Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Beban Penekanan Hidrolis Terhadap Kekerasan Komposit Resin Epoksi Berpenguat Serbuk Kulit Jagung dan Fly Ash Menggunakan Metode Compression Molding Mirza Pramudia; Teguh Prasetyo; Rifky Maulana Yusron; Mohammad Safiudin
Infotekmesin Vol 15 No 1 (2024): Infotekmesin: Januari, 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v15i1.2153

Abstract

Using fly ash and natural fibers as environmentally friendly composite materials is expected to reduce the negative impact of fly ash as industrial waste, turning it into a material with added value. One of the methods in composite manufacturing is the compression molding method. This research aims to analyze the influence of compaction loading variations on the hardness values of epoxy composites reinforced with corn husk-fly ash powder. The research begins with producing composite specimens containing corn husk powder (20% wt) and fly ash (10% wt). The specimens are pressed with compaction loading variations of 1 ton, 2 tons, 3 tons, and 4 tons. The specimens from the compression molding are then subjected to sintering treatment at 150°C for 1 hour, followed by Shore D hardness testing. The results show that the composite material's hardness increases with the compaction loading. The highest hardness is achieved at a compaction load of 4 tons with a hardness value of 80.3 SHD. The compaction process of the composite material produces a fly ash structure that undergoes agglomeration or structural densification. This phenomenon results in an increase in the hardness of the material along with an increase in the compaction loading.
Pemanfaatan Limbah Cair Oli Bekas sebagai Bahan Bakar Alternatif untuk Kompor Bertekanan Udara Ibnu Irawan; Teguh Prasetyo; Hairil Budiarto; Rifky Maulana Yusron
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol. 17 No. 1 (2026): JURNAL SIMETRIS VOLUME 17 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v17i1.15189

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor berbanding lurus dengan meningkatnya limbah oli bekas yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemanfaatan limbah oli bekas sebagai sumber energi alternatif yang bernilai guna, salah satunya sebagai bahan bakar kompor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kimia oli bekas serta menentukan rasio udara-bahan bakar (air–fuel ratio) yang optimal guna menghasilkan proses pembakaran yang efisien. Metode yang digunakan meliputi analisis komposisi kimia menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk menentukan senyawa dominan dalam oli bekas, serta perhitungan stoikiometri untuk memperoleh rasio udara dan bahan bakar ideal. Selanjutnya dilakukan pengujian eksperimental dengan variasi kecepatan aliran udara masuk sebesar 1,16; 1,66; 2,16; 2,66; dan 3,16 m/s. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa senyawa dominan dalam oli bekas adalah dekosana (C₂₀H₄₂), sehingga diperoleh rasio stoikiometri udara-bahan bakar sebesar 14,8:1. Pengujian pembakaran menunjukkan bahwa kondisi optimal terjadi pada kecepatan udara masuk 2,16 m/s, dengan suhu nyala api mencapai 876,8°C dan suhu tungku 535,2°C, serta waktu pembakaran 1627 detik. Suhu tertinggi diperoleh pada kecepatan udara 3,16 m/s dengan suhu api 1103,3°C dan suhu tungku 688,5°C, namun dengan waktu pembakaran lebih singkat yaitu 1229 detik. Sebaliknya, suhu terendah terjadi pada kecepatan udara 1,16 m/s dengan suhu api 755,7°C dan suhu tungku 290,4°C, serta waktu pembakaran terlama yaitu 2224 detik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kecepatan aliran udara berpengaruh signifikan terhadap kenaikan suhu pembakaran dan percepatan proses pembakaran, meskipun kondisi optimal dicapai pada kombinasi tertentu yang menghasilkan efisiensi termal terbaik.