Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Felix Siauw, Hanan Attaki dan Fenomena Microcelebrity Muslim di Indonesia Sulistia Salsabiilaa; Aulawiyah Hidayati; Siti Tasliyah; Dhia Fauzan; Abdul Fadhil
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 6 (2024): Desember : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i6.1926

Abstract

In contemporary preaching, the use of media is very important and necessary to encourage Muslims to consistently listen to sermons. Felix Siauw and Hanan Attaki conduct their preaching through social media (microcelebrity). This research uses a descriptive qualitative method to answer the researcher's questions about the use of social media as a medium for preaching, the preaching style and messages of Felix Siauw and Hanan Attaki through social media, and the impact and influence of their preaching (microcelebrity) on their followers. The research results show that Felix Siauw and Hanan Attaki also have distinct preaching styles. For example, Felix Siauw focuses more on discussing current political and social issues, while Hanan Attaki emphasizes the development of an individual's spirituality, especially among the younger generation. Both have successfully attracted a large following through relevant content, engaging communication styles, and the use of technology
Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam Di Era Digital: Studi Kasus Pengelolaan Kurikulum Pondok Pesantren Imam Asy Syafi'i (PPIA) Banyuwangi Dhuhaa Isti'anah; Sulistia Salsabiilaa; Suci Dwi Aprillia; Dzaky Mohammad Dzaky Zaidan; Anggi Kurniawan
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al Itibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/sfhgek07

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Asy Syafi’i Banyuwangi dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa pesantren tersebut berhasil mengembangkan sistem kurikulum yang secara efektif mengintegrasikan nilai-nilai tradisional Islam dengan adaptasi teknologi secara selektif. Proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum di pesantren ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif, melibatkan secara aktif pimpinan, guru, santri, dan wali santri. Digitalisasi diterapkan secara terbatas, terutama melalui sistem pelaporan digital dan pemanfaatan media edukatif seperti film, tanpa menggeser inti pendidikan karakter dan spiritual yang menjadi ciri khas pesantren. Model adaptasi ini menunjukkan adanya harmonisasi antara tradisi dan modernitas. Pesantren tidak sekadar mengadopsi teknologi secara membabi buta, melainkan secara sadar dan terkontrol menggunakannya sebagai alat untuk memperkuat tujuan pedagogis dan spiritual utamanya. Ini merupakan pilihan strategis untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan, bukan menggantikan, inti pendidikan yang berbasis nilai. Temuan ini menegaskan signifikansi manajemen kurikulum berbasis nilai dalam menjaga relevansi pendidikan Islam di tengah transformasi digital yang berlangsung pesat.