Reinita Nur Rahmah
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA FANATISME DAN TAQLID BUTA PADA MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA Rihan Alfitra Daudy; Jesika Ramasuci; Fiqih Ahmad Alfisyari; Reinita Nur Rahmah; Wulida Emeris
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil observasi dan pengamatan terhadap fenomena fanatisme dan taqlid buta di masyarakat Indoneisa berupa sikap anarkis dan kekerasan yang terjadi antara masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunaka metode Studi Pustaka, dengan melihat sumber-sumber ilmiah seperti kitab para ulama, buku, dan jurnal-jurnal ilmiah. Untuk mengetahui observasi kondisi sosial masyarakat, tulisan ini menggunakan berita terkini untuk menggambarkan kondisi masyarakat sekitar. Bagaimana sikap fanatisme ini bermula? Bagaimana taqlid buta berakar pada masyarakat muslim ? Pertama, melalui doktrin adab dan persaudaraan solidaritas yang diterapkan dalam pembelajaran agama Islam. Kedua, melalui ketidaktahuan dan kejahilan yang ada pada masyarakat Indonesia. Ketiga, melalui tokoh-tokoh agama yang menggemborkan glorifikasi terhadap guru agama. Maka hal yang menjadi solusi untuk fenomena ini adalah menanamkan sikap toleransi, kritisme dan berpeang teguh pada landasan agama bukan pada tokoh agama saja. 
Menanamkan Nilai-nilai Akhlak Islami Melalui Pembelajaran PAI di SMK Swasta PAB 12 Saentis Reinita Nur Rahmah; Oktrigana Wirian
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/twath363

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai akhlak Islami di kalangan siswa SMK Swasta PAB 12 Saentis. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, fenomena degradasi moral pada generasi muda semakin nyata terlihat, seperti rendahnya kedisiplinan, kurangnya rasa hormat kepada guru, serta lemahnya tanggung jawab sosial. Guru PAI memiliki posisi strategis, bukan hanya sebagai penyampai ilmu agama, tetapi juga sebagai figur teladan dan pembentuk karakter melalui keteladanan, pembiasaan, serta pendekatan dialogis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak Islami seperti kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, empati, dan kedisiplinan dapat tertanam secara efektif apabila pembelajaran dikaitkan dengan contoh-contohkehidupan nyata, ditopang oleh keteladanan guru, serta didukung oleh rutinitas keagamaan di sekolah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI, apabila dikemas dengan pendekatan humanis dan kontekstual, mampu menjadi media efektif dalam proses internalisasi akhlak Islami sekaligus pendidikan karakter bagi siswa.