Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resepsi Audiens TikTok terhadap Representasi Digital Tari Bagurau: Analisis Encoding-Decoding Mutiah Putri Tresna Asih; Sri Meiweni Basra; Wahida Wahyun; Ariefin Alham Jaya Putra
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8840

Abstract

Cuplikan Tari Bagurau yang diunggah di akun TikTok @ayief menampilkan perubahan mendasar dari bentuk aslinya, seperti pergantian komposisi penari dari perempuan menjadi laki-laki, penggunaan kostum yang tidak sesuai, serta koreografi yang tidak utuh, sehingga memunculkan beragam respons audiens pada kolom komentar. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi audiens TikTok terhadap cuplikan Tari Bagurau di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis resepsi berbasis model encoding-decoding Stuart Hall, yang dipilih karena mampu memetakan variasi posisi pembacaan audiens terhadap teks media secara sistematis. Data berupa 206 komentar pada video tersebut dalam rentang tahun 2024-2025 dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga posisi resepsi, yaitu dominant reading (48 komentar), negotiated reading (35 komentar), dan oppositional reading yang mendominasi (123 komentar) secara konsisten pada kedua periode. Dominasi oppositional reading membuktikan bahwa kepekaan estetik audiens terhadap Tari Bagurau berakar pada sistem nilai budaya Minangkabau yang mengakar kuat, bukan sekadar reaksi spontan, dan mampu melahirkan pembacaan kritis meski tanpa latar belakang formal dalam dunia tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok bukan hanya ruang distribusi karya tari, melainkan juga ruang negosiasi makna antara keterbukaan ekspresi digital dan kekuatan sistem nilai budaya lokal. Penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan platform digital dan memperdalam wawancara audiens guna memahami kerangka kultural yang membentuk resepsi mereka.
Penerapan Gerak Imitasi Lingkungan dalam Metode Penciptaan Tari Anak-Anak di SDN 21 Limo Kaum Raizha Putri Yuda; Sri Meiweni Basra; Hardi Hardi; Yan Stevenson
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2849n491

Abstract

Conventional dance instruction at SDN 21 Limo Kaum tends to be monotonous and lacks exploration, limiting children's creativity. Environmental imitation movement methods, such as imitating the movements of chickens, birds, rabbits, and cats, leverage children's natural curiosity to create relevant and enjoyable dances. This study aims to describe the application of imitation movement through environmental observation in the process of children's dance creation. It focuses on the exploration, improvisation, composition, and evaluation stages to optimize student engagement. A qualitative approach was used, including observations, interviews with teachers and principals, and documentation at SDN 21 Limo Kaum, Tanah Datar Regency. Primary data from the field were supplemented by literature studies for in-depth analysis. This method successfully went through four stages, producing creative, expressive, and contextual dances, increasing participation and environmental awareness. Permanent integration into the arts curriculum is recommended for children's holistic development.