Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETNOMEDISIN TUMBUHAN OBAT DI DESA HUTAPADANG, KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN UTARA, KOTA PADANGSIDMPUAN Cory Linda Futri; Susi Yanti; Rini Fitriani; Mei Adelina
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.93

Abstract

Eksplorasi tumbuhan obat melalui pendekatan etnomedisin merupakan langkah awal yang potensial dalam pengembangan obat-obatan baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat, bagian yang dimanfaatkan, serta metode pengolahan yang diterapkan oleh masyarakat di Desa Hutapadang, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan. Melalui observasi dan wawancara terhadap 6 informan yang memenuhi kriteria inklusi (meliputi masing-masing 3 orang kader kesehatan, 3 tokoh masyarakat), ditemukan 31 spesies tumbuhan yang berkhasiat obat. Hasil studi menunjukkan bahwa daun menjadi bagian tanaman yang paling sering digunakan, dengan perebusan sebagai teknik pengolahan yang paling dominan dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat setempat
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PASTA GIGI DARI EKSTRAK BUAH KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) TERHADAP Streptococcus Mutans Dea Putri; Cory Linda Futri Harahap; Rini Fitriani Dongoran; Susi Yanti
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 3 (2026): Vol. 2 No. 3 September 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i3.127

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Penggunaan bahan alam sebagai antibakteri menjadi alternatif dalam pengembangan sediaan pasta gigi yang aman dan efektif. Buah kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol buah kecombrang diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Sampel yang digunakan adalah buah kecombrang segar sebanyak 5 kg yang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Pasta gigi diformulasikan dalam empat formula, yaitu F0 (kontrol negatif), F1 (6%), F2 (8%), dan F3 (10%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, iritasi, serta aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah kecombrang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik, organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan tidak menimbulkan iritasi. Rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan yaitu F1 = 12,16 mm, F2 = 14 mm, dan F3 = 15,83 mm, sedangkan kontrol positif = 18,83 mm. Formula F3 menghasilkan aktivitas antibakteri tertinggi yang paling mendekati kontrol + dengan kategori kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah kecombrang dapat diformulasikan menjadi pasta gigi dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan formulasi dan menguji efektivitasnya secara lebih luas.