Andi Agil Husin Syaifullah
Pendidikan Profesi Guru Prajabatan IPA Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik, Melalui Penerapan Model Differentiated Science Inquiry Pada Materi Bumi dan Tata Surya dikelas VII.3 SMP Negeri 3 Makassar Andi Agil Husin Syaifullah; Sitti Saenab; Rosdiana
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada peserta didik kelas VII.3 SMP Negeri 3 Makassar melalui penerapan model pembelajaran Differentiated Science Inquiry. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Adapun fokus penelitian terdiri dari penerapan model Differentiated Science Inquiry dan keterampilan proses sains. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data keterampilan proses sains peserta didik yang dilakukan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Pada siklus 1, data menunjukkan rendahnya aspek keterampilan proses sains peserta didik pada kategori rendah dengan persentase 33,3%. Implementasi pada siklus 2 menunjukkan peningkatan keterampilan proses sains peserta didik pada kelompok “guided Indquiry” dan“structured inquiry” namun kelompok “demonstrated inquiry” masih menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, rata-rata keterampilan proses sains peserta didik berada pada kategori tinggi dengan persentase 60%. Hasil penelitian ini mengisyaratkan bahwa pendekatan yang berfokus pada tingkat pemahaman peserta didik efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dan relevansi budaya terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik secara signifikan dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif