Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat, memerlukan perawatan seumur hidup dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat. Durasi mengalami DM dikaitkan dengan kejadian komplikasi. Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi jangka panjang DM. Prevalensi terjadinya penderita ulkus diabetik di Indonesia sekitar 15%, angka amputasi 30%, selain itu angka kematian 1 tahun pasca amputasi sebesar 14,8%. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara Lama Menderita Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua data pasien DM yang dirawat di Klinik Chania Care Center Januari-Juni 2024, yaitu sebanyak 33 orang. Teknik sampling pada penelitian ini dengan cara total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Diabetes Melitusdi Klinik Chania Care Center, dengan lama menderita Diabetes Melitus 5-10 tahun yaitu 18 orang (54,5%), sebagian besar penderita Diabetes Melitus tidak mengalami ulkus diabetikum yaitu 22 orang (66,7%, dan ada 11 orang dengan ulkus diabetikum (33,3%). Hasil analisis data penelitian dengan p-value=0,018 dan r=0,407. Ada hubungan lama menderita DM dengan kejadian ulkus diabetikum