Habibah Afiyanti Putri
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rendahnya Literasi Pendidikan Inklusi pada Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Ngawi Wiwit Purnama Putri; Habibah Afiyanti Putri; Bono Setyo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1242

Abstract

Pendidikan inklusi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan yang penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang dapat diakses oleh semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya literasi pendidikan inklusi di PAUD kabupaten Ngawi. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan literasi dan penerapan pendidikan inklusi secara merata dan efektif, guna memastikan kesempatan belajar yang setara bagi setiap anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih menggunakan purposive sampling, yaitu 19 guru PAUD, yang masing-masing mewakili satu lembaga di 19 Kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner terbuka. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian memaparkan pelaksanaan pendidikan inklusi di PAUD menghadapi berbagai kendala. Beberapa permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya pelatihan dan sosialisasi pendidikan inklusi, serta ketidaktersediaan anggaran khusus untuk mendukung infrastruktur dan fasilitas yang diperlukan. Selain itu, kebijakan inklusi yang tidak merata di berbagai daerah, adanya stigma sosial terhadap anak berkebutuhan khusus, dan minimnya informasi mengenai kondisi anak yang disampaikan kepada pihak sekolah juga menjadi hambatan. Keterbatasan akses dan pemahaman orang tua, jumlah guru yang tidak mencukupi, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti alat bantu belajar dan aksesibilitas juga memperburuk implementasi pendidikan inklusi. Terakhir, ketidakmampuan dalam merancang kurikulum yang fleksibel untuk anak berkebutuhan khusus juga ditemukan sebagai masalah signifikan, sehingga membutuhkan peran pemerintah, orang tua, masyarakat, dan lembaga pendidikan, agar pendidikan inklusi dapat dilaksanakan secara optimal dan menyeluruh.
Implementasi Kurikulum Berbasis OBE oleh Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini di Era 4.0 Teni Marlina Maharani; Na’imah Na’imah; Maharani Maharani; Ulfah Ulfah; Habibah Afiyanti Putri
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7175

Abstract

Perkembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di era 4.0 menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan. OBE adalah pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai oleh peserta didik, sehingga kurikulum harus dirancang agar sesuai dengan kebutuhan zaman. Di era 4.0, kemajuan teknologi menuntut adanya perubahan dalam metode pembelajaran, penggunaan teknologi digital, serta asesmen berbasis kompetensi. Artikel ini mengkaji perkembangan kurikulum berbasis OBE di era 4.0 dengan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan OBE semakin berkembang, terutama dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun,ada beberapa tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan pendidik dan infrastruktur pendidikan. Dengan strategi yang tepat, kurikulum berbasis OBE dapat menjadi solusi untuk menciptakan lulusan yang lebih siap menghadapi persaingan global. Penelitian ini mengisi celah dengan menyoroti implementasi kurikulum OBE oleh pendidik Pendidikan Anak Usia Dini yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam pendidikan di era digital.
Implementasi Media Boneka Tangan Berbasis Kerangka CASEL untuk Mengembangkan Kompetensi Sosial-Emosional Anak Usia Dini Fitriatul Masruroh; Habibah Afiyanti Putri
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i2.24897

Abstract

Early childhood social-emotional competence develops through the ability to recognize emotions, regulate responses, understand others, build relationships, and make social decisions. This study aims to describe the implementation of hand puppet media based on the Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) framework in developing young children’s social-emotional competence. This research employed a descriptive qualitative approach with a case study design at TK Aisyiyah 2 Muncar, Banyuwangi Regency. The participants consisted of 29 children from groups B1 and B2, while the informants included the principal and four classroom teachers. Data were collected through participatory observations, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis involved data condensation, data display, and conclusion drawing through source and technique triangulation. The findings indicate that hand puppet implementation was conducted through interactive storytelling and role-playing activities involving social situations familiar to children, such as sharing, waiting for turns, expressing emotions, helping friends, apologizing, and resolving conflicts. These activities demonstrated the emergence of the five CASEL domains, namely self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, and responsible decision-making. Hand puppets served as a concrete and interactive medium that enabled teachers to present social situations where children could express emotions, understand others’ perspectives, and practice appropriate social responses. This study contributes by mapping the use of hand puppets according to the five CASEL domains in developing early childhood social-emotional competence.