Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Women Mental Health: Gambaran Status Kesehatan Mental Wanita Pada Masa Dewasa Awal Gundah Noor Cahyo; Candra Prasiska Rahmat; Muhamad Disra Saputra; Wiwin Andriani; Reggiana Brescia
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan hal yang perlu menjadi perhatian serius bagi siapapun tidak terkecuali pada usia dewasa awal. Pada masa usia tersebut, umumnya wanita muda lebih rentan mengalami permasalahan kesehatan mental dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan mental yang dimiliki oleh wanita pada masa dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah wanita pada masa dewasa awal sebanyak 136 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instumen yang digunakan yaitu self-report questionnaire-20 yang dikembangkan oleh WHO (1994). Setelah mendapatkan data kemudian data dianalisa secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan (77,2%) mengalami masalah kesehatan mental dengan ditandai adanya indikasi gangguan cemas dan depresi.
Dampak Pernikahan Dini Dalam Keharmonisan Keluarga Dan Kematangan Emosional Safira Istiqla; Zita Bintang Maharani; Azkiya Shofiana Maulidia; Wahyu Rahman; Wiwin Andriani
Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa September 2025
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/7ggs5t85

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial yang serius di Indonesia karena berdampak langsung terhadap stabilitas psikologis dan kehidupan sosial pasangan muda. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh pernikahan dini terhadap keharmonisan keluarga serta kematangan emosional dengan mengacu pada teori perkembangan psikososial Erikson. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang relevan mengenai penyebab dan dampak pernikahan usia muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, tekanan sosial, dan pergaulan bebas menjadi pemicu utama pernikahan dini. Akibatnya, pasangan muda sering menghadapi konflik, komunikasi yang tidak efektif, dan meningkatnya kemungkinan perceraian. Kurangnya kematangan emosional ini menyebabkan pasangan muda rentan terhadap stres dan kesulitan beradaptasi. Hal ini sejalan dengan teori Erikson, yang menyatakan bahwa masa remaja pada tahap Identity vs Role Confusion, yakni fase pencarian identitas diri, bukan periode untuk memikul tanggung jawab rumah tangga atau merawat anak. Secara keseluruhan, kesiapan psikologis dan kematangan emosional yang minim menjadi faktor utama yang menghambat keharmonisan keluarga dan meningkatkan kerentanan psikologis pada pasangan yang menikah muda.