Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembesaran Lobster Pasir (Panulirus Homarus) Dengan Sistem Shelter Di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung Elfa Verda Puspita; Dwi Agung Saputra; Nadisa Theresia Putri; Nurfanni Fadhilah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2210

Abstract

Lobster pasir atau Panulirus homarus merupakan salah satu komoditas laut ekonomis penting di Indonesia karena permintaan yang tinggi dan harga jual yang tinggi. Menurut Kementerian Perikanan dan Kelautan Indonesia, salah satu kendala dalam proses budidaya adalah adanya kanibalisme, sehingga dianggap sebagai salah satu tantangan terpenting dalam budidaya lobster. Pada kegiatan pembesaran Lobster pasir (Panulirus homarus) bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan panjang, bobot, SR, FCR, kualitas air, dan laju pertumbuhan harian lobster pasir dengan sistem shelter melalui pemantauan langsung di lapangan di bak pemeliharaan meliputi monitoring pemeliharaan, pemberian pakan, parameter kualitas air pada bak pemeliharaan, dan pengamatan penyakit yang ditemukan pada lobster. Pertumbuhan panjang selama pemeliharaan mencapai 4.8 cm, pertumbuhan bobot mencapai 54g, dengan tingkat kelangsungan hidup 100%, FCR yang didapat selama masa pemeliharaan sebesar 1,13kg. Nilai rata-rata Kadar Oksigen dalam monitoring Kualitas Air yang didapat pada bak pemeliharaan (DO) 5,41 mg/L, dengan Suhu air rata-rata pada kolam pemeliharaan mencapai 28,4°C, nilai rata-rata salinitas pada bak pemeliharaan bernilai 31%, nilai pH yang terlarut pada bak pemeliharaan dengan rata-rata 7,09% kadar Nitrit pada bak pemeliharaan sebesar 0,089 mg/L, dan kadar Amoniak sebesar 0,0412 mg/L, serta laju pertumbuhan harian sebesar 0,34%.
TURMERIC EXTRACT EFFECTIVENESS WHITE (CURCUMA DOMESTICA .VALL ) FOR TREATMENT OF BACTERIAL INFECTIONS IN VIBRIO ALGINOLYTICUS MOUSE GROUPER (CROMILEPTES ALTIVELIS) Dwi Agung Saputra; Elfa Verda Puspita
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.7

Abstract

This study were aimed to (1) To study the effectiveness of white turmeric extract Curcuma domestica .Vall in treating a mouse Cromileptes altivelis from the attack of Vibrio alginolyticus., (2) To study the dose of the best white turmeric extract in treating a Cromileptes altivelis from attacks by bacteria Vibrio alginolyticus. (3) To study the effect of white turmeric extract against the survival rate Mouse grouper (Cromileptes altivelis), which in the infection of Vibrio alginolyticus. The experiment was arranged with a Completely Randomized Design (CRD). Preliminary research conducted LD50 test to determine the pathogenic bacterium V. alginolyticus which caused the death of test fish as much as 50%. In vitro test was done to see anti-bacterial activity of white turmeric extract against V. alginolyticus. From this test, the optimum concentration of white turmeric extract the effective tackling of V. Alginolyticus was obtained was obtained Test in vivo was carried out to determine the effect of the bacteria V. alginolyticus against Cromileptes altivelis healing response in Cromileptes altivelis after giving white turmeric extract. Results showed that (1) MIC and MBC values obtained by concentration of 0.25% and 0.75%, where the concentration of 0.75% was the effective dose of white turmeric extract in tackling the V. alginolyticus (2) The best treatment dose of the best survival rate of Cromileptes altivelis was 1% of white turmeric extract (3) the Survival Rate of mouse grouper wasn’t effected by white turmeric extract treatment significantly
PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PELATIHAN OLAHAN TAHU DI RAJABASA JAYA RT 009 KOTA BANDAR LAMPUNG Elfa Verda Puspita; Rahmi Eliyana; Kristina Agustiani; Nadisa Theresia Putri
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.8

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan makanan olahan tahu pada ibu- ibu rumah tangga di lingkungan RT 009 Rajabasa Jaya. Adapun tujuan dari pelatihan ini agar dapat menciptakan jiwa wirausaha para ibu-ibu rumah tangga, meningkatkan keterampilan dalam bidang pengolahan pangan, terutama dalam hal pembuatan olahan tahu, sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Olahan tahu cukup prospektif karena makanan favorit di masyarakat. Tahu mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan yang bergizi. Bahan dan cara pembuatan olahan tahu mudah diperoleh dan dipraktekkan. Metode pelaksanaan pelatihan dengan metode langsung praktek. Hasil evaluasi pelatihan membuat pangan olahan tahu ini terlaksana dengan baik dan peserta ibu ibu rumah tangga sudah mempunyai kreatifitas dan inovasi dalam membuat olahan tahu.
CONSERVATION EXTENSION OF MANGROVES IN AN EFFORT TO RAISE AWARENESS AMONG THE COASTAL COMMUNITY OF CIKU NYINYI PESAWARAN REGENCY Dwi Agung Saputra; Elfa Verda Puspita; Nadisa Theresia Putri; Rahmi Eliyana
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.1119

Abstract

Kawasan Pesisir Ciku Nyinyi tepatnya berada pada Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran terdapat potensi ekowisata yang telah lama dikembangkan dan sempat menjadi tujuan wisata yang populer. Namun karena semakin lama ketertarikan masyarakat pada ekowisata kawasan Mangrove menurun, serta pemanfaatan hutan Mangrove yang keliru membuat kawasan Mangrove semakin lama terbengkalai. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar akan fungsi hutan Mangrove bagi kawasan pesisir. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam konservasi untuk menjaga kelestarian hutan Mangrove pada kegiatan ini sebesar 91 %. Setelah dilakukan konservasi Mangrove dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat, pemahaman masyarakat akan pentingnya hutan Mangrove meningkat, secara tidak langsung kesadaran untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan Mangrove juga akan meningkat.