Kecerdasan spiritual perlu dikembangkan sejak usia dini untuk membentuk keimanan, akhlak, dan perilaku religius anak. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan akibat perbedaan latar belakang keluarga dan pola asuh yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru, pelaksanaan kegiatan keagamaan, serta faktor pendukung dan penghambat pengembangan kecerdasan spiritual anak usia dini di RA Panca Bakti Sukarame Labura. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan subjek kepala sekolah, guru, dan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan guru berperan sebagai teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator melalui kegiatan berdoa, membaca Al-Qur'an, menghafal surat pendek, praktik salat, serta pembiasaan sopan santun. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, lingkungan religius, dan dukungan orang tua; faktor penghambat meliputi keberagaman karakteristik anak dan inkonsistensi pembiasaan di rumah. Integrasi kegiatan keagamaan dan kolaborasi sekolah-keluarga diperlukan untuk mengoptimalkan pengembangan kecerdasan spiritual secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026