Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANTAUAN DAN EDUKASI KADER TERHADAP BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN PADA BAYI Jamila Jamila; Merty Dwi Wulandari; Violin Natasha; Novita Sari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2181

Abstract

AbstrakPada masa bayi, pertumbuhan bayi sangat signifikan abik dari berat badan dan panjang badan. Kader selaku pembawa informasi yang terdekat dari masyarakat dan tenaga kesehatan menjadi penting untuk diberikan edukasi dan pemantauan status gizi. Namun demikian prevalensi gizi kurang dan stunting masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk masyarakat melalu kader mampu untuk memberdayakan diri dalam mememantau dan mengedukasi untuk peningkatan status gizi dalam upaya pencegahan stunting dan malnutrisi lainnya. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pengukuran sebanyak tiga kali pada kelompok penelitian. Subjek adalah ibu yang memiliki bayi Posyandu di Muara Lawai. Penelitian dilakukan pada Juli-  Oktober 2023. Instrumen penelitian menggunakan timbangan bayi dan pengukur panjang badan bayi. Analisis data menggunakan uji Repated measurement anova test. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata berat badan bayi pada bulan Agustus adalah 5,81±1,60 kg, pada bulan September adalah 6,28±1,46 kg dan bulan Oktober adalah 6,83±1,44 kg. Rata-rata panjang badan bayi pada bulan Agustus adalah 61,73±5,75 cm, pada bulan September adalah 62,43±5,71 cm dan bulan Oktober adalah 63,33±5,49 cm. Ada pengaruh pemantauan rutin dan edukasi posyandu terhadap peningkatan berat badan dan panjang badan selama tiga bulan berturut-turut p value 0,000. Pemantauan dan edukasi pada bayi menjadi alternatif untuk deteksi dan intervensi dini masalah gizi bayi Kata Kunci: pemantauan, berat badan, panjang badan, bayi AbstractDuring infancy, the baby's growth is very significant both in terms of body weight and body length. Cadres as the closest carriers of information to the community and health workers are important for providing education and monitoring nutritional status. However, the prevalence of malnutrition and stunting is still high. This research aims to enable the community through cadres to empower themselves in monitoring and educating to improve nutritional status in an effort to prevent stunting and other malnutrition. This research used a quasi-experiment method with three measurements in the research group. The subject is a mother who has a baby at Posyandu in Muara Lawai. The research was conducted in August-October 2023. The research instruments used baby scales and baby body length measurements. Data analysis used the Repeated measurement anova test. The research results showed that the average baby weight in August was 5.81 ± 1.60 kg, in September it was 6.28 ± 1.46 kg and in October it was 6.83 ± 1.44 kg. The average body length of babies in August is 61.73 ± 5.75 cm, in September it is 62.43 ± 5.71 cm and in October it is 63.33 ± 5.49 cm. There was an effect of routine monitoring and posyandu education on increasing body weight and body length for three consecutive months, p value 0.000. Monitoring and educating babies is an alternative for early detection and intervention of infant nutritional problems.  Keywords: monitoring, weight, body length, baby  
Efektivitas Oral Motor Eating Difficulties Massage Therapy Terhadap Pola Makan Dan Pertumbuhan Anak Usia 1–3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Enim Setiawati Setiawati; Jamila Jamila; Miskiyah Miskiyah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12260

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesulitan makan yang berdampak pada kurangnya asupan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Eating Difficulties Massage Therapy (OMM) terhadap perbaikan pola makan serta pertumbuhan anak usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Muara Enim Kabupaten Muara Enim. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 anak yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan teknik simple random sampling. Kelompok intervensi diberikan Eating Difficulties Massage Therapy (OMM), sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan pelayanan kesehatan rutin. Variabel yang diukur meliputi pola makan, berat badan, dan tinggi badan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Paired t-test, dan Independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada pola makan, berat badan, dan tinggi badan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p=0,001). Kelompok intervensi mengalami peningkatan proporsi pola makan baik serta peningkatan rata-rata berat badan dan tinggi badan yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: penelitian ini adalah Eating Difficulties Massage Therapy (OMM) berpengaruh signifikan dalam memperbaiki pola makan serta meningkatkan berat badan dan tinggi badan anak usia 1–3 tahun. Intervensi ini berpotensi menjadi alternatif terapi komplementer dalam upaya pencegahan stunting dan optimalisasi pertumbuhan anak.
Reducing Nausea in Early Pregnancy with Lavender Aromatherapy: A Case Study Approach Sri Martini; Marta Pastari; Suprida Suprida; Rohaya Rohaya; Jamila Jamila
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4815

Abstract

Emesis gravidarum (EG) is a common complaint of first-trimester pregnancy. EG shows nausea accompanied by vomiting, which usually occurs in the morning. EG can cause decreased appetite, vomiting, up to weight loss, risk of dehydration, and electrolyte imbalance. The psychology of pregnant women with EG will also be disturbed because of nausea and vomiting experienced. That's why EG events must be taken seriously. Limitations of the use of drugs during pregnancy must be considered. Alternative therapies such as lavender aromatherapy can be an alternative non-pharmacological therapy for pregnant women in the first trimester. Lavender aromatherapy can produce a strong refreshing Fragrance, affecting the hypothalamus's nerves to reduce nausea and vomiting. Research objective: to determine the application of lavender aromatherapy to reduce nausea intensity in first-trimester pregnant women in the Simpang Periuk Health Center Working Area, Lubuklinggau City, in 2024. Research Methods: This research is descriptive research with a case study approach. This study was conducted from April 18 to April 23, 2024. The subjects of this study were 2 pregnant women in the first-trimester with nausea category of mild to moderate nausea and vomiting, with measurement of the nausea scale before and after the intervention, using the Pregnancy Unique Quantification Of Emesis assessment. (PUQE). Both subjects were given 3-5 drops of lavender aromatherapy, using a diffuser, inhaled for 5-30 minutes for three days in the intervention. Results: after giving lavender aromatherapy therapy, both subjects showed a decrease in the PUQE score, from moderate to mild nausea and vomiting. Conclusion: Interventation lavender aromatherapy effectively reduces nausea in first-trimester pregnant women, with several influencing factors including; pregnancy history, parity, occupation, and age.