Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fluid pressure optimization of a PID-controlled hydraulic jack for enhanced lifting efficiency and stability Hairil Budiarto; Ibnu Irawan; Achmad Imam Sudianto; Ahmad Sahru Romadhon
Jurnal Polimesin Vol 23, No 3 (2025): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i3.6650

Abstract

Hydraulic and mechanical jacks are widely used for lifting applications but face limitations in efficiency and load handling. Despite being powerful, hydraulic jacks are prone to pressure loss and fluid leakage under static load, while mechanical systems lack automation and practicality. This research presents a hybrid hydraulic jack system integrating a DC motor-driven screw actuator and proportional–integral–derivative (PID) control for adaptive fluid pressure regulation. The purpose of this research is to develop an automatic hydraulic jack that integrates mechanical and hydraulic systems to improve the efficiency of load lifting time and reduce the risk of fluid leakage due to prolonged static pressure. The system was tested under three different loads: 90 kg, 110 kg, and 130 kg, with corresponding pressure setpoints of 170, 195, and 223 psi. Using the Ziegler–Nichols tuning method, the PID controller achieved high accuracy with error deviations of 1.1 psi, 0.1 psi, and 1.5 psi, respectively. These results represent a 95–99% precision rate in pressure regulation, compared to uncontrolled systems. The findings demonstrate the ability of the system to maintain pressure stability under varying load conditions, therefore reducing the risk of leakage and mechanical fatigue. This PID-based jack offers a cost-effective and efficient alternative to conventional power-pack hydraulic systems, particularly in mobile or resource-constrained applications.
Pemanfaatan Limbah Cair Oli Bekas sebagai Bahan Bakar Alternatif untuk Kompor Bertekanan Udara Ibnu Irawan; Teguh Prasetyo; Hairil Budiarto; Rifky Maulana Yusron
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol. 17 No. 1 (2026): JURNAL SIMETRIS VOLUME 17 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v17i1.15189

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor berbanding lurus dengan meningkatnya limbah oli bekas yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemanfaatan limbah oli bekas sebagai sumber energi alternatif yang bernilai guna, salah satunya sebagai bahan bakar kompor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kimia oli bekas serta menentukan rasio udara-bahan bakar (air–fuel ratio) yang optimal guna menghasilkan proses pembakaran yang efisien. Metode yang digunakan meliputi analisis komposisi kimia menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk menentukan senyawa dominan dalam oli bekas, serta perhitungan stoikiometri untuk memperoleh rasio udara dan bahan bakar ideal. Selanjutnya dilakukan pengujian eksperimental dengan variasi kecepatan aliran udara masuk sebesar 1,16; 1,66; 2,16; 2,66; dan 3,16 m/s. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa senyawa dominan dalam oli bekas adalah dekosana (C₂₀H₄₂), sehingga diperoleh rasio stoikiometri udara-bahan bakar sebesar 14,8:1. Pengujian pembakaran menunjukkan bahwa kondisi optimal terjadi pada kecepatan udara masuk 2,16 m/s, dengan suhu nyala api mencapai 876,8°C dan suhu tungku 535,2°C, serta waktu pembakaran 1627 detik. Suhu tertinggi diperoleh pada kecepatan udara 3,16 m/s dengan suhu api 1103,3°C dan suhu tungku 688,5°C, namun dengan waktu pembakaran lebih singkat yaitu 1229 detik. Sebaliknya, suhu terendah terjadi pada kecepatan udara 1,16 m/s dengan suhu api 755,7°C dan suhu tungku 290,4°C, serta waktu pembakaran terlama yaitu 2224 detik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kecepatan aliran udara berpengaruh signifikan terhadap kenaikan suhu pembakaran dan percepatan proses pembakaran, meskipun kondisi optimal dicapai pada kombinasi tertentu yang menghasilkan efisiensi termal terbaik.