Zulihi Zulihi
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Potret Tradisi Ari Ana Mahun (Maulid Anak Kecil) Di Negeri Kilkoda Kecamatan Pulau Gorom Ade Salma Renati Kasongat; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Suparto Iribaram; Rahmalia Ayu Isnaini; Rachmad Surya Muhandy
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2026): Ri'ayah : Jurnal Sosial dan Keagamaan
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/riayah.v11i1.12168

Abstract

The purpose of this research is to comprehensively explain the form of implementation of the Ari Ana Mahun tradition in Kilkoda village, Gorom Island sub-district. The type of research conducted is by using qualitative methods, with data collection techniques using passive participatory observation, indept interviews and documentation. Data analysis techniques use a flow model that divides into three parts, namely: Data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Research results: The Ari Ana Mahun tradition of the Kilkoda community is a cultural heritage that combines religious, social and spiritual values in harmony. The whole series of activities reflects the relationship between humans, God, and the community, and becomes a means of preserving identity and social solidarity. Timing based on the Hijriyah calendar shows the role of religion as a source of social order. The value of mutual cooperation can be seen in the preparation of special foods, snacks and fruits that are full of symbolic and spiritual meanings as a medium of communication between the living and the dead. Pilgrimage activities, decorating containers, prayers, and tahlilan strengthen morality, collective sanctity, and social cohesion, while food distribution and planting raung symbolize alms, sincerity, and respect for ancestors as a form of communication of spiritual and social values of the Kilkoda community.This study examines the Ari Ana Mahun tradition through a social perspective in the formation of local Islamic identity within the Kilkoda community. The analysis of Ari Ana Mahun as a social and symbolic practice demonstrates how the tradition shapes identity, solidarity, and the construction of local Islam among the Kilkoda people. Furthermore, this research contributes to enriching the study of local Islam as a system of religious symbols that constructs the identity and social solidarity of the Kilkoda community.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nila-nilai Multikultural di SMP Negeri 2 Sentan Fatima Madjid; Talabudin Umkabu; Syaiful Muhyidin; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.6517

Abstract

Various factors can affect the success in instilling multicultural values at SMP Negeri 2 Sentani so that it can affect the PAI Teacher's strategy in instilling multicultural values in students. The purpose of this study is to comprehensively describe the factors that influence the PAI Teacher's strategy in Instilling Multicultural Values at SMP Negeri 2 Sentani. The research conducted is qualitative research using social phenomenology paradigm. Data collection techniques used passive participatory observation, in dept interviews, and documentation. Data analysis techniques used the flow model of Miles & Huberman. The results showed: The cultivation of multicultural values in schools requires the support of all parties, including teachers, parents, and the community. PAI teachers play an important role in shaping tolerance attitudes through inclusive education and based on Pancasila values. At SMP Negeri 2 Sentani, multicultural education increases tolerance, although it is still faced with challenges such as differences in identity, the influence of radicalism that is spreading among the community, and low student motivation. In Papua, the multicultural approach should respect local culture and encourage interaction across identities as a force of unity.
Pengembangan Industri Kerupuk Kulit Rumahan pada Masyarakat Waena, Kota Jayapura Propinsi Papua Rahmalia Ayu Isnaini; Zhaima Saputri; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Ibrahim Watora
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3923

Abstract

Usaha kerupuk kulit yang dijalankan oleh ibu Puji di Jayapura merupakan salah satu bentuk industri rumahan yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat sehingga mencari peluang lain untuk dapat memperoleh pendapatan tambahan. Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan secara konprehensif tentang pengembangan indusri kerupuk kulit rumahan yang dilakukan oleh masyarakat Waena Kota Jayapura melalui pengabdian pada masyarakat. Metode penelitian menggunakan model Roda Deming (PDCA) yang digabungkan dengan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha ini memiliki kekuatan seperti tidak adanya pesaing langsung, kualitas bahan baku yang baik, dan harga yang terjangkau. Namun, kelemahan masih terdapat pada keterbatasan varian rasa, waktu produksi yang panjang, dan kendala cuaca. Peluang besar datang dari minimnya pengetahuan masyarakat tentang produksi kerupuk kulit dan belum adanya pesaing kuat, sementara ancaman berasal dari potensi munculnya kompetitor baru dan keterbatasan dalam pemasaran digital. Dengan mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang ada, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang lebih luas di masa mendatang.
Dinamika Perfeksionisme dan Burnout Akademik pada Mahasiswa IAIN Fattahul Muluk Papua Hapsari Rahma Yanti; Anzilni Uswatun Hasanah; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Hermansyah Hermansyah; Ibrahim Watora
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3924

Abstract

Meningkatnya tuntutan akademik di perguruan tinggi mendorong mahasiswa mengejar standar prestasi tinggi, namun juga berpotensi memicu tekanan psikologis dan burnout. Fenomena perfeksionisme yang berkembang di kalangan mahasiswa menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konprehensif fenomena perfectionism dan burnout akademik pada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologi sosial. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan fokus penelitian. Pengumpulan data melalui observasi partisipatoris, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model alir yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perfeksionisme pada mahasiswa IAIN Fattahul Muluk Papua Jayapura mepengaruhi dinamika akademik secara internal dan eksternal. Perfeksionisme berorientasi pada diri sendiri bersifat adaptif karena mendorong kualitas akademik melalui standar pribadi dan motivasi intrinsic dari mahasiswa, sementara perfeksionisme yang dipengaruhi tuntutan sosial dan kekhawatiran berlebihan terhadap kesalahan memicu kecemasan serta perilaku akademik disfungsional. Kondisi ini berkontribusi pada burnout akademik yang ditandai oleh kelelahan emosional, penurunan efikasi akademik, dan tekanan akademik berlebihan akibat tingginya tuntutan, kompleksitas tugas, serta ketidakseimbangan antara beban studi dan sumber daya mahasiswa.