenis kelamin diperoleh rerata nilai pria lebih baik dari perempuan 71,85% dan wanita 71,44%. Berdasarkan jenis pekerjaan rerata nilai karyawan/ wiraswasta (73,67%) lebih baik dari ibu rumah tangga (70,86%), mahasiswa (72%), lain-lain (69,78%), tidak bekerja (71,27%). Berdasarkan tingkat pendidikan rerata nilai pendidikan D3/S1 76,62% lebih baik dari SMA (72,11%), SMP (71,20%), SD (38%), tidak bersekolah (68%). Berdasarkan rentang umur rerata nilai umur 26-35 tahun 73,67% lebih baik dari umur 17-25 (72,13%), umur 46-55 tahun (70,46%) dan umur 36-45 tahun (68,50%). Profil tingkat pengetahuan dari segi tingkat pendidikan, pekerjaan dan rentang umur di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang sebagai data awal pemerintah, organisasi profesi melakukan intervensi mencegah dan menurunkan kasus resistensi antibiotik.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI RSUD. PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG PERIODE TAHUN 2022 Ivans Panduwiguna; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu; Novita Yanti Kasim; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/6x3dtq50

Abstract

Tahap perencanaan dan pengadaan merupakan bagian dari pengelolaan obat yang sangat berpengaruh terhadappersediaan obat dan biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranperencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang tahun 2022. Penelitiandilakukan dengan membandingkan indikator pengelolaan obat riil terhadap indikator standar. Penelitian ini dilakukandengan pengumpulan data secara retrospektif berupa laporan keuangan, perencanaan, pengadaan, dan pemakaian obat. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan di InstalasiFarmasi RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang belum sepenuhnya sesuai dengan indikator standar. Hal ini ditunjukkandari 7 indikator yang dapat diukur, dua indikator sesuai dengan standar yaitu tidak adanya kesalahan faktur dan frekuensipengambilan tiap item obat, sedangkan 5 indikator belum sesuai dengan standar yaitu persentase dana yang tersedia, persentase ketepatan perencanaan, persentase alokasi dana pengadaan obat, perbandingan jumlah item obat yang direncanakan dengan jumlah item dalam kenyataan pemakaian, dan frekuensi tertundanya pembayaran oleh rumah sakit.
FORMULASI SALEP EKSTRAK DAUN INTARAN (Azadirachta Indica A. Juss). SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR wistar Ketut Sukiarsa; Ari Permana Putra; Eric Kurnia Abdillah; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Ni Komang Virginia Pradini; Yohana Laura Silfia Pora
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/b8fgz791

Abstract

Salep merupakan sediaan setengah padat yang biasanya dijadikan obat luka bakar yang biasanya berasal dari ekstrak dan bahan kimia lainnya. Beberapa kandungan didalam ekstrak dapat dijadikan obat salah satunya yaitu flavanoid bisa dijadikan sebagai antibakteri untuk membantu penyembuhan luka bakar salah satunya ekstrak daun intaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pemberian salep ekstrak etanol daun intaran (Azadirachta Indica A.Juss) sebagai penyembuhan luka bakar pada tikus jantan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilakukan dilaboratorium dengan uji one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Pada penelitian ini dibagi menjadi 4 kelompok besar dimana masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus jantan, kelompok konntrol ada kontrol positif dan keontrol negatif kelompok perlakuan yang terdiri dari salep dengan konsentrasi 12,5% dan salep dengan konsentrasi 25%. Hasil peneltian menunjukkan perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan (p<0,05). Sediaan salep dengan konsentrasi 25% menunjukan hasil paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar dengan nilai signifikannya yaitu (p<0,001) dengan rata-rata 2,0mm