Jamaah Jamaah
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Tri Hata Kinara dalam Membentuk Karakter Siswa Sadar Lingkungan di Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Dompu Jamaah Jamaah; I Wayan Lasmana; Dewa Bagus Sanjaya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.1184

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang implementasi nilai–nilai Tri Hata Kinara dalam membentuk karakter siswa sadar lingkungan (Environmental awareness) di SD di Kabupaten Bima. Tri Hita Karana (THK) adalah konsep filosofi Hindu yang berasal dari Kebudaya dan Tradisi Bali. Konsep ini menekankan pentingnya harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan. Dalam Penelitian ini, peneliti menekankan relasi dengan hubungan dengan keharmonisa lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan penelitian studi deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilia dalam Tri Hita Karana terdiri dari tiga prinsip utama (1). Parhyangan (Hubungan dengan Tuhan): Mengakui keberadaan Tuhan dan menjaga hubungan spiritual, (2) Pawongan (Hubungan dengan Manusia): Menghormati dan menjaga hubungan sosial dengan sesama manusia. (3) Palemahan (Hubungan dengan Alam): Menghargai dan menjaga keseimbangan lingkungan alam dapat membentuk karakter siswa yang sadar dengan lingkungan. Rekomendasi penelitian, pendidikan sebagai agen sosialisasi dan konservasi nilai budaya dapat menanampakan nilai-nilai Tri Hata Kinara dalam Pendidikan.
Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Budaya Lokal: Membangun Identitas dan Kearifan Lokal Nggahi Rawi Pahu Jamaah Jamaah; I Nengah Suastika; Dewa Bagus Sanjaya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1904

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan membahas secara teoritis tentang pengembangan sumber belajar berbasis budaya lokal dalam rangka membangun identitas dan kearifan lokal Nggahi rawi Pahu. Kajian ini bersifat akademik dalam konteks sumber belajar sebagai dasar pengetahuan dan informasi bagi pembelajar. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sumber belajar sangat berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan. Ada beberapa metode untuk mengembangkan sumber belajar berbasis budaya lokal dalam rangka membangun identitas dan kearifan lokal Nggahi rawi Pahu yaitu dilakukan metode; 1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik belajar siswa, 2) merumuskan tujuan pembelajaran, 3) pengembangan materi pembelajaran, 4) mengembangkan alat ukur keberhasilan, 5) pemilihan jenis sumber belajar dan 6)  menanamkan nilai nilai kearifan lokal Nggahi rawi Pahu (7) melakukan evaluasi pada sumber belajar sebagai sarana pembelajaran.
Pendidikan Lingkungan melalui Kegiatan Extrakurikuler IPS di Sekolah Dasar Jamaah Jamaah; I Wayan Kertih; I Wayan Lasmawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.2277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan pendidikan sebagai bagian dari kurikulum sekolah dasar (SD). Pendidikan lingkungan pada anak-anak  sekolah dasar merupakan sebuah konsep holistik yang mencakup pemahaman tentang lingkungan serta aspek emosional, minat, dan keterampilan. Pendidikan lingkungan adalah untuk mendorong anak agar peduli terhadap alam, mengenalkan prinsip-prinsip dasar, dan mengajarkan tindakan untuk merawat lingkungan, terutama berkaitan dengan air, sampah, dan tumbuhan. Tulisan ini menggunakan studi konten analisis (Content Analysis ) yang berarti menganalisis pendidikan lingkungan sebagai materi dalam kegiatan extrakurikuler. DI dalam kurikulum extrakurikuler bahwa pendidikan lingkungan mencantumkan beberapa topik yang dapat dieksplorasi dalam pendidikan lingkungan untuk anak usia dini, antara lain: a) tanah, b) air, c) udara, karakteristik udara yang tidak tampak ; d) makanan, e) energi, f) polusi, serta sumber-sumber polusi seperti pencemaran air, udara, dan tanah. Mengembangkan kepedulian pada anak bukanlah proses yang cepat atau mudah. Untuk anak usia dini, penting untuk memberikan pengenalan dasar yang konkret dan bertahap agar mereka mampu menerima informasi dengan baik.
Mpama Local Wisdom-Based Learning Innovation to Strengthen Cultural Literacy and Disciplinary Character Among Elementary School Students in Dompu Regency Jamaah Jamaah
Proceeding International Collaborative Conference on Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2026): June : ICCMS (Proceeding International Collaborative Conference on Multidiscipl
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/iccms.v3i1.302

Abstract

Mpama local wisdom is an oral tradition of the Bima–Dompu community, comprising advice, metaphors, and wise sayings that embody moral values, which has not yet been systematically utilized in primary school instruction. This study aims to analyze the impact of *Mpama*-based instructional innovation on strengthening cultural literacy and the character of discipline among primary school students in Dompu Regency. The study employed a quantitative associative approach using a survey method. Data were collected via a Likert-scale questionnaire on cultural literacy and discipline, administered to 75 upper-grade students from three primary schools in Dompu Regency (25 students per school), selected using proportionate stratified random sampling. Instrument validity was tested using product-moment correlation and reliability via Cronbach's Alpha; data were subsequently analyzed using classical assumption tests and simple linear regression with the aid of SPSS. The results indicate that Mpama-based instructional innovation has a positive and significant effect on both cultural literacy (R² = 0.478) and student discipline (R² = 0.401), with a relatively greater contribution to the strengthening of cultural literacy. These findings confirm that integrating *Mpama* oral narratives and values ​​into the learning process can foster cultural awareness while simultaneously shaping disciplined habits among primary school students. The study offers practical implications for teachers and education policymakers in Dompu Regency to develop Mpama-based local content teaching materials in a more structured and sustainable manner.