Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Dalam Menstimulasi Dan Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Lompat Tali Rindu Sehati; Fadilla Lestari; Hanifah Nursyahada; Alya Luthfiah
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerak motorik kasar merupakan gerakan yang membutuhkan adanya koordinasi dari sebagian besar pada anggota tubuh anak.Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu perkembangan anak yang penting hal ini bertujuan untuk koordinasi tubuh yang berhubungan dengan gerak dasar dan gerak lokomotor. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui upaya dalam menstimulus perkembangan motorik kasar anak dan memperoleh gambaran terkait peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia dini melalui penerapan permainan tradisional yaitu lompat tali. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa permainan lompat tali dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini dapat berjalan dengan baik karena dapat mengembangkan koordinasi mata, tangan, kaki dan meyenangkan hati anak. Penelitian ini menggunanakan metode tinjauan literature (literature review).
Pengembangan Kecerdasan Spiritual Anak Usia Dini melalui Kegiatan Keagamaan Berbasis Pembiasaan Rindu Sehati; Isman Efendi Limbong
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3980

Abstract

Kecerdasan spiritual perlu dikembangkan sejak usia dini untuk membentuk keimanan, akhlak, dan perilaku religius anak. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan akibat perbedaan latar belakang keluarga dan pola asuh yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru, pelaksanaan kegiatan keagamaan, serta faktor pendukung dan penghambat pengembangan kecerdasan spiritual anak usia dini di RA Panca Bakti Sukarame Labura. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan subjek kepala sekolah, guru, dan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan guru berperan sebagai teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator melalui kegiatan berdoa, membaca Al-Qur'an, menghafal surat pendek, praktik salat, serta pembiasaan sopan santun. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, lingkungan religius, dan dukungan orang tua; faktor penghambat meliputi keberagaman karakteristik anak dan inkonsistensi pembiasaan di rumah. Integrasi kegiatan keagamaan dan kolaborasi sekolah-keluarga diperlukan untuk mengoptimalkan pengembangan kecerdasan spiritual secara berkelanjutan.