Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat Nurliah Pratiwi; Ramli Hadun; Mahdi Tamrin
Jurnal Forest Island Vol 1 No 1 (2023): JFI Volume 1 Nomor 1(2023)
Publisher : Prodi Kehutanan Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/foris.v1i1.42

Abstract

Mangrove merupakan lingkungan hutan tropis yang memiliki kualitas yang unik karena terjadi di antara sistem biologi darat dan laut. Mangrove melengkapi kemampuan dan keunggulannya yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, baik secara biologis, sosial, maupun moneter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan hutan mangrove Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat dan bagaimana nilai kelayakan objek ekowisata Mangrove. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis unsur-unsur penunjang ekowisata, menggunakan metode skoring, dan pembobotan. Hasil potensi pengembangan ekowisata hutan mangrove Desa Gamtala diperoleh nilai sebesar 540, yang artinya ekowisata hutan mangrove Desa Gamtala tergolong potensial yang bisa dan layak dikembangkan. Hal tersebut dapat dilihat oleh enam unsur ekowisata, yaitu sarana dan prasarana, aksesibilitas, kondisi sekitar kawasan, ketersediaan air bersih, dan akomodasi. Unsur penunjang yang berperan optimal yaitu daya tarik, sedangkan yang belum optimal yaitu akomodasi.
Potensi Pengembangan Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat Anggun Wahyuni Ismail; Ramli Hadun; Rosita
Jurnal Forest Island Vol 1 No 1 (2023): JFI Volume 1 Nomor 1(2023)
Publisher : Prodi Kehutanan Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/foris.v1i1.46

Abstract

Ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena merupakan salah satu destinasi wisata penting di Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat desa yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata. Ekowisata tersebut selama ini sudah dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam. Pengembangan ekowisata perlu memperhatikan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial masyarakat. Potensi pengembangan dapat dikaji melalui penilaian potensi, hal ini dilakukan melalui penilaian unsur penunjang dan penilaian potensi pengembangan secara keseluruhan. penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis potensi ekowisata dan upaya pengembangan ekowisata Tanjung Rappa Pelangi di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Penilaian menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) yang telah dimodifikasi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa ekowisata Tanjung Rappa Pelangi memiliki skor 573, artinya ekowisata tersebut tergolong potensial yang bisa atau layak dikembangkan. Potensi tersebut dapat dilihat dari enam unsur penunjang ekowisata yaitu daya tarik wisata, aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan air bersih, akomodasi, dan sarana prasarana. Pengembangan ekowisata tersebut dapat berfokus pada peningkatan kapasitas pengelola ekowisata, penambahan sarana dan prasarana wisata seperti jalan, jembatan, dan tempat berteduh
Diversity of Ferns (Pteridophyta) as an Indicator of Environmental Sustainability in Fogi Village, Sula Islands Regency Nursina Banapon; Siti Nurjannah; Ramli Hadun; Adriani Adriani; Reyna Ashari; Laswi Irmayanti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11847

Abstract

Ferns (Pteridophyta) are spore-reproducing vascular plants important in tropical forest ecosystems, and Indonesia is a global center of their diversity with over 2,000 species. However, fern diversity in North Maluku is still poorly documented. This study aimed to analyze the species composition and diversity of ferns as well as their implications for environmental sustainability in Fogi Village, Sanana District, Sula Islands Regency. The study was conducted across four habitat types: home garden, residential, riverbank, and mixed plantation, using purposive sampling with line transects of 1 km length and 10 m width. Data analysis included the Shannon-Wiener diversity index (H'), Margalef species richness index (Dmg), and species evenness index (E), complemented by a descriptive-ecological assessment to discuss implications for the sustainability of the local ecosystem. A total of 10 fern species were recorded comprising 229 individuals. The dominant species across habitat types were Pteris tripartita in home garden habitat (9 individuals) and Selaginella sp. in residential (15), riverbank (12), and mixed plantation (17) habitats. The residential habitat recorded the highest values of species diversity (H') and species richness (Dmg) compared to other habitat types. Species evenness (E) approached 1 across all habitats, indicating a relatively balanced distribution of fern species. Ecologically, the Fogi Village area retains potential to sustain its ecosystem functions; however, the low species richness recorded across all habitat types warrants attention in efforts toward sustainable environmental management of the area. In conclusion, the fern community at the research site shows a moderate level of diversity with a relatively even distribution of species across various habitat types. The high uniformity in all habitats indicates the absence of extreme dominance by a single species.