Ira Sri Rahayu
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Ular Tangga Dalam Menganalisa Keefektifan Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa SD N 2 Tanjung Dalam Program Kampus Mengajar Exwan Andriyan Verrysaputro; Ira Sri Rahayu; Wiwit Cipta Indah Lestari; Aninda Nisha Agrestia
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembanga
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v1i2.859

Abstract

Ular Tangga learning media is a fun learning tool. The use of this learning media is carried out through a learning concept combined with play. Based on the preliminary study conducted on fifth-grade students at SD N 2 Tanjung, it was found that teachers did not use learning media in students' numeracy learning. This study aims to determine the extent to which Ular Tangga media is effective in improving students' numeracy skills at SD N 2 Tanjung. This research uses a qualitative research design with a case study approach. The population in this study is fifth-grade students at SD N 2 Tanjung. The participant determination technique used in this study is purposive sampling technique with a total of 13 students participating. The results of this study indicate that the application of the Ular Tangga media is effectively used. This can be seen from the interview results and the pretest results when using conventional methods, where only 25% of students obtained results above the predetermined minimum passing grade. After the post-test, there was a significant improvement, with 88,44% of students achieving scores above the minimum passing grade.
Implementasi Pendidikan Karakter Jujur Melalui Watak Bawor Banyumasan Di Sekolah Dasar Negeri 2 Tanjung Ira Sri Rahayu; Pratik Hari Yuwono
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.495

Abstract

Pendidikan karakter merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, dengan kejujuran sebagai salah satu nilai utama yang perlu ditanamkan sejak dini. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perilaku tidak jujur masih sering terjadi di kalangan siswa. Oleh karena itu, pendekatan yang relevan dan kontekstual dibutuhkan, salah satunya melalui pemanfaatan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter jujur melalui Watak Bawor Banyumasan di SD Negeri 2 Tanjung, serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam penerapannya. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, dua guru kelas rendah, 2 guru kelas tinggi, serta enam siswa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan tingkat kejujuran dan keaktifan. Watak Bawor yang dikenal sebagai tokoh pewayangan khas Banyumas mencerminkan karakter Blakasuta (terus terang) dan jujur, sehingga dinilai relevan untuk dijadikan simbol penanaman nilai kejujuran kepada siswa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama satu semester, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data,dan verifikasi menggunakan Teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mengintegrasikan nilai kejujuran dalam berbagai kegiatan melalui SK Kepala Sekolah dan program pembiasaan harian. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan seperti kurangnya konsistensi siswa dan pengawasan guru yang belum maksimal. Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah melakukan evaluasi rutin, pelatihan guru, serta kolaborasi dengan orang tua dan komunitas lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan dapat menjadi acuan bagi sekolah lain dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pendekatan budaya yang kontekstual. Dengan demikian, pendidikan karakter melalui Watak Bawor Banyumasan diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bermoral dan bertanggung jawab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengkondisian lingkungan sekolah, siswa mulai terbiasa bersikap jujur, mengakui kesalahan, menolak mencontek dan menggunakan kantin serta kotak kejujuran secara mandiri. Saran tindak lanjut mencakup penguatan integrasi tokoh lokal dalam pembelajaran, keterlibatan aktif orang tua, serta penyusunan evaluasi karakter yang terstruktur.