Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Women Mental Health: Gambaran Status Kesehatan Mental Wanita Pada Masa Dewasa Awal Gundah Noor Cahyo; Candra Prasiska Rahmat; Muhamad Disra Saputra; Wiwin Andriani; Reggiana Brescia
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan hal yang perlu menjadi perhatian serius bagi siapapun tidak terkecuali pada usia dewasa awal. Pada masa usia tersebut, umumnya wanita muda lebih rentan mengalami permasalahan kesehatan mental dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan mental yang dimiliki oleh wanita pada masa dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah wanita pada masa dewasa awal sebanyak 136 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instumen yang digunakan yaitu self-report questionnaire-20 yang dikembangkan oleh WHO (1994). Setelah mendapatkan data kemudian data dianalisa secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan (77,2%) mengalami masalah kesehatan mental dengan ditandai adanya indikasi gangguan cemas dan depresi.
Urban Nature as a Learning Context: Impacts on Literacy, and Intrinsic Motivation in Primary School Students Dery Purnama Saefudin; Mulyadi; Restoeningroem; Gundah Noor Cahyo
Journal of English Language Learning Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : English Language Education Department, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jell.v9i1.14243

Abstract

Literacy skills are a fundamental foundation in the academic development of elementary school students. However, conventional teaching methods often fail to engage students and foster their motivation to learn. This study aims to evaluate the effectiveness of learning through urban park exploration in improving students' literacy skills and intrinsic motivation. The research used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design, involving 50 third-grade students at Sekolah Alam Indonesia Cipedak. Data were collected through literacy tests and motivation questionnaires, and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results showed an increase in literacy scores from an average of 46.10 to 53.32, with a t-test result of t = -7.178, p = 0.000 (p < 0.05). Students’ intrinsic motivation was also high, with an average score of 4.04 (SD = 0.402). These findings suggest that real-world environmental exploration can enhance literacy while also fostering students’ internal drive to learn. This model supports Vygotsky’s sociocultural theory of learning and offers an alternative that is contextual, active, and enjoyable for elementary school students.
Layanan Kegiatan Promotif untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Jiwa pada Para Pekerja di Lembaga Perlindungan Saksi & Korban Gundah Noor Cahyo; Sara Sahrazad; Sulastry Pardede; Erlis Thertina
Darma Cendekia Vol. 5 No. 1 (2026): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v5i1.202

Abstract

Kesehatan mental merupakan faktor penting yang menunjang kinerja pekerja. Psychological distress di tempat kerja dapat menyebabkan berbagai dampak merugikan seperti burnout, kecemasan, dan penurunan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pekerja di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengenai pentingnya kesehatan mental di tempat kerja. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya sistem dan konsep layanan transfer pengetahuan yang didasarkan pada pendampingan yang intensif dan mandiri. Model Edukasi Terstruktur (Pemindahan Pengetahuan yang Terorganisir) adalah konsep yang memastikan mitra tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memahami cara kerja dan alasan di balik solusi yang diberikan. Sedangkan bentuk layanan yang berjalan adalah ruang kolaborasi di mana tim abdimas berperan sebagai fasilitator dan mentor. Layanan ini dibuat dengan gagasan untuk memperkuat kemampuan sendiri, bukan bergantung pada orang lain. Hasilnya adalah terbentuknya kerangka kerja di mana mitra diajari cara menyelesaikan masalah sendiri, sehingga mereka bisa mengelola, mengembangkan, dan mengulang kembali konsep yang telah diajarkan secara terus-menerus. Program edukasi psikososial terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan mental di tempat kerja. Kegiatan ini berhasil mengurangi stigma, membangun kesadaran kolektif, dan membekali peserta dengan keterampilan praktis manajemen stres yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari