Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Aplikasi Canva Untuk Mengolah Materi Ajar Interaktif Pada SMP Swasta Islam Terpadu Daar Al Uluum Kisaran Rizaldi; Dewi Anggraeni; Khairul Abdi Sinuraya
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 3 No. 3 (2025): JISS - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v3i3.627

Abstract

SMP Swasta Islam Terpadu Daar Al Uluum Kisaran, yang terletak di Kec. Kisaran Barat, Kab. Asahan, Sumatera Utara, didirikan pada 25 Oktober 2005 dan berkomitmen tinggi dalam memberikan pendidikan berkualitas. Selain mengajar, guru-guru di sekolah ini berperan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Di era digital, kemampuan guru untuk menyusun materi ajar yang menarik dan interaktif menjadi sangat penting. Namun, banyak guru masih kesulitan menggunakan aplikasi modern untuk membuat materi yang dinamis dan engaging, yang penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu aplikasi yang sangat cocok untuk ini adalah Canva, sebuah platform desain grafis yang mudah digunakan dan menawarkan berbagai fitur untuk membuat materi ajar yang menarik tanpa memerlukan keterampilan desain yang tinggi. Dengan Canva, guru dapat membuat berbagai jenis media pembelajaran seperti presentasi, poster, dan infografis secara efisien. Selain itu, Canva juga mendukung kolaborasi antar guru, memudahkan mereka untuk berbagi ide dan bekerja sama dalam menyusun materi ajar.Untuk mengatasi masalah ketidakmampuan guru dalam menggunakan aplikasi modern, diperlukan pelatihan khusus bagi guru-guru di SMP Swasta Islam Terpadu Daar Al Uluum Kisaran. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga mereka dapat menyusun materi ajar yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui pencapaian dua Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu (1) tim dosen berkegiatan di luar kampus yang merupakan wujud dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan (2) Mahasiswa yang terlibat mendapat pengalaman di luar kampus
PROJECT BASED LEARNING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ROYAL Sri Rezki Maulina Azmi; Dewi Anggraeni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3105

Abstract

Abstract: Effective learning is very important to implement, especially through a contextual approach that is in line with real life, known as Project Based Learning (PBL). This PBL model can improve students' high-level thinking skills, especially in learning anecdotal texts. Within the Outcome-Based Education (OBE) curriculum framework, Indonesian language learning begins to focus students on producing products in the form of texts at the end of the learning process. As a facilitator in learning, lecturers must have the competence to guide students in producing products. One strategy that can be taken is to accustom students to interact with learning models that require high-level thinking. This study aims to describe the application of learning models based on high-level thinking skills and steps in learning Indonesian, especially in anecdotal text materials. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative analysis approach. The explanation of the application of this learning model is done descriptively. Based on the results of the analysis, the application of the Project Based Learning model in Indonesian language learning can be done through several steps, including: (1) problem solving, (2) involving students in designing products that are oriented towards reality, (3) planning long-term activities, (4) lecturers monitoring the problem solving process related to the project, (5) students focus on solving problems that are relevant to the project, and (6) students are required to produce anecdotal texts as learning products, which at the same time accustom them to reaching cognitive level C6, namely creating and evaluating learning experiences. Keywords: project based learning, model, teks anekdot Abstrak: Pembelajaran yang efektif sangat penting diterapkan, terutama melalui pendekatan kontekstual yang selaras dengan kehidupan nyata, yang dikenal sebagai Project Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek. Model PBL ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran teks anekdot. Dalam kerangka kurikulum Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran Bahasa Indonesia mulai memfokuskan peserta didik untuk menghasilkan produk berupa teks di akhir proses belajar. Sebagai fasilitator dalam pembelajaran, dosen harus memiliki kompetensi untuk membimbing mahasiswa dalam menghasilkan produk. Salah satu strategi yang dapat diambil adalah dengan membiasakan mahasiswa berinteraksi dengan model pembelajaran yang menuntut berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran yang berbasis pada kemampuan berpikir tingkat tinggi serta langkah-langkah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks anekdot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Penjelasan mengenai penerapan model pembelajaran ini dilakukan dengan cara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, penerapan model Project Based Learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain: (1) penyelesaian masalah, (2) melibatkan mahasiswa dalam merancang produk yang berorientasi pada realitas, (3) merencanakan aktivitas jangka panjang, (4) dosen memantau proses penyelesaian masalah yang terkait dengan proyek, (5) mahasiswa fokus pada penyelesaian masalah yang relevan dengan proyek, dan (6) mahasiswa diharuskan untuk menghasilkan teks anekdot sebagai produk pembelajaran, yang sekaligus membiasakan mereka mencapai level kognitif C6, yaitu mencipta dan mengevaluasi pengalaman belajar. Kata kunci: project based learning, model, teks anekdot       
APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PELANGGARAN SANKSI PADA KOMUNITAS AKHWAT SHOLEHAH (KOAS) KISARAN Dewi Maharani; Dewi Anggraeni; Nurullita Astriani; Ihsan Abidi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4228

Abstract

Abstract: Value-based community organizations, such as the Komunitas Akhwat Sholehah (KoAS) in Kisaran, face significant challenges in enforcing internal discipline. The manual and subjective process of imposing sanctions for violations often leads to perceptions of injustice, inconsistency, and inefficiency. This research aims to design and build a Decision Support System (DSS) model to assist the KoAS management in determining sanctions more objectively, transparently, and accountably. The research methodology uses a waterfall approach, including needs analysis, system design, model implementation, and testing through simulation. The core decision-making logic is implemented using the Simple Additive Weighting (SAW) method, chosen for its ability to accommodate various violation criteria simply and transparently. The result is a conceptual prototype and case simulation demonstrating the system's ability to process violation data based on weighted criteria to produce the most appropriate sanction recommendations. The main contribution is the application of a quantitative management tool (DSS/SAW) in the unique socio-technical context of a religious community, offering a technology-based internal governance model to enhance procedural justice and member trust. Keywords: Decision Support System; Governance; Procedural Justice; Simple Additive Weighting; Value-Based Community                     Abstrak: Organisasi komunitas berbasis nilai, seperti Komunitas Akhwat Sholehah (KoAS) di Kisaran, menghadapi tantangan signifikan dalam menegakkan disiplin internal. Proses penjatuhan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan secara manual dan subjektif sering kali menimbulkan persepsi ketidakadilan, inkonsistensi, dan inefisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah model Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu pengurus KoAS dalam menentukan sanksi secara lebih objektif, transparan, dan akuntabel. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan waterfall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi model, dan pengujian melalui simulasi. Logika pengambilan keputusan inti dalam sistem ini diimplementasikan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), yang dipilih karena kemampuannya dalam mengakomodasi berbagai kriteria pelanggaran secara sederhana dan transparan. Hasil penelitian ini berupa sebuah prototipe konseptual dan simulasi kasus yang menunjukkan kemampuan sistem dalam memproses data pelanggaran berdasarkan kriteria yang telah dibobotkan untuk menghasilkan rekomendasi sanksi yang paling sesuai. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah demonstrasi penerapan alat manajemen kuantitatif (SPK/SAW) dalam konteks sosio-teknis unik sebuah komunitas keagamaan, yang menawarkan sebuah model tata kelola internal berbasis teknologi untuk meningkatkan keadilan prosedural dan kepercayaan anggota. Kata kunci: Keadilan Prosedural; Komunitas Berbasis Nilai; Simple Additive Weighting; Sistem Pendukung Keputusan; Tata Kelola
Reliability-Aware Public Issue Priority Mapping for Indonesia’s Free Nutritious Meal Program Using Sentiment Calibration and BERTopic Rizaldi; Dewi Anggraeni; Abdul Kholiq
Journal of Information System and Informatics Vol 8 No 4 (2026): August
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v8i4.1753

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) has generated extensive public discussion on platform X. This study develops a reliability-aware framework for mapping public issue priorities by integrating sentiment analysis, probability calibration, and topic modeling. A final dataset of 1,641 public X posts was de-identified, preprocessed, relevance-filtered, manually labeled, validated, and proportionally split. TF-IDF + SVM was used as a classical baseline, while IndoBERTweet was fine-tuned and calibrated using temperature scaling. BERTopic was applied to generate topics, followed by manual interpretation into substantive issue groups. TF-IDF + SVM outperformed IndoBERTweet, achieving 0.8138 accuracy and 0.7999 Macro-F1, while IndoBERTweet achieved 0.7611 accuracy and 0.7142 Macro-F1. IndoBERTweet was retained because it provides probability-based confidence scores for calibration and priority mapping. Calibration modestly reduced NLL from 0.5239 to 0.5199 and ECE from 0.0700 to 0.0682. BERTopic produced 19 non-noise topics with a coherence score of 0.4552. The highest-priority public discussion theme concerned food safety, poisoning-related discourse, and consumption quality. This framework provides initial public-opinion monitoring input, not definitive policy evaluation, and requires external validation before formal policy use.
PERAN PELATIHAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KERJA SAMA TIM DI BALAI DESA PADANG GENTING Sri Rezki Maulina Azmi; Dewi Anggraeni
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5308

Abstract

Abstrak: Peran pelatihan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan efektivitas kerja sama tim di berbagai jenis lingkungan organisasi. Komunikasi interpersonal yang baik sangat penting dalam membentuk hubungan kerja yang harmonis dan kolaboratif. Pelatihan yang mencakup keterampilan mendengarkan aktif, empati, serta manajemen konflik dapat memperbaiki dinamika tim dan meningkatkan hasil kerja. Berdasarkan tinjauan literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan koordinasi, serta membantu menyelesaikan konflik secara positif. Dengan demikian, pelatihan komunikasi interpersonal memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan kerja sama tim yang lebih efektif dan produktif. Kata Kunci: Pelatihan Komunikasi Interpersonal,KerjaSamaTim,Mendengarkan Aktif, Empati, Manajemen Konflik Abstract: Interpersonal communication training plays an important role in making teams work better together in different kinds of organizations. Being able to communicate well with others is key to creating good teamwork and working relationships. Training that teaches people how to listen actively, show understanding, and handle disagreements can make teams work more smoothly and get more done. Studies show that this kind of training helps cut down on confusion, makes it easier for team members to work together, and helps fix problems in a positive way. Because of this, training in interpersonal communication is a big help in making teams more effective and productive. Keywords: Interpersonal Communication Training, Teamwork, Active Listening, Empathy, Conflict Management