Aida Ratna Zulaiha
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Systematic Literature Review: Pengarusutamaan Antikorupsi melalui Kurikulum Pendidikan Antikorupsi pada Pendidikan Tinggi Aida Ratna Zulaiha; Munir Munir
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(2).149-170

Abstract

Korupsi di Indonesia terjadi di seluruh sektor pembangunan sehingga menghambat  penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu diperlukan upaya yang komprehensif dalam penanganan dan pencegahannya. Penelitian ini membahas pengarusutamaan antikorupsi di perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya komprehensif melawan korupsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis implementasi, output, dan efektivitas pengarusutamaan antikorupsi di perguruan tinggi melalui implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK). Dengan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis 20 jurnal terpilih dari tahun 2019-2024, yang relevan dengan pendidikan antikorupsi di pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarusutamaan antikorupsi di perguruan tinggi akan efektif melalui Pendidikan Antikorupsi yang terdiri dari internalisasi nilai antikorupsi melalui integrasi dalam kurikulum dan pembangunan integritas ekosistem di perguruan tinggi.  Pengukuran efektivitas pengarusutamaan antikorupsi dilakukan dengan mengukur output dari kedua unsur pendidikan antikorupsi yaitu integrasi PAK pada kurikulum dan penguatan integritas ekosistem perguruan tinggi.
Philosophy of ontology, epistemology, and axiology of anti-corruption education Aida Ratna Zulaiha
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol 11 No 1 (2025): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v11i1.1425

Abstract

Corruption in Indonesia is a serious offense with widespread social and economic impacts. Consequently, anti-corruption education (PAK) is crucial in shaping individual integrity from an early age. This article examines the philosophy of anti-corruption education by exploring its fundamental values, implementation methods, benefits, and objectives through the lenses of ontological, epistemological, and axiological educational philosophy. The research employs a qualitative literature review approach to analyze relevant theories, existing policies, and empirical studies. Findings indicate that, from an ontological perspective, PAK focuses on character development centered on ten integrity values: honesty, responsibility, fairness, trustworthiness, courage, discipline, empathy, perseverance, independence, and respect, which constitute the essence of character education. Epistemologically, the implementation method of PAK involves integrating anti-corruption values into the learning curriculum, alongside the development of an integrity-based educational ecosystem that encompasses individuals within the ecosystem and the governance of educational institutions. From an axiological perspective, PAK aims to cultivate a culture of "refusing to engage in corruption," ensuring that individuals not only understand the concept of corruption but also develop a strong commitment to avoiding it. This research also encourages PAK to be implemented through a structured, gradual, and sustainable curriculum aligned with moral development stages, involving all actors within the educational ecosystem to effectively achieve PAK’s goal of fostering an integrity-driven, anti-corruption generation.
The urgency of anti-corruption education as a local subject in secondary education in Lampung Province Aida Ratna Zulaiha; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71162

Abstract

Anti-corruption education is a mandatory local content subject in formal secondary schools in Lampung Province based on the Governor's Regulation. Implementing anti-corruption subjects is carried out by strengthening anti-corruption behavior through a cycle of knowledge, skills, and attitudes to form an anti-corruption attitude in each individual based on their understanding and awareness. This study aimed to determine the implementation process and output of anti-corruption education in senior high schools and vocational high schools in Lampung and to analyze the urgency of anti-corruption education as a local content subject in relation to the objectives of anti-corruption education that have been set. The method used is a combination of analysis of legal documents, modules, and strategies related to anti-corruption education, followed by a survey conducted on schools implementing the program. In most senior high schools and vocational high schools in Lampung that have implemented anti-corruption education as a local content subject, the most dominant aspects taught are attitudes and knowledge, but less for the skills aspect. Based on the objectives of the anti-corruption education set, implementing anti-corruption education only in the form of anti-corruption subjects in local content is not enough. The effectiveness of anti-corruption education in educational units will be achieved if anti-corruption education is implemented comprehensively through curriculum implementation, a conducive ecosystem that supports the internalization of anti-corruption values, and the governance of secondary education units with integrity.   Abstrak Pendidikan Antikorupsi merupakan mata pelajaran muatan lokal wajib pada sekolah menengah formal di Provinsi Lampung yang didasarkan pada Peraturan Gubernur. Implementasi mata pelajaran antikorupsi dilakukan dalam bentuk penguatan perilaku antikorupsi, melalui siklus pengetahuan, keterampilan dan sikap, dengan tujuan terbentuknya sikap antikorupsi pada setiap individu yang didasarkan pada pemahaman dan kesadaran yang dimiliki. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proses implementasi dan output dari pendidikan antikorupsi di SMA dan SMK di Lampung serta menganalisis urgensi pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal dikaitkan dengan tujuan pendidikan antikorupsi yang ditetapkan. Metode yang dilakukan merupakan kombinasi antara analisis terhadap dokumen hukum, modul dan strategi terkait pendidikan antikorupsi dengan survei yang dilakukan terhadap sekolah pelaksana program. Mayoritas SMA dan SMK di Lampung yang sudah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal, aspek yang paling dominan diajarkan adalah sikap dan pengetahuan, namun kurang untuk aspek keterampilan. Berdasarkan tujuan dari pendidikan antikorupsi yang ditetapkan, mengimplementasikan pendidikan antikorupsi hanya dalam bentuk mata pelajaran antikorupsi pada muatan lokal tidak cukup. Efektivitas pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan akan tercapai jika pendidikan antikorupsi dilaksanakan secara komprehensif melalui implementasi kurikulum, ekosistem kondusif yang mendukung internalisasi nilai antikorupsi, serta tatakelola satuan pendidikan menengah yang berintegritas. Kata Kunci: muatan lokal; pendidikan antikorupsi; peserta didik; sekolah menengah
The effect of anti-corruption character education on educational integrity Aida Ratna Zulaiha; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.77126

Abstract

Anti-corruption character education is a strategic effort to create a generation with integrity. This study analyzes the outcomes of anti-corruption character education in formal education in Indonesia, focusing on honesty, responsibility, discipline, and independence. A survey conducted via WhatsApp Blast, CAWI, and CAPI, involving 57,611 students, university students, teachers, lecturers, and education personnel from 3,098 educational institutions, was carried out. The results indicate that students demonstrate a higher level of honesty in terms of not lying and cheating, while university students exhibit a higher level of honesty in terms of not falsifying data. Students display higher levels of responsibility and discipline compared to university students. Regarding independence, university students show lower results in terms of completing assignments without assistance, managing time effectively, and initiating tasks. This study highlights the crucial role of teachers, lecturers, school principals, and university leaders as role models in fostering these values. However, the role modeling of school principals and university leaders is relatively low, emphasizing the need for enhanced leadership integrity within educational institutions. This study underscores the importance of strengthening role modeling, integrating character values into the curriculum, improving the integrity of the education ecosystem, and promoting collaboration to create a generation with integrity.   Abstrak Pendidikan karakter antikorupsi merupakan upaya strategis untuk menciptakan generasi yang berintegritas. Penelitian ini menganalisis outcome dari pendidikan karakter anti-korupsi pada pendidikan formal di Indonesia, dengan fokus pada kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian. Survei melalui WhatsApp Blast, CAWI dan CAPI melibatkan 57.611 siswa, mahasiswa, guru, dosen dan tenaga kependidikan, dari 3.098 satuan pendidikan Hasilnya menunjukkan kejujuran siswa lebih baik pada aspek tidak berbohong dan tidak curang, sedangkan mahasiswa lebih baik pada aspek tidak memalsukan. Siswa memiliki tanggung jawab dan disiplin yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa. Terkait kemandirian, mahasiswa menunjukkan hasil lebih rendah dalam menyelesaikan tugas tanpa bantuan, mengatur waktu secara efektif, dan menunjukkan inisiatif dalam memulai pekerjaan. Penelitian ini menyoroti peran penting guru, dosen, kepala sekolah dan pimpinan universitas sebagai teladan dalam menumbuhkan nilai-nilai tersebut, namun, keteladanan kepala sekolah dan pimpinan universitas relatif rendah, menekankan perlunya peningkatan integritas kepemimpinan dalam lembaga pendidikan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memperkuat keteladanan, mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada kurikulum, meningkatkan integritas ekosistem pendidikan, dan mendorong kolaborasi untuk menciptakan generasi berintegritas. Kata Kunci: Antikorupsi; pendidikan karakter; integritas; keteladanan