Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS DALAM MENENTUKAN SEPEDA MOTOR TERLARIS Raja Tama Andri Agus; Muhammad Ardiansyah Sembiring; Anjani Anjani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 3 (2024): August 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i3.2210

Abstract

Abstract: By using MFEP, PT Mega Motorindo can determine which motorbikes are most popular with the public. In determining this, each criterion will be weighted to determine the order of motorbikes from the most popular to the least popular. The stages of the MFEP method are determining the weight of each criterion, entering a value for each factor, and calculating the evaluation weight then adding up all the evaluation weights to get the total evaluation value which is used as the final value in decision making. Keywords: Decision Support Systems; MFEP; Motorcycle Abstrak: Dengan menggunakan MFEP, PT Mega Motorindo dapat menentukan sepeda motor yang paling banyak di ambil masyarakat, dalam menentukan ini akan ada bobot dari setiap kriteria untuk mengetahui urutan sepeda motor dari yang paling laris hingga yang kurang diminati. Tahapan dari metode MFEP yaitu menentukan bobot dari masing-masing kriteria, mengisikan nilai untuk setiap faktor, dan melakukan perhitungan bobot evaluasi kemudian menjumlahkan semua bobot evaluasi untuk mendapatkan nilai total evaluasi yang digunakan sebagai nilai akhir dalam pengambilan Keputusan. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan ; MFEP; Sepeda Motor 
PENERAPAN MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS DALAM MENENTUKAN SEPEDA MOTOR TERLARIS Raja Tama Andri Agus; Muhammad Ardiansyah Sembiring; Anjani Anjani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 3 (2024): August 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i3.2210

Abstract

Abstract: By using MFEP, PT Mega Motorindo can determine which motorbikes are most popular with the public. In determining this, each criterion will be weighted to determine the order of motorbikes from the most popular to the least popular. The stages of the MFEP method are determining the weight of each criterion, entering a value for each factor, and calculating the evaluation weight then adding up all the evaluation weights to get the total evaluation value which is used as the final value in decision making. Keywords: Decision Support Systems; MFEP; Motorcycle Abstrak: Dengan menggunakan MFEP, PT Mega Motorindo dapat menentukan sepeda motor yang paling banyak di ambil masyarakat, dalam menentukan ini akan ada bobot dari setiap kriteria untuk mengetahui urutan sepeda motor dari yang paling laris hingga yang kurang diminati. Tahapan dari metode MFEP yaitu menentukan bobot dari masing-masing kriteria, mengisikan nilai untuk setiap faktor, dan melakukan perhitungan bobot evaluasi kemudian menjumlahkan semua bobot evaluasi untuk mendapatkan nilai total evaluasi yang digunakan sebagai nilai akhir dalam pengambilan Keputusan. Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan ; MFEP; Sepeda Motor 
MODEL GROUP DECISSION SUPPORT SYSTEM DALAM PEMILIHAN MEDIA PROMOSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PERGURUAN TINGGI SWASTA Nuriadi Manurung; Amalia Amalia; Anjani Anjani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4246

Abstract

Abstract: To maintain stability and increase student enrollment, various promotional efforts are undertaken, including billboards, school visits, social media, radio, and other channels. However, these promotions do not prioritize appropriate promotional media, resulting in significant costs and resource constraints. The purpose of this study is to evaluate the best promotional media that can assist management in determining efficient promotional media priorities through a decision support system model. The decision support system used is a Group Decision Support System (GDSS) approach with multiple respondents. The method used includes the Multi-Factor Evaluation Process (MFEP), Multi-Attribute Utility Theory (MAUT), and Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA). The BORDA method is used as the final solution for the single best promotional media. The results of the study using the Borda method ranked social media and billboards as the best alternatives, followed by broadcasts and brochures, with radio coming in last. Therefore, this decision support model can help private universities determine more effective and objective student admissions promotion strategies. Keywords: GDSS; Multi-Respondent; Multi Method; Borda; College Promotion Abstrak: Untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan jumlah mahasiswa, berbagai upaya promosi dilakukan, termasuk melalui baliho, kunjungan ke sekolah-sekolah, promosi di media sosial, radio, dan lainnya. Namun, promosi yang dilakukan belum mempertimbangkan prioritas media promosi yang tepat, sehingga berdampak pada biaya dan sumber daya yang besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi media promosi terbaik yang dapat membantu manajemen dalam menentukan prioritas media promosi yang efisien melalui model sistem pendukung keputusan. Metode yang digunakan yaitu Sistem pendukung keputusan yang akan digunakan adalah dengan pendekatan Grup Decission Support System (GDSS) dengan multi responden dan penggunaan metode antara lain Multi Factor Evaluation Process (MFEP), Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan metode Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA) dan dengan menggunakan pendekatan metode BORDA sebagai solusi final tunggal media promosi terbaik. Hasil penelitian dengan metode Borda menempatkan media sosial dan baliho sebagai alternatif terbaik, diikuti broadcast dan brosur, sementara radio menempati posisi terakhir. Dengan demikian, model pendukung keputusan ini dapat membantu perguruan tinggi swasta menentukan strategi promosi penerimaan mahasiswa baru secara lebih efektif dan objektif. Kata kunci: GDSS; Multi Responden; Multi Metode; Borda; PromosiPerguruan Tinggi
STUDENTS' PERCEPTION OF THE #KABURAJADULU PHENOMENON (CASE STUDY) Chitra Latiffani; Febby Madonna Yuma; Anjani Anjani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4560

Abstract

Abstract: This study maps students’ perceptions of the #KaburAjaDulu phenomenon across four aspects: understanding, exposure sources, causal factors, and perceived impacts. The analyzed questionnaire dataset comprises approximately N = 72 respondents. Descriptive results show that most respondents reported being Aware (55.6%) about #KaburAjaDulu; the most dominant initial exposure source was Social media (X, Instagram, TikTok, etc.) (88.9%). Attitudes toward people seeking opportunities abroad tended to be positive, with the 'Support' category reaching 47.2%. In the long run, the most frequently perceived impact was Loss of potential workforce (52.8%). These findings underscore the strong role of social media in shaping perceptions and the ambivalence between global opportunities and the risk of brain drain. Keyword: KaburAjaDulu; perception; phenomenon; students; social media. Abstrak: Penelitian ini menyajikan gambaran persepsi mahasiswa terhadap fenomena #KaburAjaDulu melalui empat aspek: pemahaman, asal paparan, faktor penyebab, dan dampak yang dipersepsikan. Dataset kuesioner yang dianalisis berjumlah sekitar N = 72 responden. Hasil deskriptif menunjukkan sebagian besar responden menyatakan Tahu (55.6%) terhadap isu #KaburAjaDulu; sumber pertama yang paling dominan adalah Media sosial (X, Instagram, TikTok, dll.) (88.9%). Sikap terhadap orang yang mencari peluang di luar negeri cenderung positif dengan kategori 'Mendukung' mencapai 47.2%. Dalam jangka panjang, dampak yang paling sering dipersepsikan adalah Kehilangan potensi tenaga kerja (52.8%). Temuan ini menegaskan kuatnya peran media sosial dalam pembentukan persepsi serta adanya ambivalensi antara peluang global dan risiko brain drain. Kata kunci: KaburAjaDulu; fenomena; mahasiswa; persepsi; social media.
OPTIMASI MODEL KLASIFIKASI PESAN PENIPUAN DIGITAL BERBAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN XGBOOST DENGAN BAYESIAN OPTIMIZATION DAN SMOTE Muhammad Ardiansyah Sembiring; Mustika Fitri Larasati Sibuea; Anjani Anjani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.7212

Abstract

Abstract: Digital fraud through short messages has become a national problem in Indonesia; the Indonesia Anti-Scam Centre recorded 637,055 reports with losses of IDR 9.1 trillion up to July 2026. Scam messages are hard to filter with keywords because perpetrators keep changing wording and phone numbers, while official promotional messages share similar linguistic patterns. This study aims to optimize a three-class classifier (normal, fraud, promotion) for Indonesian messages by combining XGBoost, SMOTE, and Bayesian Optimization based on the Tree-structured Parzen Estimator (TPE), and to compare TPE with Grid Search and Random Search under an equal budget of 25 trials. Messages were normalized (URLs, phone numbers, amounts, and slang) and represented with combined word and character n-gram TF-IDF features. On 2,320 messages, XGBoost + SMOTE + TPE achieved a macro F1 of 0.9555, an accuracy of 96.34%, and a fraud-class recall of 0.9507, slightly higher than default XGBoost (F1 0.9531) and Grid Search (F1 0.9529), with a much lighter model that trained 3.2 times faster. Grid Search showed overfitting to the validation folds. The ablation study showed that SMOTE did not help under moderate class imbalance (F1 without SMOTE 0.9581), and Multinomial Naïve Bayes remained the best model (F1 0.9693). Most errors occurred between fraud and promotional messages. Keywords: Digital Fraud, Text Classification, XGBoost, Bayesian Optimization, SMOTE Abstrak: Penipuan digital melalui pesan singkat telah menjadi masalah nasional; Indonesia Anti-Scam Centre mencatat 637.055 laporan dengan kerugian Rp9,1 triliun hingga Juli 2026. Pesan penipuan sulit disaring dengan kata kunci karena pelaku terus mengubah variasi kata dan nomor telepon, sementara pesan promosi resmi memiliki pola bahasa yang mirip. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi model klasifikasi tiga kelas (normal, penipuan, promo) untuk pesan berbahasa Indonesia dengan menggabungkan XGBoost, SMOTE, dan Bayesian Optimization berbasis Tree-structured Parzen Estimator (TPE), serta membandingkan TPE dengan Grid Search dan Random Search pada anggaran yang sama, yaitu 25 percobaan. Pesan dinormalisasi (tautan, nomor telepon, nominal, dan kata tidak baku) lalu direpresentasikan dengan fitur TF-IDF gabungan n-gram kata dan karakter. Pada 2.320 pesan, XGBoost + SMOTE + TPE mencapai F1-macro 0,9555, akurasi 96,34%, dan recall kelas penipuan 0,9507, sedikit lebih tinggi daripada XGBoost default (F1 0,9531) dan Grid Search (F1 0,9529), dengan model yang jauh lebih ringan dan waktu pelatihan 3,2 kali lebih cepat. Grid Search menunjukkan gejala overfitting terhadap fold validasi. Uji ablasi menunjukkan SMOTE tidak membantu pada ketidakseimbangan kelas moderat (F1 tanpa SMOTE 0,9581), dan Multinomial Naïve Bayes tetap menjadi model terbaik (F1 0,9693). Sebagian besar kesalahan terjadi antara pesan penipuan dan promo. Kata Kunci: Penipuan Digital, Klasifikasi Teks, XGBoost, Bayesian Optimization, SMOTE.