Mohammad Syafii Budi Santoso
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Babussalam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy For Developing Digital-Based Sharia Financial Products To Improve Financial Inclusion Mohammad Syafii Budi Santoso; Mohamad Nur Husen; Abdul Wakhid; Dimyati Dimyati
TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 7 No 01 (2026): Tijatorana : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah
Publisher : TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/tijarotana.v7i01.223

Abstract

This study aims to analyze the development strategy for digital-based Islamic financial products to increase financial inclusion. The development of digital technology has driven the transformation of the financial sector, including the Islamic financial industry. However, the level of financial inclusion in Indonesia still faces various challenges, particularly for communities that have not yet accessed formal financial services. This study uses a descriptive qualitative method with a literature study approach. The data used are secondary data obtained from scientific journals, books, and reports from relevant institutions. The data analysis technique used is content analysis. The results show that the development strategy for digital-based Islamic financial products includes digital product innovation, collaboration with fintech, increasing financial literacy, and strengthening Islamic regulations and compliance. Digital-based Islamic financial products have been proven to increase access, efficiency, and reach of financial services, thus contributing to increased financial inclusion. However, challenges remain, such as low digital literacy, security issues, and limited infrastructure. Therefore, synergy between financial institutions, regulators, and the public is needed to optimize the potential of Islamic financial digitalization
DETERMINAN KEPATUHAN MASJID DALAM MENERAPKAN PSAK 45 DAN PSAK 101: ANALISIS FAKTOR TATA KELOLA, UKURAN MASJID, DAN KOMPETENSI TAKMIR Mohammad Syafii Budi Santoso; Mohamad Nur Husen; Kevin Maulana
ISTIFADA : Jurnal Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah Vol. 1 No. 02 (2025): ISTIFADA : Jurnal Ekonomi Dan Lembaga Keuangan Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/istifada.v1i02.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan masjid di Indonesia dalam menerapkan standar akuntansi yang relevan, yaitu PSAK 45 (Entitas Nirlaba) dan PSAK 101 (Penyajian Laporan Keuangan Syariah). Faktor-faktor determinan yang diuji meliputi kualitas tata kelola (good mosque governance), ukuran masjid, dan kompetensi takmir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 bendahara atau ketua takmir masjid kategori Jami’ di lima kota besar di Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tata kelola (β=0.412,p<0.001) dan kompetensi takmir (β=0.358,p<0.001) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepatuhan penerapan PSAK. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem pengelolaan yang baik dan kapabilitas individu pengurus adalah pendorong utama modernisasi akuntansi masjid. Secara menarik, penelitian ini menemukan bahwa ukuran masjid, yang diukur dari total aset, tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik (β=0.089,p>0.1). Temuan baru ini menyiratkan bahwa tekanan publik atau skala ekonomi bukanlah faktor utama yang mendorong kepatuhan di sektor masjid, melainkan komitmen internal terhadap tata kelola dan investasi pada pengembangan sumber daya manusia. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya program pembinaan yang berfokus pada penguatan sistem tata kelola dan peningkatan kompetensi akuntansi takmir, terlepas dari besar kecilnya skala masjid