Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Revitalisasi Destinasi Wisata Gunung Jae Bustanul Arifin; Ahmad Khaerul Kholidi; Munawir Munawir Sazali; Hendra Adi Saputra; Irwan Irwan; Adi Faizun; Ami Pratama; Muhammad Amri Amin
Jurnal Insan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Insan Pengabdian Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/jouipi.v1i1.147

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran untuk melestarikan lingkungan dan menumbuhkembangkan potensi pariwisata di desa Sedau Kecamatan Narmada Lombok Barat. Kegitan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dalam waktu 1 (satu) hari yang diikuti oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Permasalahan yang muncul pada pelaksanaan kegiatan ini antara lain: masih kurang sadarnya elemen masyarakat untuk melestaraikan lingkungan dan tindak lanjut kegiatan ini tidak diakomodir oleh pemerintah. Pengabdian kepada, masyarakat diisi dengaan kegiatan: Menanam seribu pohon, melepaskan bibit ikan, dan pembersihan lingkungan. Kegiatan ini menghasilkan aksi: penanaman seribu pohon di daerah Gunung Jae yang sangat berguna untuk menjaga kestabilan tanah agar tidak mudah abrasi ketika hujan turun, menumbuhkembangan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, memberikan peluang usaha ikan, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyalurkan hoby memancing, meningkatkan hubungan antara fakultas agama Islam dengan masyarakat, tercipta lingkungan yang bersih.
URGENSI MENUTUP AURAT (KAJIAN TERHADAP SURAT AL-AHZAB: 59 DALAM TAFSIR AL-MISHBAH) Amri Amin, Muhammad
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.444

Abstract

Pakaian adalah pelindung badan dari segala penyakit yang datang dari luar, pakaian juga menjadi pelindung kehormatan yang membedakan dengan binatang, terutama bagi perempuan dan lebih utama lagi diperintahkan kepada perempuan muslimah, obyek penelitian adalah Surat Al-Ahzab ayat 59. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi menutup aurat dalam surah al-Ahzab ayat 59 menurut Mufassir dan untuk mengetahui penafsiran surat Al-Ahzab ayat 59 dalam Tafsir Al-Mishbah. Metode yang digunakan adalah Kajian Kepustakaan. Kesimpulannya: Tafsir Al-Mishbah surah Al-Ahzab ayat 59 ini Allah memerintahkan Rasulullah SAW supaya menyuruh para istrinya dan kaum mukminat seluruhnya untuk menghindarkan diri dari berbagai tuduhan dengan cara menutup aurat supaya tidak dipermainkan atau mendapat ejekan dari orang-orang munafiq yang berniat jahat. Dan orang-orang mukminat yang telah menutup auratnya kemudian dipermainkan dan dihina, maka orang-orang yang menghina dan mempermainkan tersebut termasuk orang-orang yang dilaknat Allah dan Rasulullah di dunia dan akhirat, dan mereka akan mendapatkan siksa yang hina, sebab mereka termasuk yang memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Strategi Guru Agama PAI dalam Meningkatkan Moderasi Keberagamaan Siswa Kelas V di SDN 2 Cakranegara Mataram Amin, Muhammad Amri; Pratama, Ami; Irwan, Irwan
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 2 July 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i2.2754

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan penting dalam membentuk akhlak dan kesopanan peserta didik, khususnya dalam menciptakan hubungan pergaulan yang humanis tanpa diskriminasi antar sesama. Di SDN 2 Cakranegara Mataram, keberagaman agama dan kepercayaan siswa menjadi tantangan tersendiri bagi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai Moderasi Keberagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam meningkatkan moderasi keberagamaan siswa kelas V dalam lingkungan yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data dari guru, siswa, dan pihak terkait di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan guru PAI meliputi pembiasaan sikap toleransi dalam setiap aktivitas pembelajaran, penanaman nilai-nilai kerjasama lintas agama, serta penguatan karakter siswa melalui keteladanan dan dialog antar umat beragama. Implementasi strategi ini terbukti efektif dalam membangun sikap saling menghormati dan kerja sama antar siswa yang berbeda keyakinan. Temuan ini dapat menjadi model pengembangan pendidikan moderasi keberagamaan di sekolah lain, sekaligus memperkuat upaya menciptakan keharmonisan dalam keberagaman di lingkungan pendidikan dasar. Dengan demikian, pendidikan moderasi keberagamaan sejak dini menjadi fondasi penting untuk membentuk generasi yang toleran, bersatu, dan berwawasan kebangsaan.
Hubungan Poligami Tanpa Izin Istri Dalam Kehidupan Rumah Tangga Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar) Muhammad Amri Amin; Irwan; Ami Pratama; Sadam Husen
Visi Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2024): Visi Sosial Humaniora: Edisi Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v5i1.2348

Abstract

Marriage is a law that allows having one wife to four wives, polygamous marriages are permitted either in a serial manner or with the permission of the first wife provided they are able to be fair physically and mentally. In Bengkaung Village, Batulayar District, polygamy is generally carried out through unregistered marriages which cause many problems. The aim of the research is to find out polygamy according to law; to determine the relationship between polygamy without the wife's permission and household life in Bengkaung Village, Batulayar District; and to know about polygamy according to Islam. The method used is qualitative, respondents were selected by random sampling from perpetrators of unregistered marriages, from this research it can be concluded that: 1. Polygamy is permitted by law provided that there is written permission from the first wife, the husband is ready to fulfill the needs of his wives, it can be valid fair both physically and mentally; 2. Siri marriages are carried out in Bengkaung Village, Batulayar District because to cover the perpetrator's social status, to avoid the first wife not being allowed to remarry, generally the first wife does not allow her husband to remarry; 3. According to Islamic rules, serial or open polygamy is permitted for up to 4 wives provided that: the husband is capable, is able to provide for his wives both physically and mentally and is able to act fairly.