Arsyina, Lia
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Sumber Air Minum dengan Kandungan Total Coliform dalam Air Minum Rumah Tangga Lia Arsyina; Bambang Wispriyono; Iqbal Ardiansyah; Laura Dwi Pratiwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.54 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.18-23

Abstract

Latar Belakang: Air minum dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan manusia, sehingga harus terjamin kualitasnya. Di Indonesia, air minum harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan pada Permenkes No. 492/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Pada peraturan tersebut disebutkan bahwa tidak boleh ditemukan total coliform dalam air minum karena keberadaannya menandakan telah terjadi kontaminasi, sehingga tidak aman untuk diminum. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sumber air minum dengan kandungan total coliform dalam air minum rumah tangga. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilakukan di Kecamatan Bojongsari pada bulan Agustus 2019. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 110 rumah tangga. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner dan uji laboratorium sampel air minum dengan teknik Total Plate Count (TPC). Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 92,7% dari seluruh sampel air minum rumah tangga yang diuji positif mengandung total coliform dengan kisaran 1-300 CFU/100 mL. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan proporsi kandungan total coliform pada sumber air minum yang berasal dari air sumur dan air isi ulang/kemasan (p = 0,720) dengan nilai OR = 1,541 [CI 95%: 0,350-6,790]. Kesimpulan: Hampir seluruh air minum rumah tangga yang menjadi sampel tidak memenuhi syarat mikrobiologis dan tidak dapat dinyatakan air minum yang berasal dari sumur atau air minum yang berasal dari DAMIU/kemasan lebih baik kualitasnya
Persepsi ibu balita terhadap vaksinasi MR di wilayah kerja Puskesmas Beji: alasan penolakan dan penerimaan Lia Arsyina; Ayu Amalia Rahmi; Ayudhia Rachmawati; Dortua Lince Sidabalok; Nada Amirah; Redi Yudha Irianto; Evi Martha; Bambang Wispriyono
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 10 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2163.432 KB) | DOI: 10.22146/bkm.48531

Abstract

Maternal perceptions of MR vaccination in work area of Puskesmas Beji: explanations of reasons for and againts Purpose: Data from the Ministry of Health shows that as of October 2018, the coverage of MR vaccination nationally still has not reached the target. Depok is one of the cities that has not reached the target. This is due to the rejection of the child's parents. Therefore, the purpose of this study was to find out how the mother's perception and find out the reasons for acceptance and rejection of MR vaccination. Method: This research is a qualitative study with 23 informants consisting of mothers of children under five (mothers agree and disagree), cadres, midwives, and heads of Puskesmas uses Focus Group Discusion and In-depth Interview. Results: The results of this study found that for knowledge, mothers who agreed were mostly know about MR vaccination, while most mothers who did not agree admitted that they did not know. Whereas for perceptions, most of the mothers who disagree have a negative perception of MR vaccination, while most mothers who agree have positive perceptions of MR vaccination. There are also various reasons why mothers accept or refuse MR vaccination. Conclusion: Mother's perception of MR vaccination is one of the causes of rejection, resulting in MR vaccination coverage in Depok not yet reaching the national target.
Efikasi Pemberian Makanan Fungsional Ekstrak Buncis Terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah penderita Diabetes Mellitus Zulfan; Itsnatani Salma; Evi Maisara; Lia Arsyina; Khayatol Fadhillah
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i2.94

Abstract

Diabetes Melitus merupakan non communicable disease (NCDs) yang prevalensinya meningkat di dunia. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan dengan menggunakan komponen aktif pangan yang banyak terdapat di dalam buncis. Tujuan penelitian untuk mengetahui efikasi pemberian makanan fungsional buncis terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe II. Penelitian  bersifat eksperimental dengan rancangan pretest dan postest. Penelitian dilaksanakan  di Wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Populasi yaitu  seluruh penderita diabetes Melitus tipe 2 sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 15 kelompok yang diberikan ekstrak buncis dan 15 kelompok yang diberikan sirup rendah energi sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan  tentang identitas penderita,  kadar gula darah sebelum diberikan perlakuan dan  setelah diberikan perlakuan.  Analisa data menggunakan uji statistik Dependent dan Independen T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% dikatakan bermakna jika (p<0,005). Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe II setelah diberikan ekstrak buncis sebesar 41,9 gr/dl, sementara yang diberikan sirup rendah energi turun sebesar 3,5 gr/dl. Sehingga selisih penurunan sebesar 25,1 gr/dl antara ekstrak buncis dengan sirup rendah energi. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak buncis terhadap penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Millitus tipe II. Diharapkan penderita Diabetes melitus dapat menggunakan estrak buncis untuk menurunkan kadar gula.   
Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Muara Satu Assyfa Ulrizqah; Hazia Awanis; Meutia Zuhra; Itsnatani Salma; Lia Arsyina
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.206

Abstract

Salah satu bentuk pelayanan kefarmasian di puskesmas adalah Pelayanan Informasi Obat (PIO), yang mencakup pemberian informasi terkait aturan minum, kontraindikasi, cara penggunaan, lama penggunaan, simpan obat dalam suhu ruang, hindari dari sinar matahari, jangan menyimpan obat dalam suhu ruang, ikuti petunjuk penyimpanan pada label atau kemasan, jauhkan dari jangkauan anak-anak, riwayat alergi, penyebab alergi, memberikan informasi tentang jenis obat penyebab alergi, menghentikan obat yang menyebabkan alergi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pelayanan informasi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 94 pasien hipertensi yang mengambil obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Puskesmas Muara Satu pada bulan Juni 2025. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist PIO dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menerima informasi lengkap mencakup tiga belas aspek utama. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia >57 tahun (56%), yang merupakan usia dengan prevalensi hipertensi lebih tinggi akibat perubahan fisiologis terkait penuaan. Temuan ini memperlihatkan bahwa Puskesmas Muara Satu telah menjalankan pelayanan informasi obat sesuai dengan standar Permenkes No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi puskesmas dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas PIO, serta mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam memahami informasi obat guna meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah efek samping.
Pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi pada mahasiswa Clarissa Adelia; Lia Arsyina; Rizki Maulidya
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.208

Abstract

Status gizi menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang masih menjadi perhatian hingga saat ini. Di Indonesia, modernisasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Perubahan tersebut ditandai dengan adanya pergeseran dari pola konsumsi tradisional berbasis pangan lokal menjadi pola konsumsi modern. Kondisi ini berkontribusi pada masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi pada mahasiswa gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Prodi Gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, dengan sampel sebanyak 142 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dalam penelitian ini berupa pengetahuan gizi, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan gizi kategori sedang (45,1%), frekuensi konsumsi fast food kategori sering (59,9%), dan status gizi kategori baik (49,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p = 0,762; r = 0,026), namun terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (p = 0,000; r = -0,305). Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi konsumsi fast food berhubungan secara signifikan dengan status gizi, sedangkan pengetahuan gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi pada mahasiswa gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Disarankan agar mahasiswa lebih membatasi konsumsi fast food dan menerapkan pola makan bergizi seimbang untuk menjaga status gizi normal.