Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EROSI NILAI EDUKASI MELALUI KOMODIFIKASI KONTEN PADA KANAL PENDIDIKAN YOUTUBE Rusdianto, Ujang; Rusadi, Udi
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 6 No 3 (2024): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v6i3.1180

Abstract

Komodifikasi konten edukasi di YouTube Indonesia semakin berfokus pada keuntungan komersial, sehingga mengaburkan tujuan edukatif dan merugikan kreator konten serta audiens. Artikel ini menganalisis erosi nilai-nilai edukasi melalui komodifikasi konten pada kanal pendidikan YouTube. Teori ekonomi politik kritis dan konsep kapitalisme platform digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi ketimpangan kekuasaan antara platform, kreator, dan audiens. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur untuk mengkaji bagaimana komodifikasi konten dan audien pada kanal Youtube edukasi di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma YouTube yang berbasis engagement memaksa kreator untuk menyederhanakan konten agar sesuai dengan preferensi pasar, menyebabkan pergeseran dari konten mendalam ke konten yang lebih sensasional. Kesimpulannya, komodifikasi konten edukasi di Youtube Indonesia tidak hanya menurunkan kualitas edukasi, tetapi juga menyoroti ketimpangan struktural dalam ekosistem digital yang didominasi oleh kapitalisme global. Studi ini merekomendasikan adanya kebijakan untuk melindungi kreator konten edukasi lokal dari eksploitasi platform.
PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL DI MARKETPLACE: STUDI KASUS MITRA RUANG KREASI DI SHOPEE Rusdianto, Ujang
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana UMKM, khususnya Mitra Ruang Kreasi, memanfaatkan strategi komunikasi pemasaran digital melalui marketplace Shopee. Dengan latar belakang pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan UMKM untuk beradaptasi dengan pemasaran digital, penelitian ini mengeksplorasi tantangan serta peluang yang dihadapi dalam mengoptimalkan fitur marketplace seperti iklan berbayar, promosi, dan interaksi langsung dengan konsumen. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan wawancara mendalam dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun strategi pemasaran digital melalui Shopee, seperti Shopee Ads dan program promosi, efektif meningkatkan visibilitas dan penjualan, keterbatasan sumber daya dan pemahaman teknologi menjadi hambatan utama bagi UMKM dalam mencapai pemasaran yang berkelanjutan. Penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi antara media sosial, marketplace, dan komunikasi pemasaran untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang stabil.
Digital Communication Transformation with Omni Communication Assistant (OCA): Case Study of Omnichannel and CRM Integration in Education and MSME Sector Dimyati, Ahmad; Rusdianto, Ujang
Journal of English Language and Education Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i2.769

Abstract

Omni Communication Assistant (OCA) is an omnichannel-based technology developed by Telkom Indonesia to enhance digital communication across various sectors, including education and small and medium enterprises (SMEs). This study aims to analyze the implementation of OCA in digital communication, focusing on user interactivity, CRM integration, as well as challenges and optimization strategies within educational institutions and SMEs. This research employs a post-positivist paradigm with a qualitative case study approach. Data were collected through semi-structured interviews with three key informants and document analysis from various academic sources and official reports. The findings indicate that OCA improves digital communication efficiency by integrating multiple communication channels into a CRM-based system. However, challenges were identified in optimizing AI-powered chatbots, personalizing CRM services, and ensuring user readiness in adopting this technology. Therefore, strategies such as strengthening predictive AI capabilities, integrating omnichannel communication with social media, and educating users on CRM utilization are essential to enhance the effectiveness of OCA in supporting digital communication within the education and SME sectors
Unconventional Branding Strategy: An Analysis Of Aerostreet’s Unique Collaborations From A Creative Marketing Perspective Rusdianto, Ujang; Saputro, Eko Hadi
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v22i1.401

Abstract

This study explores Aerostreet’s creative co-branding strategy through cross-industry collaborations, particularly with food and beverage brands, to strengthen brand identity and enhance consumer engagement. Guided by Keller’s (2008) Co-Branding Strategy theory, the research examines brand fit, collaboration appeal, and digital communication strategies. Using a qualitative literature review method, this study synthesizes academic works and credible sources to understand the success factors and challenges of Aerostreet. Key findings highlight Aerostreet’s strategic partner selection based on emotional resonance, the use of exclusivity through limited releases, and strong community-based digital engagement. Nevertheless, challenges such as potential brand identity mismatch and speculative pricing were also observed. The study concludes that co-branding if aligned with brand values and communicated effectively, is a powerful tool for local brand development.
INTEGRASI DIGITAL STORYTELLING DALAM STRATEGI DESTINATION BRANDING MUSEUM BATUBARA PTBA Nisa Dwi Saputri; Hifni Alifahmi; Ujang Rusdianto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.477

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesenjangan praktik komunikasi museum yang belum optimal dalam mengintegrasikan destination branding melalui digital storytelling secara strategis dan konsisten. Fokus penelitian diarahkan pada empat dimensi digital brand storytelling, yaitu story, meaning, ritual, dan transmedia pada Instagram Museum Batu Bara PTBA, serta kaitannya dengan lima tahap destination branding strategy: vision and stakeholders, consumer targeting and product portfolio, positioning and brand components, communication strategy, dan feedback. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis konten digital, dokumentasi, dan interpretasi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik digital storytelling masih parsial dan didominasi dimensi story, sedangkan dimensi meaning dan ritual belum optimal membangun keterlibatan khalayak. Dimensi transmedia juga belum terintegrasi lintas platform. Dari perspektif destination branding, museum memiliki potensi pada aspek visi, portofolio produk, dan positioning, tetapi masih lemah dalam strategi komunikasi dan pengelolaan feedback. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi strategi digital storytelling berbasis narasi holistik untuk memperkuat brand positioning dan relevansi museum di era digital.
Model Global Public Relations dalam Membangun Legitimasi dan Kepercayaan Publik: Kajian Literatur Sistematis: Penelitian Ujang Rusdianto; Nisa Dwi Saputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5524

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis perkembangan konseptual Model Global Public Relations (Global PR) dalam membangun legitimasi dan kepercayaan publik pada konteks global dan digital. Pendekatan yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan teknik analisis tematik terhadap publikasi ilmiah periode 2015–2026 serta dokumen resmi Global PR & Communication Model. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data internasional bereputasi dengan kriteria inklusi yang menekankan relevansi terhadap teori pemangku kepentingan, legitimasi organisasi, reputasi, dan keberlanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Model Global PR merepresentasikan kerangka manajemen strategis berbasis pengelolaan aset tidak berwujud yang mengintegrasikan purpose, reputasi, keberlanjutan, komunikasi, dan pengukuran kinerja dalam satu sistem terpadu. Model ini memperluas paradigma CSR tradisional menuju pendekatan strategis yang menempatkan legitimasi sosial sebagai hasil konstruksi yang dirancang melalui konsistensi nilai, praktik keberlanjutan, serta komunikasi yang transparan dan terukur. Dengan demikian, legitimasi dan kepercayaan publik tidak lagi dipahami sebagai konsekuensi pasif dari kinerja ekonomi, melainkan sebagai outcome dari orkestrasi strategis aset tidak berwujud dalam lingkungan global yang dinamis.
Digital Placemaking di Ruang Publik Pascatambang: Pembentukan Sense of Place pada Berangau Park Tanjung Enim: Penelitian Nur Budi Hariyanto; Ujang Rusdianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7499

Abstract

Pembentukan keterikatan emosional, psikologis dan persepsi seseorang atau masyarakat terhadap suatu tempat, pada saat ini tidak hanya berdasarkan atas pengalaman berinteraksi secara fisik, namun hamper selalu berpadu dengan penggunaan teknologi digital. Kajian ini menganalisis praktik digital placemaking dalam pembentukan sense of place pada ruang publik Berangau Park Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Berangau Park merupakan ruang terbuka hijau yang dibangun PT Bukit Asam Tbk pada kawasan bekas aktivitas pertambangan sebagai bagian dari program Tanjung Enim Kota Wisata. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan studi kasus Robert E. Stake untuk memahami transformasi ruang pascatambang melalui aktivitas sosial dan komunikasi digital masyarakat. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan key informants, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Berangau Park menghasilkan perubahan identitas kawasan dari ruang industri menjadi ruang sosial masyarakat. Praktik digital placemaking berkembang melalui aktivitas olahraga, rekreasi, interaksi komunitas, serta penggunaan media sosial seperti TikTok dan Instagram dalam produksi konten digital pengunjung. Aktivitas tersebut membentuk pengalaman emosional masyarakat terhadap ruang publik dan memperkuat sense of place pada kawasan pascatambang. Selain itu, keterlibatan PTBA dalam publikasi digital dan komunikasi keberlanjutan turut memperkuat representasi identitas baru Berangau Park sebagai ruang publik masyarakat Tanjung Enim.