Rosmala Dewi
Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

APLIKASI TEKNIK JUMPUTAN PADA TEKSTIL DENGAN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI . Novita; Rosmala Dewi; Devi Arini
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengeksplorasi warna alam adalah mencari warna alam yang berasal dari tumbuhan dan dapat di ambil salah satu bagian dari tumbuhan tersebut untuk dijadikan pewarnaan pada tekstil merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan berbagai bahan alami dari beberapa jenis tumbuhan berupa ekstraksi dari kulit batang dan dedaunan yang diaplikasikan pada katun dengan teknik jumputan. Objek dalam penelitian ini menggunakan empat jenis kulit batang (petai china, kulit batang kareumbi, kulit batang lekap/famili jamblang (Indian Tree Java Plum), Kulit batang (konyel) dan dua jenis daun (daun mahoni, dan daun putri malu) yang difiksasi dengan mordan (tunjung, kapur sirih dan tawas). Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimen terapan dengan teknik perebusan dan dilakukan pencelupan pada jilbab. Motif Aceh berupa emun berangkat dan matapunedidesain sehingga meningkatkan nilai estetika produk. Luaran dari penelitian menghasilkan berbagai model jilbab dengan variasi motif Aceh sehingga lebih memununculkan kesan etnik dan ekslusif yang dapat meningkatkan nilai ekonomi produk.Kata Kunci: Tehnik Jumputan, Tekstil, Pewarna Alami. ABSTRACTExploring natural colors is looking for natural colors that come from plants and one part of the plant can be taken to be used as coloring in textiles is the goal to be achieved in this research. This study uses various natural materials from several types of plants in the form of extraction from the bark and applications that are applied to cotton with the jumputan technique. The object in this study used four types of bark (china petai, kareumbi bark, lekap bark/jamblang family (Indian Tree Java Plum), stem bark (konyel) and two types of leaves (mahogany leaves, and Putri malu leaves) which were fixed. with mordant (tunjung, whiting and alum) The research method used is an applied experiment with boiling technique and dyeing the hijab Aceh motif in the form of emun departs and matapune is designed so as to increase the aesthetic value of the product. give rise to an ethnic and exclusive impression that can increase the economic value of the product.Keywords: Jumputan Techniques, Textiles, Natural Dyes..
KREASI TAS ULOS DALAM MENINGKATKAN MINAT REMAJA TERHADAP TENUNAN TRADISIONAL DI ERA GLOBALISASI Putri Rahmadani Sinaga; Rosmala Dewi; . Fadhillah
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan proses persatuan seluruh masyarakar di dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global. Salah satu benda yang terkena dampak globalisasi adalah tenunan tradisional. Tenunan tradisional sendiri merupakan kain peninggalan para leluhur yang memiliki jenis dan motif yang sangat banyak. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pengaruh globalisasi, membuat kreasi produk tas dari bahan tenunan tradisional suku batak di Sumatera Utara (ulos) dan mengetahui daya tarik remaja terhadap produk kreasi tas dari tenun ulos. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen terapan dan pendekatan kuantitatif. Untuk mengetahui tentang ketertarikan konsumen terhadap kreasi tas ulos dibutuhkan mahasiswa-mahasiswi FKIP Universitas Syiah Kuala yang aktif kuliah Tahun Pelajaran 2021/2022 untuk sampel sebanyak 669 orang. Pada hasil penelitian penulis telah mendesain tiga model tas ulos, pada eksperimen model pertama menggunakan kain ulos berjenis ulos sadum dengan model tas yang berukuran kecil dan desain yang simpel. Kancing magnet membuat tas ini menjadi lebih menarik. Pada eksperimen model kedua menggunakan kain ulos berjenis ulos ragi hotang denan model simpel tetapi elegan dengan ukuran tas yang cukup besar dan memiliki tali yang panjang sehingga dapat diatur sesuai dengan keingginan pengguna. Serta pada eksperimen model ketiga menggunakan jenis ulos sitoluntuho dengan model yang lebih unik dan memiliki aksesoris serta dua saku pada bagian dalam dan luar tas. Berdasarkan hasil dari mengedarkan kuesioner, para remaja saat ini sangat setuju bahwa globalisasi berdampak pada tenunan tradisional dan mempengaruhi minat remaja terhadap tenunan. Adapun kreasi tas ulos yang meningkatkan minat remaja terhadap tenunan tradisional yaitu tas ulos pada model II diikuti pada model III dan model I.Kata kunci: Globalisasi, Tenunan Tradisional, Tas UlosABSTRACTGlobalization is the process of uniting all people in the world into a global community group. One of the objects affected by globalization is traditional weaving. Traditional weaving itself is a cloth left by the ancestors which has many types and motifs. The purpose of the study was to describe the influence of globalization, to create bag creations from traditional Batak woven materials in North Sumatra (ulos) and to find out the attractiveness of teenagers to bag creation products from ulos weaving. The method used is an applied experimental method and a quantitative approach. To find out about consumer interest in the creation of ulos bags, it takes FKIP Syiah Kuala University students who are actively studying in the 2021/2022 academic year for a sample of 669 people. In the results of the research, the author has designed three models of ulos bags, in the first experiment the model used ulos cloth of the ulos sadum type with a small bag model and a simple design. Magnetic buttons make this bag even more attractive. In the second model experiment, using ulos cloth of the hotang yeast ulos type with a simple but elegant model with a bag size that is quite large and has a long strap so that it can be adjusted according to the user's wishes. As well as in the third model experiment using the ulos sitoluntuho type with a more unique model and has accessories and two pockets on the inside and outside of the bag. Based on the results of distributing questionnaires, today's youth strongly agree that globalization has an impact on traditional weaving and affects adolescents' interest in weaving. The creation of ulos bags that increase youth's interest in traditional weaving is the ulos bag in model II, followed by model III and model I.Keywords: Globalization, Traditional Weaving, Ulos Bag
STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA KERAJINAN TENUN ASMA SONGKET DI LAMNO KECAMATAN ACEH JAYA . Dahliana; Rosmala Dewi; . Novita
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat perkembangan sentra kerajinan tenun Asma Songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya, usaha yang dilakukan untuk pengembangan sentra sentra kerajinan tenun Asma songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya. Subjek penelitian ini adalah pengelolaan dan pengrajin Sentra kerajinan tenun Asma songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menghambat perkembangan sentra kerajinan tenun Asma Songket di Lamno Kabupaten Aceh Jaya ialah modal yang terbatas, lokasi produksi dan lokasi tempuh pengadaan bahan baku dengan tempat produksi yang jauh, serta kurangnya keterampilan karyawan. Sedangkan kebutuhan dalam pengembangan usaha sentra kerajinan tenun Asma songket di Lamno Kecamatan Aceh Jaya adalah lokasi yang strategis akan mempermudah pengembangan usaha, pengelolaan keuangan lebih terjamin dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sentra kerajinan tenun Asma songket membutuhkan pengembangan dalam hal kerjasama dengan pihak lain untuk penjualan atau marketing, pembukuan yang baik, dan dokumentasi terhadap hasil produk yang dihasilkan agar pemesan dapat melihat langsung koleksi-koleksi motif yang telah ada.Kata Kunci : Sentra Kerajinan, Tenun Asma SongketABSTRACTThe purpose of this study was to determine the factors that hinder the development of the Asma Songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency, the efforts made to develop the Asma Songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency. The subject of this research is the management and craftsmen of the Asma songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency. The method in this study used a qualitative descriptive method. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results showed that the factors that hindered the development of the Asma Songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya Regency, were capital, production locations and travel locations for raw material procurement with far production sites, and the lack of employee skills. While the need for the development of the Asma songket weaving craft center in Lamno, Aceh Jaya District is a strategic location that will facilitate business development, more secure financial management and marketing. The results of the study indicate that the Asma songket weaving craft center requires development in terms of cooperation with other parties for sales or marketing, good bookkeeping, and documentation of the products produced so that customers can see directly the collections of existing motifs.Keywords: Craft Center, Asma Songket Weaving
PEWARNAAN MOTIF BATIK ACEH DARI MEDIA BAHAN ALAM KULIT BAWANG MERAH Juliani Pasca Zumarnis; . Mukhirah; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 2, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBatik telah menjadi salah satu seni yang dituangkan pada kain dengan motif yang memiliki arti sesuai kekhasannya. Awalnya batik hanya menggunakan pewarna alami dari alam, seiring berjalannya perkembangan ilmu dan teknologi pewarna batik sudah berkembang dari pewarna sintetis yang mudah didapatkan. Pada penelitian ini peneliti membuat pewarna alami dari kulit bawang merah yang diolah dan diaplikasikan pada bahan tekstil dengan teknik batik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membuat pewarna tekstil alami yang didapatkan dari kulit bawang merah, diaplikasikan pada bahan tekstil dengan teknik pembatikan, dan untuk mengetahui tingkat kesukaan/respon responden terhadap pewarnaan alami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (RD) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI Kriya Tekstil SMK Negeri 1 Masjid Raya sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yaitu dengan studi kepustakaan, observasi, dokumentasi, dan angket. Dari hasil analisis data responden memberikan tanggapan positif terhadap pewarnaan dari bahan alami kulit bawang merah yang diaplikasikan pada bahan tekstil dengan teknik batik. Penelitian menciptakan produk yaitu sehelai kain yang berukuran 210105 cm dengan sentuhan motif batik Aceh. Langkah-langkah dalam pembuatan pewarna alami yang diaplikasikan pada tekstil dengan teknik batik yaitu diawali dengan menyiapkan segala alat dan bahan, membuat pewarna alami dengan proses ekstraksi perebusan, membuat desain motif batik, menyiapkan kain untuk pengaplikasian pewarna alami, memindahkan desain pada kain, proses mencanting, proses pewarnaan, proses fiksasi dan proses pejemuran. Hasil analisis tanggapan responden 91% responden menyatakan sangat suka dan suka dari hasil penelitian yaitu kain batik motif Aceh dengan pewarnaan alamiKata Kunci : Pewarnaan Bahan Alam, Motif Batik Aceh, Kulit Bawang Merah. ABSTRACTBatik has become one of the arts on cloth with motifs that have meaning according to their peculiarities. Initially batik only used natural dyes from nature, as the development of science and technology, batik dyes have developed from synthetic dyes that are easily obtained. In this study, researchers made natural dyes from onion skins which were processed and applied to textile materials using batik techniques. The purpose of this research is to make natural textile dyes obtained from the skin of shallots, applied to textile materials with batik techniques, and to determine the level of preference/response of respondents to natural coloring. This research uses development research (RD) method with a qualitative approach. The subjects in this study were students of class XI Textile Crafts at SMK Negeri 1 Masjid Raya as the research sample. Data collection techniques are literature study, observation, documentation, and questionnaires. From the results of data analysis, respondents gave positive responses to the coloring of natural ingredients of onion skin which was applied to textile materials with batik techniques. The research created a product, namely a piece of cloth measuring 210105 cm with a touch of Acehnese batik motifs. The steps in making natural dyes that are applied to textiles using batik techniques are starting with preparing all the tools and materials, making natural dyes with a boiling extraction process, making batik motif designs, preparing fabrics for applying natural dyes, transferring designs to fabrics, embroidering process. , coloring process, fixation process and drying process. The results of the analysis of respondents 91% of respondents stated that they really liked and liked the results of the study, namely Acehnese batik cloth with natural coloring.Keywords: Natural Material Coloring, Aceh Batik Motif, Shallot Skin.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA PADA PEMBUATAN POLA DASAR WANITA DEWASA MATA PELAJARAN DASAR POLA DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH 2017 Triana Adhita Rizki; . Mukhirah; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModel Pembelajaran tutor sebaya adalah salah satu upaya dalam mengatasai permasalahan pembelajaran dasar pola di kelas X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam meningkatkan hasil belajar dan prestasi belajar siswa kelas X BS 5 dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya pada Mata Pelajaran Dasar Pola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Data observasi aktivitas guru dan siswa dianalisa secara deskriptif dengan skor rata-rata. Data hasil observasi hasil belajar siswa dan prestasi belajar siswa, dianalisa dengan mendeskripsikan kegiatan guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data tes hasil belajar siswa dianalisa dengan menggunakan tingkat ketuntasan individual dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan Siklus I Hasil Belajar 16 siswa (18%) kategori baik, 6 siswa (21%) hasil belajarnya cukup, dan 6 siswa yang hasil belajarnya kurang. Aktivitas guru dan siswa mendapat skor rata-rata 3,5 (88%) kategori baik, dan Hasil belajar siswa yang tuntas 5 orang dengan nilai rata-rata 39,83 secara klasikal (18%). Pada siklus II Hasil belajar 28 siswa (90%) kategori baik, 2 siswa (14%) kategori cukup, dan 0% dengan kategori kurang. aktivitas guru dan siswa mendapat skor rata-rata 5,10 (93%) kategori baik sekali. Hasil belajar siswa yang tuntas 28 orang dar total keseluruhan 28 orang dengan nilai rata-rata 88 secara klasikal (90%). Dengan demikian hipotesis di terima (H). Model pembelajaran tutor sebaya dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran dasar pola.Kata Kunci : Tutor Sebaya, Hasil Belajar dan Prestasi Belajar, Dasar Pola EFFECTIVENESS OF LEARNING TUTOR MODEL BECOMING IN MAKING BASIC PATTERN OF ADULT WOMEN BASIC LESSONS PATTERN IN SMK NEGERI 3 BANDA ACEHABSTRACTPeer tutoring learning model is one of the efforts to overcome the problems in the classroom learning the basic pattern of X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh. This study aims to determine the activities of teachers and students in improving learning outcomes and student achievement of class X BS 5 by applying peer tutoring learning model in Subjects Basic Patterns. This research uses qualitative approach with Classroom Action Research type (PTK). The subjects of this study are the students of class X BS 5 SMK Negeri 3 Banda Aceh, amounting to 28 people. Technique of collecting data is done by test and observation. Observation data of teacher and student activity were analyzed descriptively with mean score. Data of observation result of student learning result and student achievement, analyzed by describing activity of teacher and student during learning activity take place. The test data of students' learning outcomes were analyzed using individual and classical mastery. The results showed that the first cycle of learning result 16 students (18%) good category, 6 students (21%) enough learning result, and 6 students whose learning result is less. The activity of teachers and students scored an average of 3.5 (88%) good category, and the result of student learning that complete 5 people with average value 39,83 in classical (18%). In the second cycle Student learning outcomes 28 (90%) good category, 2 students (14%) enough category, and 0% with less category. Teacher activity and students got an average score of 5.10 (93%) excellent category. Student learning outcomes completed 28 people out of a total of 28 people with an average grade 88 in class (90%). Thus the hypothesis is received (H). Peer tutor learning model can overcome the problems faced by students in basic learning patterns.Keywords: Peer Tutor, Learning Outcomes and Learning Achievement, Basic Patter