Siti Mufarochah
Institut Al Azhar Menganti Gresik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENCEGAHAN PERILAKU LGBT MELALUI BUDAYA SEKOLAH Nurul Agustin; Siti Mufarochah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter adalah bentuk kegiatan manusia di mana tindakan yang mendidik dilakukan untuk generasi berikutnya. Salah satu tujuan pendidikan karakter adalah untuk memastikan bahwa setiap orang terus memperbaiki dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.Pendidikan karakter diupayakan dengan berbagai cara sejak dini dimulai dengan pengkondisian lingkungan dan pembiasaan perilaku. Fenomena perilaku menyimpang yang terjadi di lingkungan masyarakat beranekaragam. Perlu kontrol dan pengawasan dari kelompok masyarakat tertentu mulai dari keluarga dan sekolah. Anak dengan kurang pengawasan dan kasih sayang dapat berperilaku menyimpang seperti menirukan adegan LGBT dan sebagainya. Orang yang memiliki orientasi seksual menyimpang, dengan melakukan perilaku seksual menyimpang yang disebut sebagai kelompok LGBT. LGBT telah lama digolongkan sebagai salah satu bentuk penyimpangan orientasi seksual yang mengancam martabat manusia. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku siswa terkait isu LGBT. Sekolah yang didirikan atau dikelola oleh organisasi religius mungkin mengadopsi pandangan konservatif terhadap LGBT berdasarkan ajaran agama mereka. Kegiatan sosilisasi dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu, Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan ini, memberikan pemahaman kepada Guru MI Kecamatan Menganti-Gresik tentang resiko dan dampak negatif LGBT, dengan melalui budaya sekolah yang terdiri dari budaya akademik, sosial, dan demokrasi.
GERAKAN LITERASI SEKOLAH ANAK USIA DINI UNTUK MENINGKATKAN ASPEK PERKEMBANGAN BAHASA DI TK HARAPAN BUNDA MENGANTI GRESIK Siti Mufarochah; Maftuhah; Novita Widiyaningrum; Nur Alfiana Wulandari; Iis Trisnawati
Jurnal Mahasiswa Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Pendidikan
Publisher : STIT Muhammadiyah Paciran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37286/jmp.v3i2.244

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pengembangan melalui belajar tanpa adanya sekat. dalam undang-undang No 20 Tahun 2003 sistem pendidikan Nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan tersebut secara tidak langsung sudah jelas menggambarkan bagaimana urgensitas pendidikan dalam mencetak anak untuk menghadapi tantangan global sekarang. Berdasarkan jenis datanya peneletian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dimana menghasilkan segala bentuk penemuan yang tidak bisa dicapai dengan menggunakan tata cara statistik ataupun dengan menggunakan cara kuantifikasi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dengan judul gerakan literasi sekolah anak usia dini untuk meningkatkan aspek perkembangan bahasa anak di TK Harapan Bunda. Bahwa penelitian ini didasarkan pada teori clay dan freguson dalam desain induk gerakan literasi menyatakan bahwa literasi dini merupakan kemampuan menyimak, memahami bahasa lisan dan komunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh 1pengalamannya saat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Sebaiknya wali murid mendukung penuh serta berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan gerakan literasi sekolah anak usia dini Maka dengan mengadakan seminar literasi anak usia dini sangatlah penting guna untuk memberikan edukasi terkait betapa pentingnya gerakan literasi sekolah untuk anak usia dini yang nantinya akan berdampak pada anak hingga anak dewasa.