Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PRINSIP-PRINSIP EVALUASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH MA ATTAQWA 04 Natasya Rizki; Lulu Zinnira Hakim; Nova Ni’aturrohmah; Mawaddah Warohmah
ISTAJADDA : Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 2 (2025): Istajadda: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie, Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip-prinsip evaluasi yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA MA Attaqwa 04. Isu utama yang diidentifikasi adalah praktik evaluasi pembelajaran yang suboptimal, yang memengaruhi akurasi penilaian dan efektivitas tindakan tindak lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data komprehensif tentang proses evaluasi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip objektivitas, kontinuitas, keadilan, dan integrasi telah diterapkan, meskipun implementasi yang konsisten di kelas masih diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip evaluasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung peningkatan berkelanjutan dalam proses pendidikan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LEBAKMUNCANG DALAM MENCEGAH BULLYING MELALUI PEMBELAJARAN HUMANIS BERBASIS TEKNOLOGI: Indonesia Mawaddah Warohmah; Huniadah Mista; Rinda Siaga Pangestuti; Hilwa Murdiyanti; Miftahussa’adah Wardi; Rilla Sovitriana; Ade Naelul Huda Naelul Huda; Deti Mulyo Harsoni
Journal of Humanity Dedication Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/1177

Abstract

Bagian Perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan dasar karena berdampak pada kondisi psikologis siswa, seperti kecemasan, penurunan motivasi belajar, dan terganggunya perkembangan sosial-emosional. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan konvensional belum sepenuhnya mampu mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dan empati dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan Model Pembelajaran Humanis Berbasis Teknologi sebagai strategi pencegahan bullying pada siswa MI Birrul Walidain, Desa Lebak Muncang, Ciwidey, Bandung. Kegiatan PkM ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui sosialisasi penguatan kapasitas guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam membangun kesadaran kolektif pencegahan bullying. Luaran strategis pengabdian yaitu pengembangan model H-Tech PAR Anti-Bullying Learning Model, pemanfaatan media edukatif digital, serta penguatan peran komunitas sekolah sebagai agen perubahan anti-bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif deskriptif-komparatif dalam kerangka Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, diskusi panel partisipatif berbasis media edukatif, dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap peserta. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman awal peserta sebesar 31%. Setelah penerapan model pembelajaran humanis berbasis teknologi, hasil post-test meningkat secara substansial dengan rata-rata mencapai 99%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman dampak bullying terhadap korban dan pelaku, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencegahan bullying berbasis empati, komunikasi non-kekerasan, dan partisipasi komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Model Pembelajaran Humanis Berbasis Teknologi selaras dengan tujuan penelitian dan efektif sebagai strategi pencegahan bullying di sekolah dasar. Model ini bersifat aplikatif, partisipatif, dan berpotensi dikembangkan serta direplikasi pada konteks pendidikan yang lebih luas.
Urgensi Pelaksanaan Evaluasi Pendidikan terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Guru di MTs Attaqwa 19 Kebalen Laela Darojah; Lailatul Qibtya; Mayla Qonita; Ika Barkah; Mawaddah Warohmah
ISTAJADDA : Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2026): Istajadda: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie, Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan evaluasi pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, namun dalam praktiknya evaluasi masih sering berorientasi pada pengukuran hasil belajar dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pendidikan serta kualitas pembelajaran berdasarkan persepsi guru di MTs Attaqwa 19 Kebalen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 31 guru yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang terdiri atas 13 butir pernyataan, meliputi 7 butir variabel pelaksanaan evaluasi pendidikan dan 6 butir variabel kualitas pembelajaran. Instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,887. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi pendidikan memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,02 dan kualitas pembelajaran sebesar 3,88, yang keduanya berada pada kategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa guru telah menerapkan evaluasi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan memandang evaluasi sebagai sarana untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, pemanfaatan hasil evaluasi secara berkelanjutan perlu terus dioptimalkan sebagai dasar refleksi dan penyempurnaan strategi pembelajaran di sekolah.
Cultivating Islamic Religious Traditions, Spirituality, and Social Harmony: A Mixed-Methods Study of KH. Noer Alie’s Legacy in Bekasi, Indonesia Hunaidah Hunaidah; Mawaddah Warohmah; Aca Syathybie
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 2 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i2.54873

Abstract

This study examines how the development of Islamic religious traditions contributes to spirituality and social harmony, with a focus on the legacy of KH. Noer Alie in Bekasi, Indonesia. Previous research has examined Islamic ritual practices and community cohesion. This study aims to analyze the role of religious traditions in nurturing individual and communal spirituality, evaluate their contribution to social harmony, and clarify their implications for Islamic religious education and community-based da'wah management. A convergent mixed-methods design was used, combining survey data with interviews, focus group discussions, and document analysis. Quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, while qualitative data were examined through thematic analysis and integrated to generate shared interpretations. The findings indicate that the development of religious traditions inspired by Noer Alie, particularly the haul (ḥaul), maulid (mawlīd), tahlil (tahlil), the Nisfu Sha'ban (Middle-Month of Sha'ban) celebration, and the ketupat giving, strengthens spirituality and social harmony by instilling Islamic ethical values ​​into communal rituals and intergenerational institutional practices. This study concludes that this tradition-based da'wah model offers a theoretically grounded and implementable framework for Islamic education, Islamic boarding schools (pesantren), majelis taklim (Islamic study groups), and policies aimed at building social cohesion.
Cultivating Islamic Religious Traditions, Spirituality, and Social Harmony: A Mixed-Methods Study of KH. Noer Alie’s Legacy in Bekasi, Indonesia Hunaidah Hunaidah; Mawaddah Warohmah; Aca Syathybie
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 2 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i2.54873

Abstract

This study examines how the development of Islamic religious traditions contributes to spirituality and social harmony, with a focus on the legacy of KH. Noer Alie in Bekasi, Indonesia. Previous research has examined Islamic ritual practices and community cohesion. This study aims to analyze the role of religious traditions in nurturing individual and communal spirituality, evaluate their contribution to social harmony, and clarify their implications for Islamic religious education and community-based da'wah management. A convergent mixed-methods design was used, combining survey data with interviews, focus group discussions, and document analysis. Quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, while qualitative data were examined through thematic analysis and integrated to generate shared interpretations. The findings indicate that the development of religious traditions inspired by Noer Alie, particularly the haul (ḥaul), maulid (mawlīd), tahlil (tahlil), the Nisfu Sha'ban (Middle-Month of Sha'ban) celebration, and the ketupat giving, strengthens spirituality and social harmony by instilling Islamic ethical values ​​into communal rituals and intergenerational institutional practices. This study concludes that this tradition-based da'wah model offers a theoretically grounded and implementable framework for Islamic education, Islamic boarding schools (pesantren), majelis taklim (Islamic study groups), and policies aimed at building social cohesion.