Salah satu bentuk pelayanan kefarmasian di puskesmas adalah Pelayanan Informasi Obat (PIO), yang mencakup pemberian informasi terkait aturan minum, kontraindikasi, cara penggunaan, lama penggunaan, simpan obat dalam suhu ruang, hindari dari sinar matahari, jangan menyimpan obat dalam suhu ruang, ikuti petunjuk penyimpanan pada label atau kemasan, jauhkan dari jangkauan anak-anak, riwayat alergi, penyebab alergi, memberikan informasi tentang jenis obat penyebab alergi, menghentikan obat yang menyebabkan alergi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pelayanan informasi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 94 pasien hipertensi yang mengambil obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Puskesmas Muara Satu pada bulan Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist PIO dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menerima informasi lengkap mencakup tiga belas aspek utama. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia >57 tahun (56%), yang merupakan usia dengan prevalensi hipertensi lebih tinggi akibat perubahan fisiologis terkait penuaan. Temuan ini memperlihatkan bahwa Puskesmas Muara Satu telah menjalankan pelayanan informasi obat sesuai dengan standar Permenkes No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi puskesmas dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas PIO, serta mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam memahami informasi obat guna meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah efek samping.