Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Relationship Between The Intensity of Using Tiktok Social Media on Self-Confidence in College Students Ayu Guspita Sari; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i10.6672

Abstract

This research aims to analyze the relationship between the intensity of TikTok social media use and confidence in students, to find out the increase in confidence in the intensity of TikTok social media use in students, and to find out whether the intensity of TikTok social media use decreases confidence in students. The research approach carried out is quantitative. The data collection technique in this study is a list of questions (questioner). Data was collected through a questionnaire shared with 384 active student respondents at various Indonesian universities who used TikTok social media. In this study, the results of the analysis showed a significant positive relationship between the intensity of TikTok social media use and self-confidence. So, it can be said that there is a relationship between the intensity of TikTok social media use and confidence. Thus, students who intensely use TikTok social media experience an increase in confidence and students who intensely use TikTok social media do not experience a decrease in confidence. This finding is expected to provide students with insight into the intensity of TikTok social media use and how it can affect self-confidence. Therefore, students need to use TikTok social media wisely to choose to watch positive videos in order to increase their confidence.
Hubungan Komunikasi Keluarga Dengan Stres Kerja TNI di Yogyakarta Yang Sedang Menjalani Hubungan Jarak Jauh Putri Febri Puspita Sari; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13989

Abstract

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghadapai tuntutan kerja yang tinggi, resiko penugasan, dan kebijakan sifat kerja yang bersifat nomaden mengharuskan mereka meninggalkan keluarga untuk menjalankan hubungan jarak jauh. Kondisi seperti ini dapat berpotensi tumbuhnya stress kerja. Komunikasi dalam keluarga diasumsikan memiliki fungsi sebagai proses penyangga yang mampu menurunkkan tingkat tekanan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kualitas komunikasi keluarga dengan tingkat stress kerja pada anggota TNI yang sedang berdinas di Yogyakarta dan berstatus LDR. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Subjek penelitian adalah anggota TNI di Yogyakarta dengan jumlah 150 responden. Pengambilan data menggunakan skala stres kerja dan skala komunikasi keluarga. Analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi keluarga dengan stres kerja ( >0.05) sehingga hasil ini menolak hipotesis awal. Stres kerja pada anggota TNI lebih dominan dipengaruhi oleh beberapa faktor internal seperti beban kerja, tekanan waktu, dan medan lapangan dibandingkan dalam kualitas komunikasi keluarga. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk mengurangi stres kerja pada anggota TNI sebaikanya lebih dipusatkan pada penyesuaian kebijakan organisasi serta penerapan program manajemen stres yang professional dan bukan karena semata-mata pada aspek dinamika keluarga.
HUBUNGAN SOCIAL COMPARISON DENGAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Mauliana Mauliana; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8090

Abstract

This research is motivated by the increasing use of social media among adolescents, which triggers a tendency to compare themselves with others (social comparison) and potentially impacts their mental health. This study focuses on analyzing how the intensity of social comparison affects adolescents' levels of happiness. This study aims to investigate the relationship between social comparison and levels of happiness among adolescents who actively use social media in the Special Region of Yogyakarta. This study used a quantitative approach with a correlational design, involving 231 participants aged 12–22 years selected through purposive sampling. Data were collected using two instruments: the Social Comparison Scale and the Happiness Scale, which were then analyzed through assumption tests (normality and linearity) and correlation tests. The results showed a significant negative correlation between social comparison and happiness (r = -0.542; p < 0.05). This indicates that the higher the level of social comparison, the lower the level of happiness among adolescents. Overall, social comparison negatively contributes to the happiness of adolescent social media users, so preventive measures such as digital literacy education and the development of coping strategies are needed to improve their psychological well-being. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja yang memicu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (social comparison) dan berpotensi berdampak pada kesehatan mental mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana intensitas social comparison memengaruhi derajat kebahagiaan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara social comparison dan tingkat kebahagiaan pada remaja yang aktif menggunakan media sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 231 partisipan berusia 12–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yakni Skala Social Comparison dan Skala Kebahagiaan, yang kemudian dianalisis melalui uji asumsi (normalitas dan linearitas) serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara social comparison dan kebahagiaan (r = -0,542; p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat social comparison, semakin rendah tingkat kebahagiaan remaja. Secara keseluruhan, social comparison berkontribusi negatif terhadap kebahagiaan remaja pengguna media sosial, sehingga diperlukan langkah preventif seperti pendidikan literasi digital dan pengembangan strategi koping (coping strategy) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.  
Hubungan Antara Dukungan Sosial Terhadap Self-Esteem pada Remaja Akhir yang Mengalami Fatherless Asri Dunia Wadin; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13940

Abstract

Individu dengan kondisi fatherless beresiko mengalami berbagai dampak psikologis terutama dalam pembentukan self-esteem. Meski demikian, dampak fatherles dapat diminimalisir dengan dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikiasi hubungan antara dukungan sosial terhadap self-esteem pada remaja akhir yang mengalami fatherless. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode accidental sampling di sosial media yang melibatkan 140 remaja akhir fatherless berusia 18-22 tahun berdomisili di Yogyakarta. Alat ukur yang digunakan berupa kuisioner dengan dua skala likert yaitu skala self-esteem dan skala dukungan sosial. Skala self-esteem disusun oleh peneliti mengacu pada aspek-apsek menurut Coopersmith (1967), sedangkan skala dukungan sosial juga dibuat oleh peneliti mengacu pada aspek-aspek yang diungkapkan oleh Sarafino (2011). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik pearson product-moment menggunakan SPSS. Hasil analisis korelasi menggunakan pearson product moment antara dukungan sosial dengan self-esteem menunjukkan skor koefisien korelasi (r) 0,669 dengan nilai Sig. (p) 0,000 (p < 0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan antara dukungan sosial dengan self-esteem pada remaja akhir fatherless. Dengan demikian hipoteseis penelitian diterima, yaitu semakin tinggi dukungan sosial yang diterima maka semakin tinggi pula self-esteem yang dimilikinya.