Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANDANGAN ULAMA MU’TABAR TENTANG 3 ULAMA SUFI (IBN AROBI, AL-HALLAJ DAN SYEKH SITI JENAR) Miftahussa’adah Wardi; Muhibuddin Muhibuddin; Idrus Abidin; Lulu Masluchah; Deni Rahman; Mudrikatul Arafah; Anaway Irianti Mansyur
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v5i2.880

Abstract

This study aims to examine three major Sufi figures in the Islamic Sufi tradition, namely Ibn Arabi, Al-Hallaj, and Sheikh Siti Jenar, and the views of mu'tabar (trusted) scholars on their teachings and thoughts. This research uses a library research method with a descriptive-analytical approach. This method aims to explore in-depth the views of key figures relevant to the research topic—the views of scholars on three controversial Sufi figures: Ibn Arobi, Al-Hallaj, and Sheikh Siti Jenar. These three figures have had a significant influence on the development of Islamic mysticism, although their teachings are often seen as controversial. Ibn Arabi, with the concept of wahdat al-wujud (unity of existence), taught that everything in the universe is a manifestation of God, which can only be understood through inner search and spiritual awareness. His teachings on the unity of God and creation made a major contribution to Sufi thought, although it has been criticized by some circles because it is considered to have theological consequences that contradict mainstream Islamic teachings.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LEBAKMUNCANG DALAM MENCEGAH BULLYING MELALUI PEMBELAJARAN HUMANIS BERBASIS TEKNOLOGI: Indonesia Mawaddah Warohmah; Huniadah Mista; Rinda Siaga Pangestuti; Hilwa Murdiyanti; Miftahussa’adah Wardi; Rilla Sovitriana; Ade Naelul Huda Naelul Huda; Deti Mulyo Harsoni
Journal of Humanity Dedication Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/1177

Abstract

Bagian Perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan dasar karena berdampak pada kondisi psikologis siswa, seperti kecemasan, penurunan motivasi belajar, dan terganggunya perkembangan sosial-emosional. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan konvensional belum sepenuhnya mampu mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dan empati dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan Model Pembelajaran Humanis Berbasis Teknologi sebagai strategi pencegahan bullying pada siswa MI Birrul Walidain, Desa Lebak Muncang, Ciwidey, Bandung. Kegiatan PkM ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui sosialisasi penguatan kapasitas guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam membangun kesadaran kolektif pencegahan bullying. Luaran strategis pengabdian yaitu pengembangan model H-Tech PAR Anti-Bullying Learning Model, pemanfaatan media edukatif digital, serta penguatan peran komunitas sekolah sebagai agen perubahan anti-bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif deskriptif-komparatif dalam kerangka Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi pre-test, diskusi panel partisipatif berbasis media edukatif, dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap peserta. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman awal peserta sebesar 31%. Setelah penerapan model pembelajaran humanis berbasis teknologi, hasil post-test meningkat secara substansial dengan rata-rata mencapai 99%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman dampak bullying terhadap korban dan pelaku, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencegahan bullying berbasis empati, komunikasi non-kekerasan, dan partisipasi komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Model Pembelajaran Humanis Berbasis Teknologi selaras dengan tujuan penelitian dan efektif sebagai strategi pencegahan bullying di sekolah dasar. Model ini bersifat aplikatif, partisipatif, dan berpotensi dikembangkan serta direplikasi pada konteks pendidikan yang lebih luas.