Hasil belajar Matematika di kelas VII SMPLB Tunagrahita masih kurang disebabkan oleh pembelajaran yang diberikan kepada siswa kurang menarik selama proses pembelajaran berlangsung salahsatunya karena metode pembelajaran yang monoton diberikan selain itu siswa tunagrahita memiliki hambatan untuk berpikir abstrak dan kemampuan daya ingat yang lemah membuat keterbatasan dalam memahami pembelajaran sehingga pembelajaran harus berkaitan dengan objek yang bersifat nyata atau konkret agar siswa tunagrahita lebih cepat dan mudah menangkap dan memahami pelajaran. Maka untuk meningkatkan hasil belajar matematika perlu menerapkan kegiatan belajar sambil bermain yakni bermain peran jual beli di kantin pada pembelajaran elemen bilangan dalam konteks pembelajaran mengenal nilai dan kesetaraan nilai mata uang. Penerapan model pembelajaran bermain peran jual beli di kantin diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif dalam merespon dan berinteraksi secara langsung dalam proses pembelajaran karena bentuk pembelajaran yang membimbing siswa agar mampu belajar dengan kegiatan konkret bersama masyarakat umum dengan langsung mempraktekkan kegiatan jual beli di kantin. Rancangan penelitian berupa penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dua siklus yang dilakukan secara reflektif agar mampu meningkatkan pembelajaran yang lebih berkualitas sehingga siswa mendapatkan hasil belajar yang baik. Penelitian ini bersifat kolaboratif yaitu peneliti bekerjasama dengan teman sejawat dan guru pamong. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran bermain peran jual beli di kantin berbantu media uang mainan dapat meningkatkan hasil belajar matematika dibuktikan dengan peningkatan pada setiap siklus dari kategori cukup meningkat menjadi sangat baik dengan perolehan perubahan 40% pada siswa IQ dan 37% pada siswa RR serta terjadi perubahan frekuensi keaktifan dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.