p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Aric Vranada
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Mobilisasi Progresif Terhadap Status Hemodinamik Pasien Dengan Stroke di ICU : A Systematic Review Febriyanto Dwi Putra Hadju; Aric Vranada
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48628

Abstract

Pasien stroke yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) rentan mengalami gangguan hemodinamik akibat tirah baring berkepanjangan. Mobilisasi progresif merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat membantu menstabilkan kondisi fisiologis pasien. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pasien dengan stroke yang dirawat di ICU. Studi ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel dilakukan melalui database google scholar, Proquest, Pubmed, Springer Link, dan Science Direct dengan batas publikasi lima tahun terakhir (2020–2024). Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah “Progressive Mobilization” AND “Hemodynamic” AND “Stroke” AND “ICU”. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mobilisasi progresif memberikan pengaruh positif terhadap parameter hemodinamik seperti tekanan darah, frekuensi nadi, laju pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), dan tekanan arteri rata-rata (MAP). Intervensi ini terbukti aman dan efektif, terutama jika dilakukan secara bertahap dengan pemantauan ketat sesuai kondisi klinis pasien. Disimpulkan bahwa mobilisasi progresif merupakan strategi keperawatan yang bermanfaat dalam memperbaiki status hemodinamik pasien stroke dan mendukung percepatan pemulihan di ruang ICU. Kata Kunci: Mobilisasi Progressif, Hemodinamik, Stroke, ICU
Tren dan Dinamika Penelitian Hypertension, Nursing, dan Therapy: Analisis Bibliometrik berbasis Data Scopus Sukasmi Sukasmi; Aric Vranada; Yunie Armiyati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48689

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian global yang berdampak luas terhadap sistem kesehatan, terutama ketika dikaitkan dengan penyakit metabolik lainnya. Peran keperawatan dalam deteksi, penanganan, dan edukasi pasien hipertensi menjadi semakin penting seiring meningkatnya prevalensi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap ilmiah dan perkembangan riset dalam topik “hypertension, nursing, and therapy” secara komprehensif melalui pendekatan bibliometrik, guna mengidentifikasi tren utama, kolaborasi institusional, dan area riset yang masih kurang tergarap. Pendekatan mixed methods digunakan dengan data bersumber dari basis data Scopus pada periode 1 Januari 2007 hingga 17 Juli 2025. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan peta bibliometrik yang mencakup analisis kata kunci, afiliasi, negara, serta tren tahunan, sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk menginterpretasikan makna tematik di balik visualisasi bibliometrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa riset hipertensi dalam konteks keperawatan berfokus pada aspek klinis, manajemen komorbiditas, dan intervensi terapeutik berbasis bukti. Amerika Serikat mendominasi publikasi ilmiah, dengan institusi seperti Duke University dan Harvard Medical School sebagai kontributor utama. Topik-topik terbaru yang muncul pasca-pandemi mencakup manajemen pasien kritis dan dampak COVID-19. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendekatan keperawatan terhadap hipertensi telah berevolusi dari aspek fisiologis menjadi multidimensi dan berbasis kolaborasi. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam merancang strategi pendidikan, praktik, dan kebijakan berbasis data untuk meningkatkan peran perawat dalam manajemen hipertensi.
Analisa Konsep Adaptasi Pasien dengan Gangguan Kecemasan Pasca Operasi Berdasarkan Teori Adaptasi Roy Gusana Prinda Erawati; Annisa Shalma Ginar Pradani; Aric Vranada; Siti Aisah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53352

Abstract

Gangguan kecemasan pasca operasi merupakan respon psikologis yang umum dialami pasien setelah menjalani tindakan pembedahan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi proses penyembuhan, meningkatkan nyeri, memperpanjang lama rawat inap, serta menghambat adaptasi fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep adaptasi pasien dengan gangguan kecemasan pasca operasi berdasarkan teori Adaptasi Roy menggunakan pendekatan analisis konsep Walker dan Avant. Delapan tahapan analisis dilakukan untuk mengidentifikasi atribut, antecedent, konsekuensi, serta mendefinisikan konsep secara operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa adaptasi pasien pasca operasi ditandai dengan kemampuan mengendalikan respon emosional, stabilitas fisiologis, penerimaan diri, serta dukungan sosial dan spiritual yang memadai. Atribut utama yang teridentifikasi meliputi respon fisiologis stabil, kontrol emosional, koping efektif, dukungan sosial, dan penerimaan terhadap kondisi pasca operasi. Konsep adaptasi ini dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan kemampuan adaptasi dan pengurangan kecemasan pada pasien pasca operasi. (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022). Postoperative anxiety is a common psychological response experienced by patients following surgical procedures. Poorly managed anxiety may negatively impact recovery by increasing pain perception, prolonging length of stay, and hindering both physiological and psychological adaptation. This study aims to analyze the concept of patient adaptation with postoperative anxiety based on Roy’s Adaptation Model using Walker and Avant’s concept analysis approach. Eight stages of analysis were conducted to identify defining attributes, antecedents, consequences, and to establish an operational definition of the concept. The analysis revealed that adaptation in postoperative patients is characterized by the ability to regulate emotional responses, maintain physiological stability, achieve self‐acceptance, and receive adequate social and spiritual support. The main defining attributes include stabilized physiological responses, emotional regulation, effective coping, social support, and acceptance of postoperative conditions. This conceptualization of adaptation may serve as a foundation for nursing interventions focused on enhancing adaptive responses and reducing anxiety among postoperative patients (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022).
Persepsi Caring Pada Multikultural Pasien: Analisis Konsep (Caring Perception Among Multicultural Patients: A Concept Analysis) Livia Baransyah; Khofifatuz Zahroh; Aric Vranada; Siti Aisah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53449

Abstract

Persepsi Caring Pada Multikultural pasien merupakan inti dari praktik keperawatan yang melibatkan kemampuan teknis dan empati untuk memenuhi kebutuhan pasien secara menyeluruh. Dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang semakin multikultural, pasien memiliki latar belakang nilai, kepercayaan, bahasa, dan pengalaman kesehatan yang berbeda-beda. Variasi budaya tersebut memengaruhi cara pasien memahami, menilai, dan merespons perilaku caring yang ditunjukkan oleh perawat. Pemahaman yang kurang terhadap perbedaan persepsi caring dapat berdampak pada rendahnya kepercayaan, keselamatan, dan kepuasan pasien. Tiga Atribut kunci yang menentukan diantaranya: “Pemahaman caring berdasarkan tingkat pendidikan pasien, Faktor usia dalam penilian caring, dan Pengalaman pasien dalam menerima perilaku caring”. Analisis antecenden mencakup Pengetahuan dan keterampilan, Rasa hormat, Keyakinan/Penjaminan, dan Keterhubungan. Konsekuensi yang diidentifikasi adalah Kepercayaan, Kepuasaan, Keselamatan pasien, dan Layanan berkualitas terbaik. Persepsi caring pada pasien multikultural menunjukkan perbedaan yang dipengaruhi oleh nilai dan pandangan budaya. Perawat perlu mengintegrasikan kompetensi budaya dalam praktik caring untuk mendukung pelayanan yang berpusat pada pasien, meningkatkan keselamatan, serta memperkuat hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Proses ini berpotensi untuk meyakinkan pasien agar lebih percaya terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga Kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan persepsi dalam pelayanan Kesehatan. Caring Perception Among Multicultural Patients. Caring is at the core of nursing practice, which involves technical ability and empathy to meet the needs of patients holistically. In an increasingly multicultural healthcare environment, patients have different backgrounds of values, beliefs, languages, and health experiences. These cultural variations affect the way patients understand, assess, and respond to caring behaviors exhibited by nurses. A lack of understanding of differences in caring perceptions can have an impact on low patient trust, safety, and satisfaction. Three key attributes that determine are identified: "understanding of caring based on the level of education of the patient, age factor in the care study, and the patient's experience in accepting caring behavior". The anteante analysis includes "Knowledge and skill, Respectfulness, Assurance, Connectedness". Consequences are defined according to "Trust, Satisfaction, Patient Safety, Top Quality Services". The perception of caring in multicultural patients shows differences influenced by cultural values and views. Nurses need to integrate cultural competencies in caring practices to support patient-centered care, improve safety, and strengthen therapeutic relationships between nurses and patients. This process has the potential to convince patients to have more trust in the services provided by health workers, so that they can increase knowledge perception in health services.